Wakil Bupati Soppeng Selle KS Dalle saat memberi semangat Ibu Rahmi, Jamaah Calon Haji Soppeng yang sakit (ist)
Makassar, Kabartujuhsatu.news,– Momen yang seharusnya menjadi langkah awal menuju Tanah Suci berubah menjadi detik-detik menegangkan bagi Rahmi Binti Madeing Labbase (47), warga Kabupaten Soppeng. Impian yang ditabung selama bertahun-tahun nyaris terwujud, namun takdir berkata lain tepat di saat ia hendak menaiki pesawat.
Peristiwa mengharukan itu terjadi pada Rabu dini hari (22/4/2026), saat rombongan Kloter I Embarkasi Makassar bersiap berangkat. Suasana haru dan bahagia para calon jamaah haji mendadak berubah ketika Rahmi tiba-tiba mengalami penurunan kondisi kesehatan.
Menurut informasi yang dihimpun, Rahmi awalnya terlihat masih bergabung bersama rombongan. Namun ketika proses boarding dimulai, kondisinya mendadak melemah. Petugas medis yang siaga langsung bergerak cepat. Dalam hitungan menit, ia harus ditandu keluar dari area keberangkatan.
Tangis keluarga dan jamaah lain pun pecah. Beberapa jamaah terlihat menundukkan kepala, sementara lainnya ikut mendoakan. Impian yang tinggal selangkah itu seolah tertahan di tangga pesawat.
Rahmi kemudian dilarikan ke Rumah Sakit Dr. Wahidin Sudirohusodo Makassar untuk mendapatkan perawatan intensif. Ia harus tertinggal dari rombongan yang telah lama ia nantikan untuk berangkat bersama menuju Mekah.
Di tengah kabar tersebut, secercah harapan datang dari panitia penyelenggara haji. Kepala Kantor Wilayah Urusan Haji dan Umroh Sulawesi Selatan, Iqbal Ismail, memastikan bahwa kondisi Rahmi terus dipantau.
Ia menyebutkan bahwa peluang keberangkatan masih terbuka. Jika kondisi Rahmi membaik dalam waktu dekat, ia bisa diberangkatkan melalui kloter berikutnya yang memiliki kursi kosong.
Pernyataan itu menjadi angin segar bagi keluarga dan masyarakat yang mengikuti kabar tersebut. Keberangkatan Rahmi ke Tanah Suci disebut hanya tertunda, bukan dibatalkan.
Kabar kondisi Rahmi juga mendapat perhatian dari pemerintah daerah. Wakil Bupati Soppeng, Ir. Selle KS Dalle, bahkan datang langsung menjenguk Rahmi di rumah sakit.
Dalam kunjungannya, ia memberikan semangat dan doa agar Rahmi segera pulih. Ia juga meminta tim medis untuk memantau kondisi pasien secara intensif agar peluang keberangkatan tetap terbuka.
“Ibu Rahmi harus tetap semangat. Insya Allah bisa menyusul pada kloter berikutnya,” ujarnya.
Kehadiran wakil bupati tersebut memberikan dukungan moral yang besar. Rahmi yang sebelumnya terlihat lemah, disebut mulai menunjukkan respons positif setelah mendapat motivasi.
Bagi seorang calon haji, perjalanan ke Tanah Suci bukan sekadar perjalanan biasa. Ia adalah impian spiritual yang disiapkan dengan sabar, bahkan sejak puluhan tahun.
Rahmi pun termasuk di antara mereka yang menabung lama demi bisa berangkat. Karena itu, kejadian di menit terakhir tersebut membuat banyak pihak ikut tersentuh.
Namun harapan belum padam. Jika kondisi kesehatannya pulih, Rahmi masih berpeluang menyusul rombongan pada penerbangan selanjutnya.
Kini doa terus mengalir. Dari keluarga, masyarakat Soppeng, hingga jamaah yang telah lebih dulu berangkat. Semua berharap satu hal: Rahmi segera pulih dan tetap bisa menapakkan kaki di Tanah Suci.
Perjalanan mungkin tertunda, tapi impian belum berakhir.
(Red)








