Pelantikan Pengurus Syiar Da’i Indonesia 2026–2029 Teguhkan Dakwah Nasionalis dan Moderat
  • Jelajahi

    Copyright © kabartujuhsatu.news
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Layanan Publikasi Media Online : Iklan, Berita, Banner

    Layanan Publikasi Media Online : Iklan, Berita, Banner
    Klik Gambar Inaproc Kabartujuhsatu di Kolom Pencarian

    Daftar Blog Saya

    Pelantikan Pengurus Syiar Da’i Indonesia 2026–2029 Teguhkan Dakwah Nasionalis dan Moderat

    Kabartujuhsatu
    Kamis, 05 Februari 2026, Februari 05, 2026 WIB Last Updated 2026-02-06T05:43:06Z
    masukkan script iklan disini


    Jakarta, Kabartujuhsatu.news, Pengurus Pusat Syiar Da’i Indonesia (SDI) periode 2026–2029 dijadwalkan menggelar Pelantikan dan Pengukuhan Pengurus yang dirangkaikan dengan Dialog Kebangsaan, sebagai upaya memperkuat peran strategis da’i dalam menjaga persatuan dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).


    Kegiatan tersebut akan berlangsung di Gedung Graha Mental Spiritual Lantai 8, Jalan H. Mas Mansyur/Awaluddin II, Kebon Melati, Tanah Abang, Jakarta Pusat. Dialog kebangsaan yang mengiringi pelantikan ini mengusung tema “Meneguhkan Peran Da’i dalam Merawat Persatuan dan Keutuhan NKRI.”


    Momentum ini dinilai penting bagi Syiar Da’i Indonesia sebagai ruang konsolidasi nasional, sekaligus penguatan komitmen dakwah yang moderat, religius, dan berlandaskan nilai-nilai kebangsaan. Pelantikan tidak hanya menjadi agenda formal organisasi, tetapi juga menjadi titik awal penguatan visi dakwah yang sejalan dengan semangat persatuan bangsa.


    Ketua Umum DPP Syiar Da’i Indonesia, Usman Syafruddin, menegaskan bahwa seorang da’i memiliki tanggung jawab moral yang besar dalam menjaga harmoni sosial di tengah masyarakat majemuk. Menurutnya, dakwah yang tidak dibarengi dengan semangat nasionalisme berpotensi melahirkan narasi ekstrem yang merusak persatuan.


    “Seorang da’i harus memiliki nasionalisme yang kuat. Dakwah tidak boleh mengarah pada sikap radikal, apalagi ujaran kebencian. Dakwah sejatinya membawa pesan ukhuwah, persatuan, dan kedamaian, semata-mata mengharap ridho Allah SWT, bukan dijadikan sarana mencari keuntungan materi,” tegas Usman, Jumat (6/2/2026).


    Ia juga menekankan pentingnya membangun kembali kesadaran kebangsaan di kalangan pendakwah, bahwa mencintai tanah air merupakan bagian dari iman. Prinsip hubbul wathon minal iman harus menjadi fondasi dakwah dalam konteks Indonesia yang beragam.


    Selain pelantikan dan dialog kebangsaan, Syiar Da’i Indonesia juga akan mencanangkan program kerja strategis organisasi untuk periode kepengurusan mendatang. Program tersebut diharapkan mampu memperkuat solidaritas internal, meningkatkan koordinasi antarwilayah, serta memperluas jangkauan dakwah kebangsaan hingga ke akar rumput.



    “Agenda ini bukan sekadar seremoni. Ini adalah momentum strategis untuk menyatukan visi dan misi, memperluas jejaring dakwah, serta membangun kepengurusan Syiar Da’i Indonesia yang solid, nasionalis, dan religius,” tambah Usman.


    Senada dengan itu, Sekretaris Jenderal Syiar Da’i Indonesia, M. Nurul Syaifudin, menegaskan bahwa peran da’i sangat vital dalam menjaga persatuan bangsa di tengah dinamika sosial dan politik nasional.


    Menurutnya, da’i tidak hanya berfungsi sebagai penyampai pesan keagamaan, tetapi juga sebagai jembatan dialog antara umat, tokoh bangsa, dan pemerintah. Melalui pendekatan dakwah yang sejuk dan inklusif, para da’i diharapkan mampu menyerap aspirasi kebangsaan serta membangun kolaborasi strategis lintas sektor.


    “Dialog kebangsaan ini menjadi ruang pertemuan gagasan antara ulama, pemerintah, dan masyarakat. Kami ingin mendorong kolaborasi bersama dalam merawat persatuan, membina umat, dan menjaga keutuhan NKRI,” ujar Nurul.


    Dialog kebangsaan tersebut rencananya akan menghadirkan sejumlah narasumber nasional yang memiliki kompetensi dan pengalaman di bidang kebangsaan dan sosial keagamaan. Di antaranya Dr. KH. Rusli Efendi, M.Si selaku Tenaga Ahli Utusan Khusus Presiden RI, Rully N. Amrullah Direktur Amanah Daya Nusantara, serta KH. Jamaludin Faisal Hasyim, M.Hi, Ketua KODI DKI Jakarta.


    Melalui pelantikan dan dialog kebangsaan ini, Syiar Da’i Indonesia berharap dapat memperkuat posisi da’i sebagai penjaga moral bangsa, perekat persatuan umat, serta mitra strategis negara dalam mewujudkan Indonesia yang damai, berdaulat, dan berkeadaban.


    (Red) 

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini