Soppeng, Kabartujuhsatu.news, Ikatan Mahasiswa Pelajar Soppeng (IMPS) secara resmi menutup rangkaian kegiatan Kongres Istimewa XXXIV yang berlangsung selama tiga hari, sejak 6 hingga 8 Februari 2026.
Kongres ini mengusung tema “Merekonstruksi Makna dari ‘Mappasitinaja, Mappakalebbi, Mappadeceng’ Menuju IMPS yang Berintegritas” dan menjadi momentum penting dalam perjalanan organisasi IMPS ke depan.
Kongres Istimewa XXXIV diselenggarakan sebagai upaya konsolidasi organisasi guna membangun kembali struktur Pengurus Besar (PB) IMPS yang solid, berintegritas, serta berlandaskan nilai-nilai kearifan lokal Bugis yang menjadi identitas IMPS.
Nilai mappasitinaja (kepatutan), mappakalebbi (saling menghormati), dan mappadeceng (berbuat kebaikan) ditekankan sebagai landasan moral dalam menjalankan roda organisasi.
Selama pelaksanaan kongres, para delegasi dari berbagai cabang dan komisariat IMPS mengikuti serangkaian agenda penting. Salah satu fokus utama kongres adalah pembahasan dan peninjauan kembali Anggaran Dasar (AD) serta Garis Besar Haluan Organisasi (GBHO).
Pembahasan ini bertujuan untuk menyesuaikan arah kebijakan organisasi dengan dinamika zaman serta tantangan yang dihadapi mahasiswa dan pelajar Soppeng saat ini.
Forum kongres berlangsung secara dinamis dan demokratis. Setiap delegasi diberikan ruang untuk menyampaikan pandangan, kritik, dan gagasan demi penyempurnaan regulasi organisasi. Hal ini mencerminkan semangat kolektif dan komitmen bersama dalam membangun IMPS yang lebih baik.
Pemilihan Pimpinan Baru IMPS
Agenda krusial lainnya dalam Kongres Istimewa XXXIV adalah pemilihan pimpinan organisasi.
Melalui mekanisme yang telah disepakati bersama, forum kongres akhirnya menetapkan Muhammad Arifin Syam sebagai Formatur Ketua Pengurus Besar IMPS.
Ia dipercaya untuk memimpin IMPS sebagai badan eksekutif tertinggi di tataran organisasi.
Sementara itu, untuk struktur Majelis Permusyawaratan Organisasi (MPO), forum kongres menetapkan Muhammad Ilham sebagai Ketua MPO IMPS.
MPO IMPS sendiri berperan sebagai badan legislatif dan yudikatif tertinggi yang berfungsi mengawal konstitusi serta memastikan jalannya organisasi sesuai dengan aturan yang berlaku.
Terpilihnya kedua figur tersebut diharapkan mampu membawa semangat baru serta memperkuat sinergi antarstruktur dalam tubuh IMPS.
Koordinator Badan Pekerja Kongres (BPK) dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam menyukseskan kongres ini.
Ia juga menyampaikan harapan besar agar hasil-hasil kongres dapat menjadi pijakan yang kokoh bagi keberlangsungan IMPS ke depan.
“Semoga Kongres Istimewa yang kami laksanakan ini dapat menjadi harapan yang baik bagi seluruh delegasi IMPS dan mampu melahirkan kepengurusan yang amanah serta berintegritas,” ujarnya.
Dengan berakhirnya Kongres Istimewa XXXIV ini, IMPS diharapkan mampu melanjutkan perannya sebagai wadah pengkaderan, perjuangan, dan pengabdian mahasiswa serta pelajar Soppeng, baik di tingkat lokal maupun nasional.
Seluruh keluarga besar IMPS pun menyampaikan ucapan selamat dan sukses kepada Muhammad Arifin Syam dan Muhammad Ilham atas amanah yang telah diberikan.
Besar harapan, kepemimpinan baru ini dapat membawa IMPS semakin progresif, beretika, dan tetap berakar pada nilai-nilai budaya luhur.
(Red)



