Makassar, Kabartujuhsatu.news, Mengawali bulan suci Ramadan 1447 Hijriah, Masjid Agung Sultan Alauddin menghadirkan program sosial bertajuk Dapur Ramadan dengan menyediakan 200 porsi makanan berbuka puasa bagi jamaah pada hari pertama pelaksanaan ibadah puasa. Kamis (19/2/2026).
Program ini menjadi bagian dari upaya memakmurkan masjid sekaligus memperkuat nilai-nilai spiritual dan solidaritas sosial di lingkungan kampus UIN Alauddin Makassar.
Antusiasme jamaah terlihat begitu tinggi sejak sore hari. Hampir 300 orang memadati area masjid untuk melaksanakan salat Magrib berjamaah dan mengikuti kegiatan buka puasa bersama.
Jamaah yang hadir terdiri atas mahasiswa, dosen, tenaga kependidikan, serta masyarakat sekitar kampus.
Suasana kebersamaan terasa hangat dan penuh kekhidmatan. Sejak menjelang waktu berbuka, para relawan tampak sigap menyiapkan dan mendistribusikan paket makanan kepada jamaah yang telah duduk rapi di pelataran dan ruang utama masjid.
Meski jumlah porsi yang disediakan sebanyak 200 paket, semangat berbagi tetap terasa kuat. Sebagian jamaah berbagi makanan secara sukarela, mencerminkan nilai solidaritas yang menjadi ruh utama Ramadan. Rangkaian kegiatan berbuka puasa hingga pelaksanaan salat Magrib berlangsung tertib, aman, dan penuh kekhusyukan.
Program ini berada di bawah penanggung jawab Wakil Rektor Bidang Akademik UIN Alauddin Makassar, Kamaluddin Abunawas.
Inisiatif Dapur Ramadan diharapkan menjadi langkah nyata dalam memperkuat fungsi masjid sebagai pusat pembinaan spiritual dan ruang kebersamaan sivitas akademika.
“Ramadan bukan hanya tentang ibadah personal, tetapi juga momentum memperkuat kepedulian sosial dan ukhuwah.
"Melalui Dapur Ramadan, kami ingin menghadirkan ruang berbagi yang menyatukan seluruh elemen kampus,” demikian pesan yang disampaikan dalam pembukaan kegiatan.
Mengusung semangat “Dapur Ramadan Masjid Agung Sultan Alauddin Makassar: Berbagi Kebaikan, Menyemai Keberkahan di Bulan Suci Ramadan,” program ini menargetkan peningkatan jumlah paket makanan menjadi sekitar 500 hingga 700 paket setiap hari sepanjang Ramadan.
Peningkatan tersebut diharapkan mampu menjangkau lebih banyak jamaah, termasuk mahasiswa perantau dan masyarakat sekitar kampus yang membutuhkan.
Dengan jumlah jamaah yang terus meningkat setiap tahunnya, program ini diproyeksikan menjadi salah satu agenda rutin Ramadan di lingkungan kampus.
Dapur Ramadan tidak hanya menjadi program distribusi makanan, tetapi juga wadah partisipasi kolektif. Sivitas akademika dan masyarakat umum diberi kesempatan untuk terlibat sebagai relawan, baik dalam tim dapur dan distribusi, maupun pada bagian kebersihan dan logistik.
Selain itu, dukungan juga dapat disalurkan dalam bentuk bahan makanan, perlengkapan dapur, maupun donasi dana guna mendukung keberlanjutan program selama bulan suci. Semangat gotong royong inilah yang menjadi kekuatan utama dalam menyukseskan kegiatan ini.
Semangat berbagi yang menjadi ruh Dapur Ramadan sejalan dengan sabda Rasulullah SAW bahwa siapa yang memberi makan orang yang berpuasa akan memperoleh pahala seperti orang yang berpuasa tersebut tanpa mengurangi pahala orang yang berpuasa itu sedikit pun (HR. Tirmidzi).
Nilai spiritual tersebut menjadi fondasi utama dalam menghadirkan Dapur Ramadan sebagai gerakan kolektif yang menyatukan kepedulian, kebersamaan, dan keberkahan di bulan suci.
Program Dapur Ramadan direncanakan akan terus dilaksanakan sepanjang Ramadan sebagai bagian dari komitmen menjadikan Masjid Agung Sultan Alauddin sebagai pusat pembinaan spiritual, penguatan nilai keislaman, serta ruang silaturahmi dan kebersamaan bagi warga kampus dan masyarakat luas.
Dengan semangat berbagi dan kebersamaan yang terus tumbuh, Ramadan tahun ini diharapkan tidak hanya menjadi momentum peningkatan ibadah, tetapi juga penguatan solidaritas sosial yang berkelanjutan.
(Red)



