Guru SD Negeri 3 Lemba Tulis Buku Filsafat Pendidikan, Riswan Asmari Soroti Tantangan Era Digital

Guru SD Negeri 3 Lemba Tulis Buku Filsafat Pendidikan, Riswan Asmari Soroti Tantangan Era Digital


Soppeng, Kabartujuhsatu.news, Dunia pendidikan di era digital menghadapi tantangan yang semakin kompleks. Perkembangan teknologi menuntut tenaga pendidik untuk terus beradaptasi, namun inovasi pembelajaran tetap harus berpijak pada nilai-nilai kemanusiaan, pembentukan karakter, dan moralitas.

Persoalan tersebut menjadi salah satu perhatian Riswan Asmari, S.Pd., M.Pd., guru SD Negeri 3 Lemba, Kabupaten Soppeng, Jum'at (23/10/2026) melalui buku karyanya berjudul Rekonstruksi Filsafat Pendidikan di Era Digital.

Buku ini mengangkat pemikiran tentang pentingnya menata kembali arah pendidikan agar mampu menjawab perubahan zaman tanpa kehilangan tujuan mendasar, yakni membentuk manusia yang berilmu, berkarakter, dan memiliki tanggung jawab moral.

Kehadiran karya tersebut sekaligus memperlihatkan kiprah Riswan yang tidak hanya berfokus pada kegiatan pembelajaran Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK), tetapi juga berkontribusi dalam pengembangan profesi guru, organisasi olahraga, serta kajian akademik.

Dalam bukunya, Riswan membahas berbagai persoalan mendasar pendidikan, mulai dari hubungan filsafat dengan pendidikan, aliran-aliran filsafat pendidikan, hingga pengembangan sumber daya manusia dalam perspektif pendidikan Islam.

Pembahasan juga mencakup hakikat dan potensi peserta didik, moderasi beragama, serta dimensi ontologi, epistemologi, dan aksiologi sebagai landasan untuk memahami hakikat pendidikan, sumber pengetahuan, dan nilai-nilai yang mendasari proses pembelajaran.

Salah satu pokok pemikiran yang diangkat adalah perlunya rekonstruksi sistem pendidikan di tengah transformasi digital. Teknologi dinilai memberikan peluang besar untuk memperluas akses pengetahuan, mengembangkan metode pembelajaran, serta mendorong lahirnya inovasi di lingkungan pendidikan.

Namun, pemanfaatan teknologi juga perlu disertai dengan penguatan etika, karakter, dan nilai kemanusiaan. Pendidikan tidak semestinya hanya berorientasi pada penguasaan teknologi, tetapi juga harus mampu membentuk peserta didik yang memiliki integritas dan tanggung jawab sosial.

Melalui pendekatan filosofis dan kontekstual, buku tersebut diharapkan dapat menjadi bahan bacaan bagi mahasiswa, guru, akademisi, serta masyarakat yang ingin memahami dinamika pendidikan secara lebih mendalam.

Pesan yang ingin ditekankan ialah teknologi harus ditempatkan sebagai sarana pendukung pembelajaran, bukan sebagai pengganti nilai-nilai fundamental yang menjadi dasar penyelenggaraan pendidikan.

Lahirnya buku Rekonstruksi Filsafat Pendidikan di Era Digital tidak terlepas dari perjalanan akademik dan pengalaman profesional Riswan Asmari di bidang pendidikan.

Ia menyelesaikan pendidikan S1 Pendidikan Jasmani, Kesehatan, dan Rekreasi serta S2 Pendidikan Jasmani dan Olahraga di Universitas Negeri Makassar. Pada 2022, ia menuntaskan Pendidikan Profesi Guru (PPG) di Universitas Halu Oleo.

Sejak 2025, Riswan melanjutkan pendidikan doktoral pada program Dirasah Islamiyah, konsentrasi Pendidikan Keguruan, di Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar.

Pengalaman mengajarnya dimulai di SMA Model Negeri 3 Palu pada 2009–2012, kemudian berlanjut di SMA Negeri 8 Bulukumba pada 2012–2014. Sejak 2014, ia mengabdikan diri sebagai guru PJOK di SD Negeri 3 Lemba, Kabupaten Soppeng.

Selain menjalankan tugas sebagai pendidik, Riswan juga dipercaya menjadi Guru Pamong dan Penguji UKP PPG di Universitas Negeri Makassar sejak 2025.

Di tingkat organisasi profesi, ia menjabat sebagai Ketua Kelompok Kerja Guru (KKG) Kecamatan Lalabata periode 2024–2026. Sementara di bidang olahraga, ia mengemban amanah sebagai Wakil Sekretaris II KONI Kabupaten Soppeng periode 2023–2027.

Riswan juga aktif dalam kepengurusan FOPI Kabupaten Soppeng dan pernah menjabat sebagai Sekretaris Umum ABTI Kabupaten Soppeng periode 2021–2025.

Berbagai pengalaman tersebut mempertemukan praktik pembelajaran di sekolah, pengembangan kompetensi pendidik, aktivitas organisasi olahraga, dan kajian akademik yang menjadi bagian dari perjalanan profesionalnya.

Melalui karyanya, Riswan turut membuka ruang diskusi mengenai arah pendidikan yang relevan dengan kebutuhan zaman. Transformasi digital memang menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari perkembangan dunia pendidikan, tetapi keberhasilannya tidak semata-mata ditentukan oleh kecanggihan perangkat dan metode pembelajaran.

Kualitas pemikiran, kompetensi pendidik, serta kemampuan menanamkan nilai-nilai moral dan kemanusiaan tetap menjadi unsur penting dalam membangun sistem pendidikan yang bermakna.

Buku Rekonstruksi Filsafat Pendidikan di Era Digital menjadi salah satu kontribusi Riswan Asmari dalam memperkaya wacana pendidikan, khususnya mengenai pentingnya menyeimbangkan kemajuan teknologi dengan pembentukan karakter peserta didik.

Di tengah perubahan yang berlangsung cepat, pendidikan dituntut bukan hanya menghasilkan generasi yang mampu mengikuti perkembangan teknologi, tetapi juga generasi yang mampu menggunakan pengetahuan secara bijaksana, beretika, dan bertanggung jawab.

(Red)

Lebih baru Lebih lama
Premium By Raushan Design With Shroff Templates