Konawe Selatan, Kabartujuhsatu.news, Persoalan air bersih yang disebut telah bertahun-tahun tidak mengalir di Dusun I, Desa Watumbohoti, Kecamatan Palangga Selatan, Kabupaten Konawe Selatan (Konsel), Sulawesi Tenggara, kembali menjadi sorotan.
Anggota DPRD Konawe Selatan dari Partai Bulan Bintang (PBB), Iksan, mempertanyakan penanganan keluhan masyarakat oleh pemerintah desa. Ia juga mengungkap dugaan pembongkaran area jaringan perpipaan air bersih yang dikaitkan dengan aktivitas pertambangan PT Agung Perkasa (GAP).
Pernyataan tersebut disampaikan Iksan saat ditemui pada Senin (12/10/2026). Menurutnya, persoalan air bersih di Dusun I bukan masalah baru. Warga disebut telah mengalami kesulitan memperoleh pasokan air bersih selama bertahun-tahun, meskipun keluhan telah disampaikan kepada pemerintah desa.
“Jadi, terkait air bersih di Dusun I Desa Watumbohoti, itu sudah bertahun-tahun air bersih tidak mengalir. Bahkan, masyarakat sudah mengeluhkan persoalan ini kepada pemerintah desa, tetapi tidak pernah ditanggapi,” ungkap Iksan.
Iksan menilai persoalan tersebut membutuhkan perhatian serius karena air bersih merupakan kebutuhan dasar masyarakat yang berkaitan langsung dengan kehidupan sehari-hari.
Ia mengaku telah berupaya membantu masyarakat melalui program aspirasi sebagai anggota DPRD Konawe Selatan, salah satunya dengan memperjuangkan pembangunan sumur bor di Desa Watumbohoti.
“Untuk Watumbohoti, saya sudah memberikan bantuan aspirasi enam titik sumur bor. Di Dusun I ada tiga titik dan di Dusun II juga tiga titik. Itu karena persoalan air bersih yang sudah bertahun-tahun dikeluhkan masyarakat,” jelasnya.
Keberadaan bantuan tersebut perlu dipastikan manfaatnya bagi warga. Masyarakat berhak mengetahui apakah seluruh sumur bor telah dibangun, berfungsi dengan baik, dan mampu memenuhi kebutuhan air bersih di kedua dusun tersebut.
Di sisi lain, Pemerintah Desa Watumbohoti di bawah kepemimpinan Kepala Desa Rahman, S.Pd., perlu memberikan penjelasan mengenai penanganan keluhan warga, kondisi jaringan perpipaan, serta langkah konkret yang telah dilakukan untuk mengatasi persoalan tersebut.
Jika keluhan masyarakat telah berlangsung selama bertahun-tahun, transparansi mengenai upaya penanganan menjadi penting agar warga memperoleh kepastian dan tidak terus menghadapi persoalan yang sama tanpa penyelesaian yang jelas.
Selain menyoroti pelayanan air bersih, Iksan juga mengungkap dugaan adanya pembongkaran area perpipaan yang dikaitkan dengan aktivitas pertambangan PT Agung Perkasa (GAP).
Dugaan ini perlu ditelusuri lebih lanjut untuk memastikan lokasi pembongkaran, kondisi jaringan perpipaan, serta kemungkinan hubungan antara aktivitas pertambangan dan terganggunya akses air bersih masyarakat.
Pemeriksaan lapangan diperlukan untuk mengetahui apakah jaringan perpipaan mengalami kerusakan, terdampak aktivitas alat berat, atau menghadapi persoalan lain yang menyebabkan aliran air tidak berfungsi.
Namun, keterkaitan aktivitas pertambangan PT GAP dengan terhentinya aliran air bersih belum dapat dipastikan. Karena itu, diperlukan bukti dan keterangan dari pihak-pihak terkait sebelum menarik kesimpulan mengenai penyebab maupun tanggung jawab atas persoalan tersebut.
Pihak PT Agung Perkasa (GAP) perlu memberikan klarifikasi mengenai aktivitas pertambangan di sekitar lokasi, termasuk apakah terdapat kegiatan yang bersinggungan dengan jaringan perpipaan air bersih milik masyarakat.
Persoalan ini tidak cukup diselesaikan hanya dengan melihat keberadaan sarana air bersih. Kondisi sumber air, jaringan distribusi, pengelolaan fasilitas, dan keberlanjutan pelayanan perlu diperiksa secara menyeluruh.
Pemerintah Desa Watumbohoti bersama Pemerintah Kabupaten Konawe Selatan dan instansi teknis terkait perlu memastikan penyebab tidak mengalirnya air bersih di Dusun I dapat diketahui secara pasti.
Apabila ditemukan kerusakan jaringan atau persoalan teknis lainnya, langkah perbaikan perlu segera direncanakan agar masyarakat dapat kembali memperoleh akses air bersih yang layak.
Pemeriksaan terhadap enam titik sumur bor yang disebut telah diperjuangkan melalui bantuan aspirasi juga penting dilakukan. Langkah ini diperlukan untuk memastikan fasilitas tersebut benar-benar berfungsi dan memberikan manfaat bagi masyarakat sesuai peruntukannya.
Air bersih merupakan kebutuhan mendasar yang seharusnya mendapat perhatian serius dari pemerintah. Keluhan yang disebut berlangsung selama bertahun-tahun menjadi alasan kuat bagi pihak terkait untuk melakukan evaluasi dan mencari solusi yang terukur.
Warga membutuhkan lebih dari sekadar penjelasan. Mereka membutuhkan kepastian mengenai penyebab terganggunya pelayanan air bersih, pihak yang bertanggung jawab melakukan penanganan, serta jadwal penyelesaian yang jelas.
Hingga berita ini disusun, tanggapan Kepala Desa Watumbohoti, Rahman, S.Pd., dan pihak PT Agung Perkasa (GAP) belum diperoleh untuk dimuat dalam laporan ini.
Klarifikasi kedua pihak tetap diperlukan guna memastikan pemberitaan berimbang sekaligus memberikan ruang bagi penjelasan mengenai kondisi pelayanan air bersih dan dugaan pembongkaran area perpipaan tersebut.
Masyarakat Watumbohoti kini membutuhkan kejelasan dan tindakan nyata. Persoalan air bersih yang disebut telah berlangsung bertahun-tahun harus ditelusuri secara terbuka agar penyebabnya diketahui dan solusi yang tepat dapat segera diwujudkan.
(Umar)
