Soppeng, Kabartujuhsatu.news,– Keresahan petani di Desa Watu, Kecamatan Marioriwawo, Kabupaten Soppeng, terkait lambatnya distribusi pupuk bersubsidi akhirnya terjawab. Di tengah persiapan memasuki musim tanam, para petani sebelumnya mengaku khawatir karena pupuk yang menjadi kebutuhan utama belum tersedia.
Keluhan tersebut sempat mencuat dan menjadi perhatian publik setelah diberitakan oleh sejumlah media online. Para petani bahkan mengaku was-was akan potensi penurunan hasil panen jika keterlambatan distribusi pupuk terus berlanjut.
Menanggapi hal itu, anggota DPRD Kabupaten Soppeng dari daerah pemilihan Marioriwawo, Rusdiaman Tahir, bergerak cepat melakukan koordinasi dengan pihak Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, Perkebunan dan Ketahanan Pangan (DTPHPKP).
Berdasarkan hasil komunikasi intensif dengan pihak dinas melalui sekretarisnya, dipastikan bahwa pupuk bersubsidi kini telah mulai didistribusikan ke wilayah Kecamatan Marioriwawo, termasuk Desa Watu.
Informasi tersebut juga diperkuat dengan bukti komunikasi berupa tangkapan layar percakapan WhatsApp yang diperlihatkan kepada media.
Kepastian ini disambut dengan rasa syukur oleh para petani setempat. Mereka mengaku lega karena kebutuhan pupuk yang sebelumnya menjadi kekhawatiran utama kini telah tersedia menjelang musim tanam.
Salah satu perwakilan pemuda tani Desa Watu menyampaikan apresiasi atas respon cepat yang ditunjukkan oleh pihak dinas dan anggota DPRD.
Menurutnya, langkah sigap tersebut memberikan dampak positif bagi keberlangsungan aktivitas pertanian di Desa mereka.
“Kami sangat berterima kasih atas perhatian dan respon cepat dari pemerintah daerah dan DPRD. Sekarang kami bisa lebih tenang menghadapi musim tanam,” ujarnya. Rabu (6/5/2026).
Hal senada juga disampaikan oleh pemuda Desa Watu, Cullang. Ia menilai pendistribusian pupuk yang tepat waktu sangat menentukan keberhasilan panen petani.
“Kalau pupuk sudah tersedia, kami tidak lagi khawatir soal hasil. Harapan kami ke depan distribusi seperti ini bisa terus dipertahankan,” katanya.
Rusdiaman Tahir menegaskan bahwa pihaknya akan terus mengawal distribusi pupuk bersubsidi agar tepat sasaran dan tidak mengalami keterlambatan. Ia juga mengingatkan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah dan masyarakat dalam menjaga stabilitas sektor pertanian.
“Ini menjadi perhatian serius. Kami akan terus memantau agar distribusi pupuk berjalan lancar, karena ini menyangkut kebutuhan dasar petani,” tegasnya.
Ia juga mengimbau kepada petani untuk segera melaporkan jika kembali menemukan kendala di lapangan, agar dapat segera ditindaklanjuti oleh pihak terkait.
Dengan mulai tersalurkannya pupuk bersubsidi, diharapkan para petani di Kecamatan Marioriwawo dapat menjalankan aktivitas tanam dengan optimal dan menghasilkan panen yang maksimal di musim mendatang.
(Red)
