Mantan Dewas Apresiasi Terobosan Visioner Bupati Soppeng H. Suwardi Haseng untuk PDAM
  • Jelajahi

    Copyright © kabartujuhsatu.news
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Layanan Publikasi Media Online : Iklan, Berita, Banner

    Layanan Publikasi Media Online : Iklan, Berita, Banner
    Klik Gambar Inaproc Kabartujuhsatu di Kolom Pencarian

    Daftar Blog Saya

    Mantan Dewas Apresiasi Terobosan Visioner Bupati Soppeng H. Suwardi Haseng untuk PDAM

    Kabartujuhsatu
    Kamis, 19 Februari 2026, Februari 19, 2026 WIB Last Updated 2026-02-20T07:36:22Z
    masukkan script iklan disini

    Soppeng, Kabartujuhsatu.news, Mantan Dewan Pengawas PDAM Soppeng A. Akbar, S.Pd menyampaikan apresiasi positif kepada Bupati Soppeng Suwardi Haseng atas langkah strategisnya dalam membenahi sektor pelayanan air bersih di Kabupaten Soppeng.

    Menurut A. Akbar kebijakan yang diambil Bupati melalui pengembangan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) dengan skema Build Operate Transfer (BOT) merupakan terobosan progresif yang menunjukkan keberanian dan visi jangka panjang dalam tata kelola pelayanan publik.

    Ia menilai, pendekatan tersebut tidak hanya cermat dari sisi pembiayaan karena tidak membebani APBD tetapi juga mempercepat modernisasi infrastruktur PDAM.

    “Ini kebijakan yang rasional dan berpihak pada masyarakat. Dengan skema ini daerah tidak terbebani anggaran besar namun pelayanan tetap bisa ditingkatkan,” ujarnya ke media ini, Sabtu (20/2/2026). 


    A. Akbar juga menegaskan bahwa dampak program ini diyakini tidak membutuhkan waktu lama untuk dirasakan pelanggan. Perbaikan jaringan distribusi peningkatan kapasitas sumber air serta pengurangan kebocoran dinilai akan langsung berdampak pada kualitas dan kuantitas pelayanan PDAM Soppeng.

    Lebih jauh, ia menyebut bahwa dalam skema BOT seluruh aset yang dibangun nantinya akan kembali menjadi milik pemerintah daerah setelah masa kerja sama berakhir sehingga daerah tetap memperoleh manfaat jangka panjang.

    Meski memberikan apresiasiA. Akbar tetap mengingatkan pentingnya transparansi dan pengawasan agar pelaksanaan program berjalan sesuai kepentingan publik.

    “Jika dijalankan dengan profesional dan terbuka ini akan menjadi legacy kepemimpinan yang berdampak langsung bagi masyarakat,” tandasnya.

    PDAM Butuh Penguatan Manajemen dan Tata Kelola
    Selain pembangunan fisik dan penambahan sumber air, A. Akbar menegaskan bahwa PDAM juga sangat membutuhkan penguatan manajemen serta aspek tata kelola yang profesional dan transparan.

    Menurutnya, perbaikan infrastruktur harus berjalan seiring dengan pembenahan sistem manajerial, termasuk perencanaan distribusi, pengawasan kebocoran, peningkatan kualitas SDM, serta akuntabilitas pelayanan kepada pelanggan.

    “PDAM bukan hanya soal pipa dan sumber air. Yang tidak kalah penting adalah manajemen dan tata kelola. Jika aspek ini diperkuat, maka kualitas dan kuantitas pelayanan akan meningkat secara signifikan,” tegasnya.

    (Red) 
    Komentar

    Tampilkan

    Terkini