Ramadhan Leadership Camp 2026 Pemprov Sulsel Tekankan Penguatan Iman kepada Hari Akhir bagi ASN
  • Jelajahi

    Copyright © kabartujuhsatu.news
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Layanan Publikasi Media Online : Iklan, Berita, Banner

    Layanan Publikasi Media Online : Iklan, Berita, Banner
    Klik Gambar Inaproc Kabartujuhsatu di Kolom Pencarian

    Daftar Blog Saya

    Ramadhan Leadership Camp 2026 Pemprov Sulsel Tekankan Penguatan Iman kepada Hari Akhir bagi ASN

    Kabartujuhsatu
    Rabu, 25 Februari 2026, Februari 25, 2026 WIB Last Updated 2026-02-26T08:01:52Z
    masukkan script iklan disini


    Makassar, Kabartujuhsatu.news, Penguatan nilai spiritual kembali menjadi sorotan dalam rangkaian kegiatan Ramadhan Leadership Camp (RLC) 2026 yang digelar Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan.


    Pada sesi Spiritual Leadership yang berlangsung Rabu, 25 Februari 2026, materi edukasi keislaman tentang iman kepada hari akhir disampaikan oleh Dr. Mudzakkir M. Arif, Lc., MA.


    Dalam paparannya, Dr. Mudzakkir menegaskan bahwa iman kepada hari akhir bukan sekadar konsep teologis yang dipahami secara tekstual, tetapi fondasi moral yang memiliki dampak langsung terhadap perilaku sosial dan integritas individu, khususnya bagi aparatur sipil negara (ASN).


    “Imān kepada hari akhir bukan hanya pengetahuan. Ia harus menjadi kesadaran hidup yang membentuk sikap dan keputusan kita setiap hari,” tegasnya di hadapan peserta RLC 2026.


    Perbedaan Hari Akhir dan Akhirat


    Mengawali materinya, Dr. Mudzakkir mengajak peserta untuk memahami perbedaan antara istilah hari akhir dan akhirat. Menurutnya, kedua istilah tersebut sering dianggap sama, padahal memiliki cakupan makna yang berbeda.


    “Hari akhir dan akhirat memang berkaitan, tetapi akhirat lebih luas daripada hari akhir. Akhirat dimulai sejak kematian. Sejak seseorang wafat, bahkan sebelum dikuburkan, ia sudah memasuki fase akhirat. Sementara hari akhir adalah hari kebangkitan dan seluruh rangkaian peristiwa setelahnya hingga manusia menetap di surga atau neraka secara kekal,” jelasnya.


    Penjelasan tersebut menjadi landasan penting dalam memahami iman kepada hari akhir sebagai keyakinan menyeluruh terhadap seluruh kabar yang disampaikan Allah dan Rasul-Nya tentang kehidupan setelah kematian.


    Cakupan Peristiwa Hari Akhir
    Dalam sesi Spiritual Leadership tersebut, Dr. Mudzakkir menguraikan secara sistematis rangkaian peristiwa yang termasuk dalam iman kepada hari akhir.


    Ia menyebutkan bahwa fase tersebut mencakup alam kubur, termasuk pertanyaan malaikat, nikmat dan azab kubur, tanda-tanda kiamat, tiupan sangkakala, kebangkitan manusia dari kubur, padang mahsyar, syafaat, hisab atau perhitungan amal, mizan atau timbangan amal, hingga keputusan akhir berupa surga dan neraka.


    Menurutnya, seluruh rangkaian itu merupakan bagian dari rukun iman kelima yang wajib diyakini oleh setiap Muslim.


    “Imān kepada hari akhir adalah rukun iman kelima. Namun iman tidak boleh berhenti pada aspek tahu. Ia harus dipahami dengan ilmu yang sahih dan dihayati dalam kehidupan,” ujarnya.


    Ilmu yang Sahih sebagai Fondasi Iman


    Dr. Mudzakkir juga mengingatkan pentingnya membangun iman berdasarkan pemahaman yang benar, bukan sekadar mengikuti tradisi atau kebiasaan.


    Ia mendorong para peserta, yang mayoritas merupakan ASN di lingkup Pemprov Sulsel, untuk memperdalam kajian melalui surah-surah dalam Juz 29 dan 30 Al-Qur’an yang banyak membahas tentang hari pembalasan, kiamat, serta kehidupan setelah mati.


    “Semakin baik pemahaman dan penghayatan kita tentang hari akhir, maka semakin efektif iman seseorang dalam mengendalikan dirinya,” katanya.


    Menurutnya, pemahaman yang benar akan melahirkan kesadaran moral yang kuat, terutama dalam menjalankan amanah jabatan dan pelayanan publik.


    Relevansi bagi ASN dan Pelayanan Publik


    Dalam konteks kepemimpinan dan birokrasi, ia menekankan bahwa iman kepada hari akhir memiliki relevansi langsung dengan integritas dan profesionalisme ASN.


    Iman yang benar, kata dia, harus tercermin dalam tindakan nyata seperti memudahkan urusan masyarakat, menghindari kezaliman, menjaga lisan dari dosa, serta meningkatkan kualitas ibadah, khususnya salat.


    “Setiap kali kita salat, kita harus mengingat hari akhir. Kita mesti mengingat kematian, kebangkitan, surga dan neraka. Setiap kali membaca Al-Qur’an atau berdzikir, sambungkan hari ini dengan yaumul akhir,” pesannya.


    Ia menegaskan bahwa kesadaran akan pertanggungjawaban di akhirat akan mendorong ASN untuk bekerja lebih jujur, disiplin, dan berorientasi pada kemaslahatan masyarakat.


    ASN Profesional dan Kokoh Spiritual


    Ramadhan Leadership Camp 2026 menjadi momentum strategis bagi Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan untuk tidak hanya membangun kapasitas kepemimpinan secara teknis dan manajerial, tetapi juga memperkuat dimensi spiritual aparatur.


    Melalui sesi Spiritual Leadership ini, diharapkan ASN Pemprov Sulsel mampu menghadirkan pelayanan publik yang berintegritas, transparan, dan berlandaskan nilai-nilai keislaman.


    Dengan penguatan iman kepada hari akhir, para aparatur diharapkan memiliki kesadaran bahwa setiap kebijakan, keputusan, dan tindakan akan dipertanggungjawabkan, bukan hanya di dunia, tetapi juga di hadapan Allah SWT.


    Ramadhan Leadership Camp 2026 pun menjadi ruang refleksi bahwa kepemimpinan sejati bukan sekadar soal kewenangan, melainkan amanah yang kelak dimintai pertanggungjawaban secara abadi. (*)

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini