Berbahagialah Bisa Pulang Mudik Karena Mudik Itu Asyik
  • Jelajahi

    Copyright © kabartujuhsatu.news
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Daftar Blog Saya

    Berbahagialah Bisa Pulang Mudik Karena Mudik Itu Asyik

    Kabartujuhsatu
    Sabtu, 30 April 2022, April 30, 2022 WIB Last Updated 2022-04-30T20:52:51Z
    masukkan script iklan disini

    Jakarta, Kabartujuhsatu.news,-Mudik itu memang asyik, kecuali untuk menandai kita masih punya kampung halaman -- meski sudah tinggal separo karena mungkin sudah tergadai atau dijual kepada bangsa asing -- mudik itu juga menandai bahwa kita masih ingat sanak famili di kampung.

    Karena itu wajar bila mereka yang tak bisa mudik ada semacam yang mengganjal, seperti ada yang kurang lengkap.

    Pokoknya, kalau tak sempat mudik pada setiap hari raya lebaran, wajar kalau ada yang kurang abdol, meski setelah sampai di kampung pun, tak terlalu banyak yang bisa dibuat, kecuali sedikit berbagi dengan sanak saudara yang belum cukup beruntung menikmati hasil pembangunan di Indonesia yang sejak awal kemerdekaan telah bertekad hendak mensejahterakan seluruh rakyat, tanpa kecuali bagi sanak famili kita di kampung yang belum menikmati hasil pembangunan yang terus menjadi topik bahasan utama bagi semua penguasa yang silih berganti memimpin negeri ini. 

    Semua mengklaim  sudah berhasil, meski Sekolah Rakyat -- yang sudah diubah pula namanya menjadi Sekokah Dasar justru semakin banyak ditinggal oleh penduduk setempat, karena mutu dan kualitas penyelenggara dan sarananya tak kunjung ditingkatkan.

    Begitu pula ragam  fasilitas yang dibutuhkan rakyat setempat, tetap kurang memadai untuk dapat menggerakkan usaha rakyat, karena semua tunpuan tetap terpusat di kota.

    Acara mudik yang asyik di kampung, memang bisa mengungkap semua nostalgia yang baik semakin untuk dikenang, yang lara dan nestapa dapat menjadi pelecut untuk semakin gigih berjibaku di kota, karena di desa memang tak banyak yang bisa menjanjikan masa depan yang lebih baik, kecuali hanya untuk tokoh-tokoh tertentu saja yang tinggal memetik hasilnya setelah sekian lama didera derita.

    Kesempatan mudik pun bisa juga menjadi kesempatan berbagi pengalaman, bagaimana caranya untuk hidup sukses di kota, sehingga untuk sanak keluarga yang tertarik untuk mengubah tata hidup dan kehidupan, bisa diboyong serta sekembali nanti dari kampung halaman. 

    Agaknya, dalam konteks ini upaya pemerintah memindahkan Ibu Kota Negara dari Jakarta ke Penajam, Kalimantan Timur mendapat pembenaran serta anggukan, meski tak sepenuhnya setuju, karena akan membelah konsentrasi mereka yang terlanjur mapan mempunyai pekerjaan di Ibu Kota Jakarta.

    Mudik sungguh romantik bila bisa berbagi apa saja dengan sanak famili dari apa saja yang sudah dapat diperoleh di kota untuk semua sanak saudara yang ada di desa atau kampung halaman. 


    Meski ukuran keberhasilan tetap dominan ditandai dengan kepemilikan harta benda yang melimpah dengan terus berbagi pada segenap warga dan tetangga yang ada di kampung, itupun mungkin sekedar untuk membuktikan bahwa sebagai anggota keluarga atau warga desa atau kampung setempat sudah bisa sedikit bebas dari himpitan kemiskinan.

    Karena itu, pesta-pesta kecil pun acap dibuat untuk sekedar berbagi kebahagiaan dan keceriaan, atau bahkan, tidak sedikit juga yang melakukan semacam hajatan sebagai ekspresi syukur bagi mereka yang masih menggenggam tradisi keagamaan yang kental.

    Tapi yang pasti adalah reuni bagi segenap sanak famili -- sehingga keyakinan pada pepatah usang yang mengatakan "mangan ora mangan sing penting kumpul" membuktikan ikatan kekerabatan dalam tradisi suku bangsa kita sungguh patut dilestarikan.

    Sebab dengan begitu ikatan rasa persaudaraan bisa tetap terjaga, tak seperti mereka yang terlanjur diguyur budaya metropolitin, atau materialistik kapitalisme yang memang sangat individualistik. 

    Dan tentu saja tak mengenal tradisi gotong royong, seperti kata Bung Karno bahwa sifat gotong royong itu adalah sari pati dari Pancasila.

    Jadi sekedar pesan moral dari yang tak sempat mudik, nikmatilah mudik itu dengan baik. 

    Karena tidak semua orang bisa  mudik, alasannya bisa sangat beragam macam, mulai dari yang tak punya duit, hingga diantaranya yang tak lagi punya sanak saudara di desa atau di kampung halaman. 

    Tapi mungkin yang lebih malang, diantara kami yang sudah tak lagi punya kampung halaman  seperti kalian.


    Jakarta, 1 Mei 2022
    Jacob Ereste
    Komentar

    Tampilkan

    Terkini