-->
  • Jelajahi

    Copyright © kabartujuhsatu.news
    Best Viral Premium Blogger Templates
    pasang

    Daftar Blog Saya

    Ilmuwan Rusia: Virus Corona Dapat Mati di Air Panas Suhu Mendidih

    kabartujuhsatu
    Minggu, 02 Agustus 2020, Agustus 02, 2020 WIB Last Updated 2020-08-03T03:04:52Z
    masukkan script iklan disini




    Gambar salah satu permandian Air Panas di Lejja Desa Bulue,  Kecamatan Marioriawa, Kabupaten Soppeng, Provinsi Sulawesi Selatan, Indonesia. 


    Kabartujuhsatu.news, - Para ilmuwan Rusia melaporkan, coronavirus dapat dibunuh dengan air panas pada suhu mendidih dalam waktu 72 jam.

    Anadolu Agency, sebuah kantor berita milik pemerintah yang berkantor pusat di Ankara, Turki, melaporkan, penelitian yang dilakukan oleh Pusat Penelitian Negara Bagian Virologi dan Bioteknologi VECTOR menyarankan bahwa air pada suhu mendidih dapat menghancurkan virus SARS-CoV-2 yang menyebabkan COVID-19 secara lengkap dan instan.

    Penelitian menunjukkan bahwa 90 persen partikel virus mati dalam air bersuhu ruangan dalam 24 jam dan 99,9 persen dalam 72 jam. Temuan dari penelitian yang diterbitkan pada hari Kamis oleh Layanan Federal Rusia untuk Kesejahteraan Manusia menunjukkan bahwa ketahanan virus corona secara langsung tergantung pada suhu air.

    Penelitian ini mengklaim bahwa virus tidak berkembang biak di laut atau air tawar. Studi ini menunjukkan bahwa virus dapat tetap aktif hingga 48 jam pada permukaan stainless steel, linoleum, kaca, plastik, dan keramik.

    Namun, penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar disinfektan rumah tangga efektif terhadap virus SARS-CoV-2. Studi ini menemukan bahwa etil dan isopropil alkohol dengan konsentrasi 30 persen dapat membunuh hingga jutaan partikel virus dalam waktu setengah menit. Ini bertentangan dengan penelitian sebelumnya yang menunjukkan konsentrasi lebih dari 60 persen diperlukan untuk menghancurkan virus.

    Studi ini menemukan bahwa desinfektan dengan klorin dapat sepenuhnya membersihkan permukaan coronavirus dalam 30 detik.

    Sementara itu, laporan yang mengutip sumber pemerintah menunjukkan bahwa Rusia berencana untuk menyetujui vaksin coronavirus untuk penggunaan luas pada pertengahan Agustus.

    Namun, belum merilis data ilmiah pada uji coba vaksin COVID-19. Kandidat vaksin COVID-19 pertama negara yang dikembangkan oleh Pusat Penelitian Nasional Gamaleya saat ini dalam uji coba fase 2 dengan para peneliti berencana untuk meluncurkan uji coba fase 3 setelah 3 Agustus.
    Komentar

    Tampilkan

    Terkini