Tengah Malam, Munafri Tinjau Posko Banjir di Biringkanaya, Pastikan Warga Terlayani dengan Baik
  • Jelajahi

    Copyright © kabartujuhsatu.news
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Layanan Publikasi Media Online : Iklan, Berita, Banner

    Layanan Publikasi Media Online : Iklan, Berita, Banner
    Klik Gambar Inaproc Kabartujuhsatu di Kolom Pencarian

    Daftar Blog Saya

    Tengah Malam, Munafri Tinjau Posko Banjir di Biringkanaya, Pastikan Warga Terlayani dengan Baik

    Kabartujuhsatu
    Jumat, 27 Februari 2026, Februari 27, 2026 WIB Last Updated 2026-02-27T11:03:48Z
    masukkan script iklan disini


    Makassar, Kabartujuhsatu.news, Di saat sebagian besar warga telah beristirahat, lampu-lampu di posko pengungsian SDN Paccerakkang masih menyala terang. Di tengah suasana malam yang lembap pascabanjir, kehadiran Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, Kamis malam (26/2/2026), menjadi penegas bahwa pelayanan kepada masyarakat tidak mengenal waktu.


    Tepat pukul 22.35 Wita, Munafri tiba di lokasi pengungsian yang berada di Kelurahan Katimbang, Kecamatan Biringkanaya.


    Tanpa protokoler berlebihan, ia langsung menyapa warga satu per satu. Di posko tersebut, tercatat sebanyak 64 kepala keluarga dengan total 229 jiwa mengungsi akibat banjir yang melanda sejumlah wilayah, termasuk kawasan sekitar Kodam III.


    Kehadirannya bukan sekadar kunjungan simbolis. Munafri datang bersama jajaran perangkat daerah, camat, lurah hingga ketua RT/RW setempat untuk memastikan seluruh kebutuhan dasar warga benar-benar terpenuhi.


    Paket bantuan pun dibawa dan diserahkan langsung kepada para pengungsi, dengan prioritas kepada ibu hamil, balita, dan lansia.


    Di sela kunjungannya, Munafri menyempatkan diri berdialog dengan warga. Ia mendengarkan keluhan, mencatat kebutuhan mendesak, serta memastikan bahwa pelayanan kesehatan dan logistik berjalan optimal.


    “Bapak dan ibu, jika ada kebutuhan atau aspirasi, silakan sampaikan kepada kami. Selagi itu bisa kami bantu dan kerjakan, tentu akan kami penuhi, baik makanan, obat-obatan, maupun kebutuhan lainnya,” ujarnya di hadapan para pengungsi.


    Instruksi tegas pun disampaikan kepada seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) yang hadir. Dinas Kesehatan diminta memastikan layanan pengobatan tersedia selama 24 jam.


    Sementara Damkarmat dan PDAM diinstruksikan untuk menjamin ketersediaan air bersih. Dinas Sosial bersama BPBD bertanggung jawab atas kecukupan logistik, tenda darurat, hingga tempat tidur layak bagi warga.


    Munafri menekankan bahwa perhatian tidak boleh terfokus hanya pada satu titik pengungsian. Seluruh lokasi terdampak di kecamatan lain harus mendapatkan perlakuan dan pelayanan yang sama.


    “Kita harus memastikan tidak ada satu pun warga yang terabaikan, terutama kelompok rentan seperti ibu hamil, lansia, anak-anak, dan bayi,” tegasnya.


    Kunjungan tersebut juga menjadi pesan moral tentang pentingnya kepedulian antar sesama. Munafri mengajak seluruh jajaran pemerintah, relawan, serta ketua RT/RW untuk bersama-sama menjaga ketertiban dan keamanan di lingkungan pengungsian.


    Ia mengingatkan bahwa koordinasi pengawasan dan pengendalian di lokasi pengungsian akan dipimpin langsung oleh camat setempat sebagai penanggung jawab.


    Warga yang berasal dari kawasan Kodam III untuk sementara tetap berada di lokasi pengungsian hingga kondisi memungkinkan mereka kembali ke rumah masing-masing.


    “Seluruh kebutuhan bisa dipenuhi oleh Dinas Sosial, Dinas Kesehatan, BPBD, Satpol, Damkar, bersama RT/RW dan masyarakat. Pemerintah akan terus hadir, baik dalam suka maupun duka,” tuturnya.


    Kehadiran lengkap jajaran pemerintah kota pada malam itu menjadi simbol kuat bahwa pelayanan publik tidak berhenti meski waktu telah larut. Di tengah cuaca ekstrem dan kondisi sulit, empati menjadi fondasi utama.


    Bagi para pengungsi, kunjungan tersebut bukan hanya tentang bantuan logistik, tetapi juga tentang rasa diperhatikan dan diyakinkan bahwa mereka tidak sendirian menghadapi musibah.


    Pemerintah Kota Makassar pun memastikan penanganan banjir dilakukan secara terpadu, dengan fokus utama pada keselamatan dan pemenuhan kebutuhan dasar warga terdampak.


    (Red) 

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini