Menanam Karakter Sejak Dini, Debut The Seven SDN 7 Salotungo di Yasrib Student Competition 3 -->
  • Jelajahi

    Copyright © kabartujuhsatu.news
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Daftar Blog Saya

    Menanam Karakter Sejak Dini, Debut The Seven SDN 7 Salotungo di Yasrib Student Competition 3

    Kabartujuhsatu
    Rabu, 04 Februari 2026, Februari 04, 2026 WIB Last Updated 2026-02-04T12:18:41Z
    masukkan script iklan disini


    Soppeng, Kabartujuhsatu.news, Lapangan Pondok Pesantren Yasrib Watansoppeng, Sabtu itu, bukan sekadar menjadi arena pertandingan. Ia menjadi ruang pembelajaran, tempat nilai, karakter, dan harapan masa depan dipertemukan.


    Di sanalah The Seven Team/Squad SDN 7 Salotungo menorehkan debut perdana mereka dalam ajang Yasrib Student Competition (YSC) 3—sebuah langkah awal yang sarat makna. Rabu (4/2/2026.


    Bagi The Seven, turun ke lapangan bukan hanya tentang mengejar skor atau hasil akhir.


    Debut ini dimaknai sebagai perkenalan identitas: tim yang tumbuh dengan adab, karakter kuat, dan kebersamaan sebagai fondasi utama.


    Di usia yang masih belia, para pemain sudah diperkenalkan pada filosofi bahwa sepak bola bukan hanya permainan kaki, tetapi juga latihan hati dan sikap.


    Di bawah arahan Coach Rijal, didampingi dua asisten pelatih Firdaus dan Isra, para pemain Hafidz dan kawan-kawan, memulai perjalanan mereka dengan satu tekad sederhana namun mendalam: bermain dengan gembira, tertib, dan penuh tanggung jawab.


    “Kalian boleh berlari kencang, tapi adab jangan pernah tertinggal,” pesan Coach Rijal sesaat sebelum peluit awal dibunyikan.


    Sejak menit pertama pertandingan, The Seven tampil dengan permainan yang rapi dan berani. Mereka bergerak disiplin, berusaha memahami ruang, dan saling menutup kekurangan. Namun yang paling menonjol bukan hanya pola bermainnya, melainkan sikap mereka di lapangan. Taat aturan, menghormati lawan dan wasit, jujur dalam setiap keputusan, serta mampu menahan emosi menjadi ciri khas yang langsung terlihat.


    Tak ada selebrasi berlebihan, tak ada provokasi, apalagi sikap merendahkan. Yang ada hanyalah kerja sama dan kesadaran bahwa mereka sedang belajar menjadi tim dan kelak, menjadi pribadi yang utuh.


    Dukungan dari pinggir lapangan menjadi energi tambahan. Kepala sekolah, para guru, orang tua, serta murid-murid SDN 7 Salotungo hadir memberi semangat. Sorak mereka bukan tekanan, melainkan doa yang mengiringi setiap langkah Hafidz dkk.


    Seolah mengingatkan bahwa apa yang dimainkan anak-anak ini membawa nama sekolah, keluarga, dan nilai yang mereka tanamkan bersama.


    Asisten pelatih Firdaus menegaskan bahwa debut ini bukan tujuan akhir, melainkan awal dari proses panjang.


    “Debut ini adalah pondasi. Anak-anak kami ajarkan bahwa karakter harus lebih dulu kuat sebelum prestasi,” ujarnya.


    Hal senada disampaikan Isra, yang melihat kekompakan sebagai kunci masa depan tim.


    “Kalau tim ini solid dan saling menghormati, kemenangan akan datang dengan sendirinya,” katanya.


    Yasrib Student Competition 3 pun tercatat sebagai lembaran pertama perjalanan The Seven SDN 7 Salotungo. Sebuah awal yang tidak dibuka dengan euforia berlebihan, tetapi dengan kesadaran bahwa perjalanan masih panjang dan pembelajaran masih terus berjalan.


    Ke depan, The Seven tidak hanya diproyeksikan sebagai tim yang kompetitif, tetapi juga sebagai ruang pembentukan karakter.


    Dari lapangan kecil di Watansoppeng, nilai-nilai sportivitas, adab, dan kebersamaan ditanamkan nilai yang kelak akan tumbuh bersama anak-anak ini, bahkan ketika mereka tak lagi mengenakan seragam pertandingan.


    The Seven hadir bukan hanya untuk bertanding,
    tetapi untuk memberi teladan—hari ini, dan di masa depan.


    (Tim) 

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini