Dengan Teknologi AI, Kemenag RI Optimalkan Bimbingan Konseling di Wilayah 3T
  • Jelajahi

    Copyright © kabartujuhsatu.news
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Layanan Publikasi Media Online : Iklan, Berita, Banner

    Layanan Publikasi Media Online : Iklan, Berita, Banner
    Klik Gambar Inaproc Kabartujuhsatu di Kolom Pencarian

    Daftar Blog Saya

    Dengan Teknologi AI, Kemenag RI Optimalkan Bimbingan Konseling di Wilayah 3T

    Kabartujuhsatu
    Kamis, 15 Januari 2026, Januari 15, 2026 WIB Last Updated 2026-01-15T13:59:48Z
    masukkan script iklan disini


    Tulungagung, Kabartujuhsatu.news, Kementerian Agama (Kemenag) RI terus menunjukkan komitmennya dalam mendorong transformasi digital pendidikan Islam di Indonesia. Salah satu langkah strategis terbaru diwujudkan melalui pemanfaatan teknologi Artificial Intelligence (AI) dalam sistem bimbingan dan konseling sekolah, sebagai bagian dari persiapan Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) PTKIN 2026.


    Langkah inovatif tersebut diperkenalkan secara resmi melalui Workshop Virtual Nasional yang digelar pada Kamis, 15 Januari 2026.


    Kegiatan ini diikuti oleh ribuan peserta yang terdiri dari Guru Bimbingan Konseling (BK), kepala sekolah, hingga operator sekolah dari berbagai daerah di Indonesia, termasuk wilayah 3T (Terdepan, Terluar, dan Tertinggal).


    Ketua Panitia Nasional PMB PTKIN 2026, Prof. Dr. Abd. Aziz, M.Pd.I., menegaskan bahwa pendekatan konvensional dalam penjurusan siswa perlu diperkuat dengan teknologi berbasis data. Menurutnya, AI hadir sebagai alat bantu strategis untuk meningkatkan akurasi pemetaan potensi siswa.


    “Kita memasuki era di mana data menjadi kompas utama pengambilan keputusan. Dengan dukungan AI, proses bimbingan tidak lagi bersifat spekulatif, tetapi berbasis analisis pola minat, bakat, dan potensi siswa,” ujar Prof. Aziz.


    Ia menambahkan, pemanfaatan AI bertujuan memastikan setiap peserta didik memperoleh rekomendasi jurusan yang sesuai saat melanjutkan studi ke Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN).


    Meski teknologi AI diperkenalkan secara masif, Kemenag menegaskan bahwa peran Guru BK tidak tergantikan. Hal ini disampaikan oleh Dr. Dzinnun Hadi, M.Pd., pakar konseling dari UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung.


    Menurutnya, AI difungsikan sebagai Decision Support System (DSS) yang membantu guru dalam melakukan skrining awal kecenderungan akademik dan psikologis siswa.


    “AI bekerja di balik layar untuk mengolah data secara cepat dan efisien. Namun, keputusan akhir dan sentuhan emosional tetap berada di tangan Guru BK. Human touch tetap menjadi kunci utama dalam konseling,” jelas Dr. Dzinnun.


    Dengan dukungan teknologi ini, Guru BK diharapkan dapat lebih fokus pada pendampingan personal siswa, tanpa terbebani pekerjaan administratif yang kompleks.


    Selain materi konseling berbasis AI, workshop ini juga mengupas secara teknis pembaruan Pangkalan Data Sekolah dan Siswa (PDSS). Haris Setiaji, M.T.I., Koordinator Pokja SSE PMB PTKIN 2026, mengungkapkan bahwa sistem tahun ini dirancang lebih tangguh dan adaptif.


    Beberapa pembaruan utama PDSS PMB PTKIN 2026 meliputi:


    Low Latency System: Akses sistem lebih cepat dan minim gangguan.


    Mitigasi Teknis Otomatis: Mengurangi potensi kesalahan input data.


    Optimalisasi Infrastruktur: Tetap dapat diakses di wilayah dengan keterbatasan jaringan.


    “Akurasi data PDSS adalah harga mati. Kesalahan input bisa berdampak langsung pada peluang siswa lolos jalur SPAN-PTKIN,” tegas Haris.


    Tingginya partisipasi peserta dari daerah 3T menjadi sorotan tersendiri dalam workshop ini. Panitia memastikan bahwa seluruh sistem PMB PTKIN 2026 dirancang inklusif dan ramah bandwidth, sehingga tetap dapat digunakan secara optimal meskipun dengan keterbatasan infrastruktur internet.


    Sebagai bentuk apresiasi, peserta workshop memperoleh sertifikat 20 Jam Pelajaran (JP) yang dapat digunakan sebagai penguatan kompetensi dan up-skilling digital tenaga pendidik.


    Bagi guru atau masyarakat yang belum sempat mengikuti kegiatan ini secara langsung, seluruh materi workshop dan panduan teknis telah tersedia dan dapat diakses melalui kanal YouTube resmi @pmbptkin.


    Dengan integrasi teknologi AI dalam sistem konseling dan penguatan infrastruktur digital, Kemenag optimistis pelaksanaan PMB PTKIN 2026 akan menghasilkan input mahasiswa yang lebih berkualitas.


    Transformasi ini diharapkan mampu melahirkan generasi PTKIN yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga kokoh secara spiritual dan berdaya saing di era digital.


    (Red) 

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini