Soppeng, Kabartujuhsatu.news, Kondisi toilet di Kantor DPRD Kabupaten Soppeng kembali menjadi sorotan publik. Kali ini, kritik datang dari Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Saluran Informasi dan Investigasi Korupsi (Sidik) yang menilai fasilitas dasar di lingkungan kantor wakil rakyat tersebut jauh dari standar kelayakan dan kebersihan.
Ketua LSM Sidik, Mahmud Cambang, mengungkapkan bahwa hasil pantauan langsung di lokasi menunjukkan kondisi toilet yang memprihatinkan.
"Lantai toilet tampak tergenang air, menimbulkan kesan kotor, jorok, dan tidak terawat. Situasi tersebut dinilai dapat mengganggu kenyamanan pegawai, tamu, hingga masyarakat yang berurusan di Kantor DPRD Kabupaten Soppeng. Pantauan tersebut dilakukan pada Senin (19/1/2026).
Menurut Mahmud, kondisi ini sangat ironis mengingat DPRD merupakan lembaga legislatif yang seharusnya menjadi contoh dalam hal pelayanan publik, termasuk penyediaan fasilitas umum yang bersih dan layak.
“Toilet yang kotor dan tergenang air bukan persoalan sepele. Ini mencerminkan lemahnya manajemen pemeliharaan fasilitas.
"Sangat disayangkan, kantor para pengambil kebijakan justru abai terhadap hal mendasar seperti kebersihan,” tegas Mahmud.
Ia menambahkan, kebersihan toilet bukan hanya soal estetika, tetapi juga berkaitan dengan kesehatan dan citra institusi.
"Fasilitas umum yang tidak terawat, kata dia, dapat menciptakan persepsi negatif di mata masyarakat terhadap kinerja dan kepedulian DPRD sebagai lembaga publi"..
Lebih jauh, Mahmud Cambang juga menyinggung soal anggaran kebersihan yang dialokasikan untuk Kantor DPRD Kabupaten Soppeng.
Ia mempertanyakan transparansi serta efektivitas penggunaan anggaran tersebut, mengingat kondisi di lapangan dinilai tidak mencerminkan adanya perawatan rutin.
“Anggaran kebersihan itu ada. Namun yang perlu dipertanyakan adalah bagaimana penggunaannya dan sejauh mana pengawasannya. Jangan sampai dana publik hanya tercatat rapi di atas kertas, sementara kondisi fasilitas umum justru memprihatinkan,” ujarnya.
LSM Sidik menilai, jika pengelolaan anggaran dilakukan secara optimal dan diawasi dengan baik, maka fasilitas dasar seperti toilet seharusnya berada dalam kondisi bersih dan layak pakai setiap saat.
Atas kondisi tersebut, Mahmud mendesak Sekretariat DPRD Kabupaten Soppeng untuk segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem pemeliharaan fasilitas kantor.
Ia juga meminta adanya pembenahan serius dan berkelanjutan agar toilet dan fasilitas umum lainnya tidak lagi menjadi bahan kritik masyarakat.
“Perbaikan jangan hanya bersifat sementara. Harus ada sistem perawatan yang jelas dan berkelanjutan, sehingga DPRD benar-benar mencerminkan lembaga pelayanan publik yang profesional dan bertanggung jawab,” pungkasnya.
Hingga berita ini diturunkan, pihak Sekretariat DPRD Kabupaten Soppeng belum memberikan keterangan resmi terkait sorotan tersebut.
(Red)




