Julinar Sinaga : Suara Hati Untuk Sang Pencipta

Julinar Sinaga : Suara Hati Untuk Sang Pencipta



Pintu Hijrahku
Sang Fajar masih bersinar
Kesempatan yang Engkau beri,
selalu terbuka lebar
Pintu ampunan terhampar luas membentang

Namun nafsu seringkali datang menghadang
Terjebak dalam bias dunia
Kala dunia yang menggiurkan
ingin ku genggam
Kala pernak pernik dunia ini
ingin ku gapai

Disanalah udara yang ku hirup
sering menyesakkan
Disanalah kehampaan menerpa
Disanalah hati sering sekali diuji

Dan disinilah, aku,
"Sang Manusia Akhir Zaman
Penuh dengan cela
Penuh dengan dosa
Tapi masih berharap surga

Pagi ini,
Apa yang paling aku syukuri?

Mentari masih terbit.
Dan aku masih bisa merasakan nikmat

Kau tahu ini?
Sepanjang malam ku bermimpi,
Kesempatan telah habis!
Dosaku tak akan lagi diampuni!
Membayangkan api neraka yang menyala nyala.

Datang menghampiriku,
menjilati dengan ganasnya!

Mengguncang….
menggerogoti setiap inci tubuh ini

Merintih keras saking dahsyatnya…!
Ku bersujud menangis sampai tak ada lagi suara yang bisa ku keluarkan

Ya ALLAH
Sebentar saja ku di dunia..

Namun bisa lupa
Segala yang Engkau janjikan

Mataku buta
Tak bisa melihat KuasaMu yang agung

Mulutku bisu
tak bisa bersyukur
atas segala nikmat yang Engkau beri

Telingaku tuli mendengar seruan
untuk kembali ke sisiMu

Tanganku lumpuh,
tak bisa berbuat kebaikan

Dunia yang sebentar,
lalu lupa dengan akhirat yang kekal

….Na'udzubillaahi min dzalik
Ku lihat lagi langit
Ku menangis kembali
Ku menunduk
Mataku berkaca kaca
Mengutuk diri sendiri

Lalu kini,
Fa bi ayyi aalaa - i rabbikumaa tukadzdzibaan
Nikmat mana lagi yang aku dustakan?!

Engkau lah Maha Pemurah lagi Maha Pengasih

Dari timur,
ku lihat sang fajar nampak

Pintu ampunan Mu..
Yang seluas langit dan bumi
Masih terbuka bagi siapa saja untuk…

Mereka yang berharap
Mereka yang meminta tulus kepada Nya
Mereka yang menangis di sepertiga malam

Mereka yang menangis karena takut
Takut akan dosa dosanya
Takut dengan Mu Ya Allah

Ya, Sang Fajar masih terbit dari timur.
Ku memulai jalan ini
Dengan mengahrap ridha Sang Illaahi

Sebentar aku bernostalgia,
Terhadap masa lalu
Menapaki jalan yang dulu aku lalui

Menangis lagi
Ku terbenam lagi
dalam sujud kepadamu
Ku menengadahkan wajah
Mengangkat tangan kepada Mu Ya Rabbi

Tanda Engkaulah Yang Maha Mengabulkan Sesuatu
Tak ada lagi tempat selain diriMu

Detik ini
Izinkan aku Yaa Allaah
Mendekat satu langkah ke hadapanMu
Dengan jiwa penuh aib nan kotor

Izinkan aku Yaa Allaah
Berlari ke arahMu
Dengan hati yang baru
Hati yang hanya mengharap ampunan dan ridhoMu

by Julinar Sinaga
Lebih baru Lebih lama
Premium By Raushan Design With Shroff Templates