Makassar, Kabartujuhsatu.news, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Kadispora) Kota Makassar, Syamsul Bahri, S.IP., M.Si, mengikuti sekaligus menjadi moderator dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Pendapatan Asli Daerah (PAD) Pemerintah Kota Makassar (Pemkot) dengan tema “Optimalisasi PAD melalui Integritas, Inovasi, dan Kolaborasi”. Kegiatan ini berlangsung di Gumaya Tower Hotel, Kota Semarang, Senin (9/2/2026).
Rakor PAD ini dihadiri langsung oleh Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, jajaran pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), serta sejumlah narasumber nasional yang kompeten di bidang pengelolaan keuangan dan pendapatan daerah.
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya strategis Pemkot Makassar dalam memperkuat kemandirian fiskal daerah melalui peningkatan PAD yang berkelanjutan.
Dalam sambutannya, Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin menegaskan bahwa optimalisasi PAD tidak hanya berbicara soal peningkatan angka pendapatan, tetapi juga menyangkut integritas aparatur, inovasi kebijakan, serta kolaborasi lintas sektor.
“PAD adalah tulang punggung pembangunan daerah. Oleh karena itu, pengelolaannya harus dilakukan secara transparan, profesional, dan berintegritas. Tanpa itu semua, peningkatan PAD tidak akan berdampak maksimal bagi kesejahteraan masyarakat,” ujar Munafri.
Ia juga memaparkan rencana kerja Pemerintah Kota Makassar tahun 2026, yang difokuskan pada penguatan pelayanan publik, transformasi digital, serta pemanfaatan potensi ekonomi lokal sebagai sumber pendapatan daerah.
Menurutnya, setiap OPD harus mampu membaca peluang dan berinovasi dalam menggali potensi PAD sesuai dengan kewenangan masing-masing.
“Kolaborasi antar-OPD dan sinergi dengan sektor swasta menjadi kunci. Kita tidak bisa lagi bekerja secara parsial.
"Semua harus terintegrasi demi mewujudkan Makassar yang maju dan mandiri secara fiskal,” tambahnya.
Sementara itu, Syamsul Bahri selaku moderator memandu jalannya diskusi dengan dinamis dan konstruktif.
Ia menekankan pentingnya forum Rakor PAD ini sebagai ruang berbagi gagasan, pengalaman, dan strategi antardaerah dalam mengelola pendapatan secara efektif.
“Rakor ini bukan hanya agenda rutin, tetapi menjadi momentum untuk memperkuat komitmen bersama dalam meningkatkan PAD melalui pendekatan yang inovatif dan kolaboratif,” ungkap Syamsul Bahri.
Dalam kegiatan tersebut, panitia menghadirkan sejumlah narasumber dari kalangan praktisi keuangan daerah, akademisi, serta pejabat pemerintah yang membahas berbagai strategi optimalisasi PAD, termasuk digitalisasi sistem pendapatan, penguatan pengawasan, serta pengembangan sektor ekonomi kreatif dan olahraga sebagai sumber pendapatan baru.
Diskusi berlangsung interaktif dengan berbagai masukan dan rekomendasi strategis yang diharapkan dapat diimplementasikan oleh Pemkot Makassar ke depan.
Rakor ini juga menjadi bagian dari upaya benchmarking ke daerah lain yang dinilai berhasil dalam mengelola dan meningkatkan PAD.
Melalui Rakor PAD ini, Pemerintah Kota Makassar berharap mampu merumuskan langkah-langkah konkret dan terukur dalam meningkatkan pendapatan daerah, sekaligus memastikan pembangunan yang berkelanjutan dan berpihak pada kepentingan masyarakat.
(Red)




