Sinergitas LSM dan Jurnalis di Soppeng Saat Ramadhan, Bahas Etika dan Profesionalisme Pers
  • Jelajahi

    Copyright © kabartujuhsatu.news
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Layanan Publikasi Media Online : Iklan, Berita, Banner

    Layanan Publikasi Media Online : Iklan, Berita, Banner
    Klik Gambar Inaproc Kabartujuhsatu di Kolom Pencarian

    Daftar Blog Saya

    Sinergitas LSM dan Jurnalis di Soppeng Saat Ramadhan, Bahas Etika dan Profesionalisme Pers

    Kabartujuhsatu
    Rabu, 25 Februari 2026, Februari 25, 2026 WIB Last Updated 2026-02-25T12:10:00Z
    masukkan script iklan disini


    Soppeng, Kabartujuhsatu.news, Momentum bulan suci Ramadhan dimanfaatkan sejumlah jurnalis dan aktivis Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) di Kabupaten Soppeng untuk mempererat sinergitas sekaligus membahas pentingnya etika dan profesionalisme dalam dunia pers.


    Pertemuan yang berlangsung di Warkop 63, Jalan Pasar sebelah timur Pusper, Rabu (25/2/2026) tersebut dihadiri Ketua LSM Saluran Informasi dan Investigasi Korupsi (SIDIK), Mahmud Cambang, Direktur RSSnews.id Erwin Petta Sakko, serta pemilik media Rilisinfonews.id Andi Irfan.


    Pertemuan ini berlangsung secara spontan. Awalnya, mereka hanya bertemu saat ngabuburit di anjungan Imangkawani, Namun, suasana kebersamaan di bulan Ramadhan mendorong mereka untuk melanjutkan diskusi hingga berbuka puasa bersama.


    Direktur RSSnews.id, Erwin Petta Sakko, menyebut pertemuan tersebut sebagai momentum sinergitas antara jurnalis dan LSM dalam membangun komunikasi yang lebih sehat dan konstruktif.


    “Pertemuan ini menjadi ruang silaturahmi sekaligus sinergitas jurnalis dan LSM. Kita ingin membangun komunikasi yang lebih baik demi kepentingan publik,” ujar Erwin.


    Menurutnya, hubungan antara media dan LSM sejatinya saling melengkapi. LSM berperan sebagai kontrol sosial melalui pengawasan dan kajian lapangan, sementara jurnalis bertugas menyampaikan informasi kepada masyarakat secara berimbang dan profesional.


    Pemilik Rilisinfonews.id, Andi Irfan, dalam kesempatan tersebut menegaskan pentingnya menjunjung tinggi etika jurnalistik sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.


    Ia mengapresiasi wartawan yang konsisten menjalankan prinsip verifikasi dan konfirmasi sebelum mempublikasikan berita.


    “Konfirmasi adalah hal yang wajib dilakukan sebelum berita ditayangkan. Meski menggunakan kata ‘duga’, tetap harus ada upaya klarifikasi agar akurasi informasi terjamin,” tegas Andi Irfan.


    Ia menambahkan, profesionalisme jurnalis tidak hanya diukur dari kecepatan pemberitaan, tetapi juga dari ketepatan data dan keseimbangan narasumber.


    Menurutnya, di era digital saat ini, tantangan media semakin besar karena arus informasi begitu cepat. Oleh karena itu, komitmen terhadap kode etik jurnalistik menjadi fondasi utama menjaga kepercayaan publik, tandasnya.



    Sementara itu, Ketua LSM SIDIK, Mahmud Cambang, menyampaikan apresiasi kepada para wartawan yang selama ini memberitakan hasil pemantauan dan laporan LSM secara proporsional.


    Ia mengakui bahwa media memiliki peran penting dalam menyampaikan kritik yang konstruktif kepada publik maupun pemangku kebijakan.


    “Kami berterima kasih kepada rekan-rekan jurnalis yang selama ini memberitakan hasil pantauan kami. Kritik yang disampaikan tentu bertujuan untuk perbaikan,” kata Mahmud.


    Menurutnya, kolaborasi antara LSM dan media harus tetap dilandasi rasa saling menghormati profesi masing-masing.


    Ia berharap komunikasi yang terjalin dapat terus diperkuat, terutama dalam momentum Ramadhan yang penuh berkah.


    Bulan suci Ramadhan dinilai menjadi momen tepat untuk mempererat hubungan antar profesi. Selain memperkuat silaturahmi, pertemuan tersebut juga menjadi ruang refleksi bersama tentang pentingnya menjaga integritas dalam menjalankan tugas.


    Erwin menambahkan bahwa sinergitas antara LSM dan jurnalis perlu dijaga secara berkelanjutan, bukan hanya dalam forum diskusi informal, tetapi juga dalam kerja-kerja profesional sehari-hari.


    “Kita harus tetap saling menghormati dan menjaga etika profesi. Kolaborasi yang sehat akan menghasilkan informasi yang berkualitas bagi masyarakat,” ujarnya.


    Pertemuan sederhana yang berawal dari ngabuburit itu pun berakhir dengan komitmen bersama untuk terus menjalin komunikasi yang konstruktif, menjaga profesionalisme, serta mengedepankan kepentingan publik dalam setiap aktivitas jurnalistik maupun advokasi sosial.


    (Red/Her) 

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini