Soppeng, Kabartujuhsatu.news, Suasana pagi yang sejuk di kawasan Lapangan Gasis Watansoppeng, Senin (27/4/2026), menghadirkan pemandangan menarik di Warkop Camidu yang terletak di Jalan Kesatria.
Tanpa agenda resmi, sejumlah tokoh penting terlihat duduk santai menikmati secangkir kopi sambil berbincang ringan namun penuh makna.
Ketua Harian Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Adi Mannahawu tampak hadir lebih awal menikmati suasana pagi. Tidak lama berselang, Ketua Dewan Pendidikan Dr. Nurmal Idrus serta anggota DPRD Kabupaten Soppeng H. Ismail H. Cedang turut bergabung. Pertemuan yang berlangsung santai itu pun berubah menjadi diskusi hangat lintas sektor.
Menariknya, tidak ada sekat dalam perbincangan tersebut. Ketiganya tampak berbaur dengan pengunjung lain, menciptakan suasana yang akrab dan terbuka.
Topik yang dibahas pun tidak hanya soal cita rasa kopi Camidu yang dikenal khas, tetapi juga menyentuh kondisi terkini di berbagai sektor, mulai dari pendidikan, pembangunan daerah, hingga dinamika sosial masyarakat.
Beberapa pengunjung yang berada di lokasi juga terlihat ikut menyimak obrolan tersebut. Sesekali terdengar tawa ringan yang menambah suasana santai di warkop yang berada tepat di sisi barat Lapangan Gasis itu.
Kondisi ini menunjukkan bahwa diskusi penting tidak selalu harus dilakukan di ruang formal, tetapi bisa juga lahir dari obrolan santai di warung kopi.
Warkop Camidu sendiri dikenal sebagai salah satu tempat favorit warga untuk berkumpul di pagi hari. Selain lokasinya yang strategis, tempat ini juga menawarkan suasana nyaman dan adem, terutama saat matahari belum terlalu tinggi. Banyak kalangan mulai dari tokoh masyarakat, pemuda, hingga pegawai kantoran kerap menjadikan tempat ini sebagai lokasi berdiskusi ringan.
Salah satu pengunjung menyebutkan bahwa suasana seperti ini jarang ditemukan. Tokoh-tokoh daerah bisa duduk bersama tanpa protokoler, membahas berbagai hal dengan santai namun tetap serius. Hal tersebut dinilai positif karena membuka ruang komunikasi yang lebih dekat dengan masyarakat.
Diskusi yang berlangsung cukup lama itu terlihat penuh keakraban. Sesekali mereka menyeruput kopi sambil bertukar pandangan. Tidak ada kesan formal, namun isi pembicaraan tetap berbobot. Bahkan beberapa isu lokal disebut menjadi perhatian bersama dalam pertemuan tersebut.
Warkop Camidu pun kembali menunjukkan fungsinya bukan sekadar tempat ngopi, tetapi juga ruang bertukar ide dan gagasan. Dengan suasana yang nyaman, banyak ide dan diskusi produktif lahir secara alami.
Pagi yang teduh, kopi hangat, serta obrolan santai para tokoh tersebut menjadi gambaran bahwa komunikasi informal masih menjadi cara efektif membangun kedekatan sekaligus membahas berbagai hal penting untuk daerah.
Tak heran jika Warkop Camidu semakin dikenal sebagai tempat representatif untuk berdiskusi. Selain nyaman, suasananya juga mendukung percakapan santai namun tetap bermakna, terlebih pada pagi hari yang sejuk di jantung Kota Watansoppeng.
Suasana warkop Camidu Soppeng Senin (27/4/2026).
(Red)


.jpg)





