Pramuka Saka Bhayangkara “Digembleng” Polisi di Soppeng, Ada Simulasi Kentongan hingga Bela Diri Tongkat T, Warga Sekitar Ikut Penasaran! -->
  • Jelajahi

    Copyright © kabartujuhsatu.news
    Best Viral Premium Blogger Templates

     


    Daftar Blog Saya

    Pramuka Saka Bhayangkara “Digembleng” Polisi di Soppeng, Ada Simulasi Kentongan hingga Bela Diri Tongkat T, Warga Sekitar Ikut Penasaran!

    Kabartujuhsatu
    Minggu, 19 April 2026, April 19, 2026 WIB Last Updated 2026-04-20T01:26:41Z
    masukkan script iklan disini


    Soppeng, Kabartujusatu.news, Suasana halaman Mapolres Soppeng mendadak berbeda pada Minggu pagi (19/4/2026).


    Puluhan anggota Pramuka Saka Bhayangkara terlihat berbaris rapi mengikuti latihan yang dipandu langsung jajaran Sat Binmas Polres Soppeng.


    Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 09.30 WITA itu langsung menyita perhatian warga sekitar karena peserta tidak hanya menerima materi teori, tetapi juga praktik lapangan yang cukup menantang.


    Latihan rutin Krida Tindakan Masyarakat (Tibmas) tersebut digelar di halaman Mapolres Soppeng, Jalan Latenri Bali, Kelurahan Lalabata Rilau, Kecamatan Lalabata.


    Setelah itu, kegiatan dilanjutkan di Kantor Pemadam Kebakaran Kabupaten Soppeng di Jalan Pengayoman, Kelurahan Lemba.


    Perpindahan lokasi ini membuat rangkaian kegiatan semakin menarik karena peserta mendapat dua materi berbeda dalam satu hari.


    Kasat Binmas Polres Soppeng, IPTU Andri Hermansyah, S.Sos., M.Si yang juga menjabat sebagai Ketua Harian Saka Bhayangkara, turun langsung memberikan materi kepada peserta.


    Ia membawakan Krida Tibmas yang fokus pada keterampilan dasar menjaga keamanan lingkungan masyarakat.


    Yang paling menarik perhatian adalah simulasi Tek-Tek Kamling menggunakan kentongan.


    Para peserta diajarkan sandi ketukan berbeda untuk berbagai kondisi, mulai dari tanda aman, patroli, indikasi pencurian, hingga kebakaran.


    Suara kentongan yang dipukul berulang membuat suasana latihan terasa seperti kondisi ronda malam sungguhan.


    Tak hanya itu, peserta juga mendapatkan pelatihan bela diri menggunakan tongkat T.


    Dalam praktik tersebut, anggota Saka Bhayangkara diperlihatkan teknik pertahanan diri sekaligus cara menghadapi situasi berbahaya secara aman.


    Beberapa peserta bahkan mencoba langsung teknik dasar di bawah pengawasan instruktur.

     

    Selain latihan fisik, para peserta juga diberi pemahaman tentang tata cara menangani permasalahan di lingkungan masyarakat. 


    Materi ini mencakup langkah pelaporan kepada kepolisian, teknik komunikasi dengan warga, hingga penyelesaian konflik melalui musyawarah.


    Pendekatan ini diharapkan mampu membentuk karakter anggota Saka Bhayangkara sebagai pelopor keamanan di lingkungan masing-masing.



    Usai pelaksanaan Krida Tibmas, kegiatan dilanjutkan dengan materi Krida P2BA (Pencegahan dan Penanggulangan Bencana Alam) di Kantor Pemadam Kebakaran Kabupaten Soppeng.


    Di lokasi ini, peserta diperkenalkan dengan peralatan pemadam kebakaran, teknik dasar penanganan api, serta langkah evakuasi saat terjadi bencana.


    Tim Damkar juga memperagakan penggunaan alat pemadam ringan hingga peralatan penyelamatan.


    Para peserta tampak antusias mengikuti penjelasan dan mengajukan berbagai pertanyaan seputar penanganan keadaan darurat.


    Kapolres Soppeng AKBP Aditya Pradana, S.I.K., M.I.K menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari pembinaan generasi muda agar memiliki kesadaran hukum serta kepedulian terhadap keamanan lingkungan.


    “Kegiatan ini sangat positif dalam membentuk karakter generasi muda, khususnya anggota Saka Bhayangkara, agar lebih peduli terhadap lingkungan serta mampu menjadi pelopor dalam menjaga kamtibmas di tengah masyarakat,” ujarnya.


    Sementara itu, Iptu Andri Hermansyah menegaskan latihan yang diberikan tidak hanya bersifat teori, namun juga praktik langsung.


    Menurutnya, keterampilan dasar seperti komunikasi ronda, bela diri, dan kesiapsiagaan bencana sangat penting dimiliki generasi muda.


    “Melalui latihan ini, kami berharap anggota Saka Bhayangkara memiliki keterampilan dasar dalam menjaga ketertiban masyarakat, mampu bertindak cepat dalam situasi tertentu, serta menjadi mitra Polri dalam menciptakan lingkungan yang aman dan kondusif,” jelasnya.


    Kegiatan berlangsung tertib, aman, dan lancar. Antusiasme peserta terlihat sejak awal hingga akhir latihan.


    Beberapa peserta bahkan mengaku mendapatkan pengalaman baru yang sebelumnya belum pernah mereka pelajari, terutama penggunaan sandi kentongan dan praktik langsung bersama tim Damkar.


    Dengan adanya latihan rutin ini, diharapkan anggota Saka Bhayangkara tidak hanya aktif dalam kegiatan kepramukaan, tetapi juga mampu berperan nyata membantu menjaga keamanan dan kesiapsiagaan masyarakat di Kabupaten Soppeng.


    (Red)

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini