Makassar, Kabartujuhsatu.news, Seorang warga bernama Dg Nai dilaporkan tenggelam di wilayah Kecamatan Manggala, Kota Makassar, tepatnya di sekitar Waduk Nipa-Nipa.
Hingga saat ini, korban masih belum ditemukan dan proses pencarian terus dilakukan oleh tim SAR gabungan.
Informasi yang dihimpun menyebutkan, sebelum dilaporkan hilang, korban sempat terlihat menyeberangi waduk menggunakan perahu barunya. Namun setelah kejadian tersebut, korban tidak kembali ke rumah. Pihak keluarga yang merasa khawatir kemudian melaporkan kejadian ini kepada pihak berwenang.
Menurut keterangan Ansar, salah satu anggota keluarga korban, sejak terakhir terlihat menyeberang waduk, korban beserta perahunya belum ditemukan hingga sekarang. Hal tersebut memicu dilakukannya operasi pencarian dan pertolongan oleh berbagai unsur terkait.
Menindaklanjuti laporan tersebut, BPBD Kota Makassar bersama unsur SAR gabungan dan relawan langsung bergerak melakukan operasi pencarian. Pencarian pertama dilakukan sejak Sabtu malam pukul 20.00 WITA hingga 03.00 WITA dini hari, kemudian dilanjutkan kembali pada hari berikutnya mulai pukul 08.30 WITA dan masih berlangsung hingga saat ini. Kamis (8/1/2025).
Dalam operasi pencarian tersebut, BPBD Kota Makassar menurunkan dua regu Tim Reaksi Cepat (TRC) dengan total 24 personel.
Selain itu, tim juga didukung oleh dua unit perahu karet (Sillinger), tiga unit mobil rescue, serta berbagai peralatan SAR lengkap guna memaksimalkan proses pencarian korban di lokasi kejadian.
Adapun unsur yang terlibat dalam operasi pencarian dan pertolongan ini meliputi:
BPBD Kota Makassar
BPBD Kabupaten Gowa
Basarnas
SAR Polri
Damkar Kota Makassar
Polairud
Dompet Dhuafa
Baznas
SAR Universitas Hasanuddin (Unhas)
SAR Logis
SAR Universitas Bosowa (Unibos)
Saat ini, fokus pencarian diarahkan ke aliran Sungai Tallo, dengan mempertimbangkan kemungkinan korban terbawa arus air dari lokasi awal kejadian di Waduk Nipa-Nipa. Namun demikian, kondisi cuaca serta arus air yang cukup deras menjadi kendala utama dan menyulitkan tim di lapangan dalam melakukan penyisiran.
Sebagai bentuk komitmen dan tanggung jawab pemerintah daerah dalam penanganan kondisi darurat, Kepala BPBD Kota Makassar turut turun langsung ke lokasi dan terlibat dalam proses pencarian korban.
BPBD Kota Makassar juga mengimbau kepada masyarakat agar lebih waspada saat beraktivitas di sekitar perairan, khususnya saat menggunakan perahu atau beraktivitas di waduk dan sungai. Selain itu, pihak BPBD berharap dukungan dan doa dari seluruh masyarakat agar korban dapat segera ditemukan.
Operasi pencarian akan terus dilakukan secara maksimal, terpadu, dan berkelanjutan, sementara perkembangan terbaru terkait hasil pencarian akan disampaikan sesuai dengan kondisi dan laporan dari lapangan.
(Red)



