Satgas PU Makassar Bersihkan Sisa Material PKL di Jalan Sembilan Bontoala, Jaga Fungsi Drainase dan Kelancaran Lalu Lintas -->
  • Jelajahi

    Copyright © kabartujuhsatu.news
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Daftar Blog Saya

    Satgas PU Makassar Bersihkan Sisa Material PKL di Jalan Sembilan Bontoala, Jaga Fungsi Drainase dan Kelancaran Lalu Lintas

    Kabartujuhsatu
    Kamis, 05 Maret 2026, Maret 05, 2026 WIB Last Updated 2026-03-05T08:10:51Z
    masukkan script iklan disini


    Makassar, Kabartujuhsatu.news, Pemerintah Kota Makassar terus mengintensifkan penataan kawasan perkotaan guna menjaga ketertiban serta fungsi fasilitas umum. Salah satu upaya tersebut dilakukan melalui kegiatan pembersihan sisa material bekas Pedagang Kaki Lima (PKL) yang dilaksanakan oleh Tim Satuan Tugas (Satgas) Drainase dan Satgas Jalan dari Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota Makassar di Jalan Sembilan, Kecamatan Bontoala, Rabu (4/3/2026).


    Kegiatan ini merupakan bagian dari tindak lanjut program penertiban dan penataan fasilitas umum yang tengah digencarkan oleh Pemerintah Kota Makassar.


    Dalam kegiatan tersebut, petugas membersihkan berbagai sisa material seperti kayu, puing, plastik, serta material lain yang sebelumnya digunakan oleh pedagang di area tersebut.


    Selain membersihkan badan jalan, petugas juga melakukan pengecekan serta pembersihan pada saluran drainase di sekitar lokasi.


    Langkah ini dilakukan untuk memastikan tidak ada material yang berpotensi menyumbat aliran air dan memicu genangan saat hujan.


    Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kota Makassar, Zuhaelsi Zubir, ST., MT, mengatakan bahwa pihaknya berkomitmen penuh untuk mendukung program penataan fasilitas umum yang sedang dilaksanakan oleh Pemerintah Kota Makassar.


    Menurutnya, keberadaan fasilitas umum seperti jalan dan drainase harus dijaga agar tetap berfungsi dengan baik dan tidak terganggu oleh aktivitas yang tidak sesuai peruntukannya.


    “Dinas PU siap mendukung langkah penataan yang dilakukan oleh Pemerintah Kota Makassar, khususnya dalam menjaga fungsi fasilitas umum seperti drainase dan badan jalan agar tetap optimal dan tidak terganggu oleh aktivitas yang tidak semestinya,” ujar Zuhaelsi.


    Ia menambahkan, pembersihan sisa material tersebut juga bertujuan untuk menjaga kelancaran mobilitas masyarakat yang menggunakan jalan tersebut setiap hari.


    Keberadaan material yang menumpuk di badan jalan maupun di sekitar drainase berpotensi mengganggu arus lalu lintas serta memperbesar risiko terjadinya genangan air.


    Lebih lanjut, Zuhaelsi menjelaskan bahwa kolaborasi antara Satgas Drainase dan Satgas Jalan menjadi bagian penting dalam menjaga kebersihan dan ketertiban kawasan perkotaan. Sinergi antar tim ini diharapkan mampu mempercepat proses penanganan berbagai permasalahan infrastruktur di lapangan.


    “Melalui kerja sama lintas tim ini, kami berharap lingkungan kota menjadi lebih tertib, bersih, dan nyaman bagi masyarakat. Selain itu juga untuk meminimalisir potensi genangan serta memastikan arus lalu lintas tetap berjalan lancar,” tambahnya.


    Dalam kegiatan tersebut, petugas terlihat bekerja secara gotong royong mengangkat sisa material dan membersihkan area sekitar drainase.


    Beberapa kendaraan operasional milik Dinas PU juga dikerahkan untuk mengangkut puing dan sampah yang terkumpul dari lokasi pembersihan.


    Langkah ini mendapat perhatian dari masyarakat sekitar yang berharap penataan kawasan dapat terus dilakukan secara berkelanjutan. Selain menciptakan lingkungan yang lebih rapi, penataan tersebut juga dinilai dapat meningkatkan kenyamanan bagi warga dan pengguna jalan.


    Pemerintah Kota Makassar sendiri saat ini tengah mendorong berbagai program penataan kota guna menciptakan lingkungan perkotaan yang lebih tertib, bersih, dan berkelanjutan. Salah satunya melalui penertiban pemanfaatan fasilitas umum yang tidak sesuai dengan peruntukannya.


    Dinas PU Makassar memastikan bahwa kegiatan pembersihan dan penataan serupa akan terus dilakukan secara berkala di berbagai titik di Kota Makassar sebagai bagian dari upaya menjaga kualitas infrastruktur kota serta mendukung terciptanya tata kota yang lebih baik.


    Dengan adanya langkah tersebut, diharapkan fungsi drainase tetap optimal dalam mengalirkan air serta jalan dapat digunakan secara maksimal oleh masyarakat tanpa hambatan.


    (Red) 

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini