Soppeng, Kabartujuhsatu.news,– Suasana tenang warga Kelurahan Appanang, Kecamatan Liliriaja, Kabupaten Soppeng, mendadak berubah menjadi kepanikan setelah kobaran api tiba-tiba melahap sebuah rumah panggung milik warga pada Kamis (23/4).
Api yang awalnya terlihat kecil, dalam hitungan menit langsung membesar dan menghanguskan seluruh bangunan tanpa sisa.
Warga sekitar yang melihat kejadian itu langsung berteriak meminta bantuan. Namun, material rumah yang sebagian besar berbahan kayu membuat api dengan cepat menjalar ke seluruh bagian bangunan.
Asap hitam pekat membumbung tinggi, terlihat dari kejauhan dan mengundang perhatian masyarakat sekitar.
“Apinya cepat sekali membesar, kami tidak sempat selamatkan barang-barang,” ujar salah seorang warga yang berada di lokasi kejadian.
Dalam waktu singkat, rumah panggung tersebut rata dengan tanah. Yang tersisa hanya puing-puing arang, seng yang melengkung, serta beberapa tiang kayu yang masih berdiri hangus.
Peristiwa ini membuat warga sekitar syok, terlebih api sempat dikhawatirkan merembet ke rumah lain yang jaraknya cukup dekat.
Kerugian akibat kebakaran ini ditaksir mencapai ratusan juta rupiah. Hampir seluruh isi rumah dilaporkan tidak sempat diselamatkan karena api sudah terlanjur membesar saat warga mencoba membantu.
Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Penghuni rumah berhasil menyelamatkan diri sebelum api semakin membesar. Meski demikian, peristiwa ini meninggalkan trauma bagi keluarga korban dan warga sekitar.
Penyebab kebakaran hingga kini masih menjadi misteri. Pihak berwenang masih melakukan penyelidikan untuk memastikan sumber api. Dugaan sementara masih dikumpulkan dari keterangan warga dan kondisi lokasi setelah kebakaran.
Beberapa saat kemudian, tim pemadam kebakaran dari Lajoa, Takalala, dan Ganra tiba di lokasi. Petugas langsung melakukan pemadaman dibantu warga yang bergotong royong menyiram area sekitar guna mencegah api menjalar ke bangunan lain.
Proses pemadaman berlangsung cukup dramatis. Warga terlihat membantu menarik selang, membersihkan area, hingga memastikan tidak ada bara api tersisa.
Setelah berjibaku, api akhirnya berhasil dikendalikan.
Peristiwa ini menjadi peringatan keras bagi masyarakat agar lebih waspada terhadap potensi kebakaran, terutama pada rumah dengan material mudah terbakar.
Pemeriksaan instalasi listrik, penggunaan api terbuka, dan kesiapan alat pemadam sederhana dinilai sangat penting untuk mencegah kejadian serupa.
Kini, keluarga korban hanya bisa berharap bantuan dari berbagai pihak untuk kembali membangun tempat tinggal mereka yang telah habis dilalap si jago merah.
(Red)






