Soppeng, Kabartujuhsatu.news
Kabupaten Soppeng kembali menghadirkan destinasi kuliner dan tempat nongkrong baru yang unik serta sarat nilai budaya dan nostalgia. Qopsa Coffee, atau yang juga dikenal dengan nama Qopi Sawah Coffee, resmi menjadi salah satu pilihan favorit masyarakat untuk menikmati kopi sambil merasakan suasana pedesaan yang tenang dan asri.
Mengusung konsep rumah tua klasik yang dipadukan dengan keindahan alam persawahan, Qopsa Coffee menawarkan pengalaman berbeda dari kedai kopi pada umumnya.
Tempat ini tidak hanya menyuguhkan cita rasa kopi, tetapi juga menghadirkan suasana penuh kenangan masa lalu yang kental akan nilai sejarah dan budaya lokal.
Qopsa Coffee berlokasi di Jalan Poros menuju Lejja, Kecamatan Marioriawa, sekitar 400 meter dari Jalan Poros Soppeng–Sidrap. Lokasinya yang strategis membuat kafe ini mudah dijangkau oleh pengunjung, baik dari pusat kota Soppeng maupun dari daerah sekitarnya.
Dari arah Lejja, pengunjung akan langsung disambut dengan sebuah kasebo yang berada di sisi kanan jalan. Kasebo tersebut difungsikan sebagai area nongkrong terbuka bagi pengunjung yang ingin menikmati kopi sambil menghirup udara segar pedesaan.
Di bagian belakangnya, berdiri kokoh sebuah rumah tua berlantai dua yang menjadi ikon utama Qopsa Coffee.
Memasuki lantai pertama, pengunjung akan langsung merasakan nuansa rumah tempo dulu yang begitu kuat. Interior ruangan didominasi oleh berbagai barang antik, seperti televisi jadul, lampu gas tradisional, perabot kayu klasik, serta dinding dan ornamen bergaya lama yang masih dipertahankan keasliannya.
Bagi pengunjung yang lahir di era 1970-an dan 1980-an, suasana ini seolah membawa kembali kenangan masa kecil dan kehidupan tempo dulu.
Sementara itu, lantai dua Qopsa Coffee juga dapat digunakan oleh pengunjung untuk bersantai. Di area ini, disediakan kursi-kursi antik yang nyaman dengan konsep terbuka.
Keistimewaan lantai dua terletak pada pemandangan alamnya, di mana rumah tua ini berdiri tepat di tepi hamparan sawah hijau yang membentang luas.
Panorama persawahan yang menyejukkan mata menjadi daya tarik utama, terutama pada sore hari menjelang matahari terbenam. Suasana pedesaan yang tenang, udara segar, serta pemandangan alam yang alami menjadikan Qopsa Coffee sebagai tempat ideal untuk melepas penat dari rutinitas sehari-hari.
Owner Qopsa Coffee, Kasmawati, mengungkapkan bahwa konsep yang diusung sengaja menggabungkan unsur klasik dan alam untuk menciptakan kenyamanan sekaligus menghadirkan nilai budaya bagi pengunjung. Staf DPRD Kabupaten Soppeng ini juga menyampaikan bahwa ke depan Qopsa Coffee akan menghadirkan hiburan musik akustik setiap malam Minggu.
“Kami ingin Qopsa Coffee menjadi tempat yang hangat dan akrab, bukan hanya sekadar tempat minum kopi. Dengan live music akustik, kami berharap pengunjung bisa lebih menikmati suasana,” ujar Kasmawati. Jum'at (9/1/2025).
Ia juga berharap Qopsa Coffee dapat menjadi ruang berkumpul masyarakat, tempat berbagi cerita, berdiskusi, dan menikmati suasana pedesaan yang kini mulai jarang ditemui. Menurutnya, mempertahankan konsep rumah tua juga merupakan bentuk upaya menjaga nilai budaya dan sejarah agar dapat dikenalkan kepada generasi muda.
“Melalui rumah tua ini, kami ingin anak-anak muda bisa mengenal dan menghargai peninggalan masa lalu, karena di situlah identitas dan budaya kita,” tambahnya.
Salah satu pengunjung, Omba, mengaku terkesan dengan suasana yang ditawarkan Qopsa Coffee.
Menurutnya, tempat ini memberikan ketenangan dan kenyamanan yang jarang ditemukan di kafe-kafe modern.
“Tempatnya tenang, pemandangannya bagus, dan suasananya bikin rindu kampung. Cocok untuk santai dan ngobrol lama,” ungkapnya.
Dengan konsep yang unik, lokasi strategis, sentuhan budaya klasik, serta panorama alam yang menawan, Qopsa Coffee Soppeng diyakini akan menjadi salah satu destinasi kuliner dan tempat nongkrong favorit di Kabupaten Soppeng dan sekitarnya.
(Red)








