Soppeng, Kabartujuhsatu.news,– Suasana berbeda terlihat di halaman Kantor Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, Perkebunan dan Ketahanan Pangan (TPHPKP) Kabupaten Soppeng, Senin (27/4/2026).
Ratusan warga tampak memadati lokasi kegiatan pangan murah yang kembali digelar pemerintah daerah.
Sejak dibuka, masyarakat langsung menyerbu stand penjualan bahan pokok dengan harga jauh di bawah pasaran.
Antrean panjang terlihat di beberapa titik, terutama pada penjualan beras dan minyak goreng.
Tak hanya masyarakat umum, sejumlah pegawai dari instansi sekitar juga ikut memanfaatkan kesempatan tersebut untuk membeli kebutuhan pokok dengan harga terjangkau.
Pelaksana Tugas Kepala Dinas TPHPKP Kabupaten Soppeng, Ariyadin Arif, S.TP., M.Si turun langsung memantau jalannya kegiatan.
Ia menyebutkan bahwa program pangan murah ini merupakan langkah konkret pemerintah daerah untuk menjaga stabilitas harga sekaligus menekan laju inflasi di wilayah Kabupaten Soppeng.
“Program ini kami gelar untuk membantu masyarakat mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga lebih terjangkau. Selain itu, ini juga bagian dari upaya menjaga stabilitas harga menjelang Hari Raya Idul Adha,” ujarnya saat ditemui di lokasi kegiatan.
Menurutnya, kegiatan pangan murah ini tidak hanya digelar sekali, tetapi akan dilaksanakan secara bertahap di sejumlah kecamatan hingga menjelang Idul Adha 1447 Hijriah.
Pemerintah daerah ingin memastikan ketersediaan bahan pokok tetap aman dan harga tidak melonjak di pasaran.
Adapun sejumlah komoditas yang dijual dalam kegiatan pangan murah tersebut di antaranya beras SPHP dengan harga Rp58.000 per 5 kilogram, beras premium Rp74.500 per 5 kilogram, minyak goreng kemasan bantal Rp15.000 per liter, serta gula pasir Rp17.500 per kilogram.
Selain itu, tersedia juga minyak goreng kemasan dua liter seharga Rp40.500, tepung terigu Rp8.000 hingga Rp10.500 per kemasan, bawang merah Rp30.000 per kilogram, dan bawang putih Rp30.000 per kilogram. Harga tersebut jauh lebih rendah dibandingkan harga di pasaran saat ini.
Salah seorang warga yang ikut mengantre mengaku sengaja datang lebih awal agar tidak kehabisan stok. Ia mengatakan harga yang ditawarkan cukup membantu, terutama menjelang hari besar keagamaan yang biasanya diikuti kenaikan harga bahan pokok.
“Lumayan sekali harganya, lebih murah dari pasar. Saya beli beras sama minyak. Mudah-mudahan kegiatan seperti ini sering diadakan,” ujarnya.
Kegiatan pangan murah ini juga mendapat respons positif dari masyarakat karena dinilai mampu meringankan beban pengeluaran rumah tangga. Banyak warga berharap pemerintah daerah terus menghadirkan program serupa, terutama menjelang momen hari besar keagamaan.
Dengan tingginya antusiasme masyarakat, pemerintah daerah memastikan distribusi bahan pokok akan dilakukan secara merata agar semua warga bisa merasakan manfaatnya. Program pangan murah ini diharapkan menjadi solusi nyata dalam menjaga daya beli masyarakat sekaligus mengendalikan Inflasi daerah.
(Red)






