Makassar, Kabartujuhsatu.news, Situasi mencekam terjadi di salah satu jalur paling sibuk di Makassar, Jumat sore (24/4/2026). Aksi demonstrasi mahasiswa mendadak berubah menjadi blokade total setelah massa menutup dua arah jalan, membakar ban, dan menghentikan kendaraan besar di tengah ruas jalan.
Akibatnya, arus lalu lintas langsung lumpuh dan antrean kendaraan mengular panjang.
Pantauan di lokasi sekitar pukul 16.30 WITA, puluhan mahasiswa terlihat membentangkan spanduk di tengah jalan sambil melakukan orasi bergantian.
Mereka bahkan menahan sebuah truk yang melintas dan menjadikannya sebagai panggung improvisasi untuk menyampaikan tuntutan. Aksi ini langsung menyita perhatian pengendara yang terjebak dari dua arah.
Tak hanya itu, massa juga menggelar aksi di tiga titik berbeda sepanjang ruas jalan. Ban bekas dibakar di badan jalan hingga asap hitam tebal membumbung tinggi ke udara.
Kondisi tersebut membuat jarak pandang terbatas dan memperparah kemacetan yang sudah terjadi sejak awal aksi.
Kemacetan panjang dilaporkan terjadi dari arah jembatan menuju pusat pemerintahan provinsi. Kendaraan roda dua dan roda empat tampak merayap tanpa kepastian. Banyak pengendara akhirnya memilih putar balik untuk menghindari terjebak lebih lama. Sebagian lainnya nekat naik ke trotoar demi mencari celah agar bisa tetap melintas.
Situasi di lapangan juga sempat memanas ketika massa menutup seluruh akses jalan. Klakson kendaraan bersahutan, sementara asap dari ban terbakar menyelimuti area sekitar. Beberapa pengendara terlihat turun dari kendaraan untuk mencari jalur alternatif.
Dalam orasinya, mahasiswa menyuarakan sejumlah tuntutan. Salah satu tuntutan utama mereka adalah mendesak aparat penegak hukum untuk mengusut tuntas kasus penyiraman air keras terhadap seorang aktivis KontraS. Massa menilai kasus tersebut belum mendapatkan kejelasan dan meminta pihak berwenang segera mengambil langkah tegas.
“Usut tuntas! Jangan ada pembiaran terhadap kekerasan terhadap aktivis!” teriak salah satu orator dari atas kendaraan yang ditahan massa.
Hingga berita ini diturunkan, aksi demonstrasi masih berlangsung dan arus lalu lintas belum sepenuhnya normal.
Pengendara diimbau mencari jalur alternatif untuk menghindari kepadatan yang masih terjadi. Aparat kepolisian juga mulai bersiaga di sekitar lokasi untuk mengatur arus lalu lintas dan mengantisipasi eskalasi massa.
(HJr)






