Wabup Soppeng Hadiri Temu Lapang Uji Terap Budidaya Padi Modern Sistem Arkansas
  • Jelajahi

    Copyright © kabartujuhsatu.news
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Layanan Publikasi Media Online : Iklan, Berita, Banner

    Layanan Publikasi Media Online : Iklan, Berita, Banner
    Klik Gambar Inaproc Kabartujuhsatu di Kolom Pencarian

    Daftar Blog Saya

    Wabup Soppeng Hadiri Temu Lapang Uji Terap Budidaya Padi Modern Sistem Arkansas

    Kabartujuhsatu
    Kamis, 29 Januari 2026, Januari 29, 2026 WIB Last Updated 2026-01-30T02:23:28Z
    masukkan script iklan disini


    Soppeng, Kabartujuhsatu.news,– Pemerintah Kabupaten Soppeng melalui Wakil Bupati Ir Selle KS Dalle menghadiri kegiatan temu lapang uji terap budidaya padi pertanian modern dengan sistem Arkansas yang dilaksanakan di Lajaroko, Kelurahan Manorang Salo, Kecamatan Marioriawa, Rabu (28/1/2026).


    Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya mendorong modernisasi sektor pertanian guna meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan petani.


    Dalam kegiatan tersebut, turut dilakukan penyerahan bantuan benih diseminasi padi sebanyak 8.550 kilogram dari Badan Riset dan Modernisasi Pertanian (BRMP) Provinsi Sulawesi Selatan kepada tiga kelompok tani, yakni Kelompok Tani Sipurio, Tonrong Lapokko, dan Seppae.


    Bantuan benih ini diharapkan dapat mendukung peningkatan kualitas dan kemandirian benih padi di Kabupaten Soppeng.


    Selain penyerahan bantuan, kegiatan temu lapang juga dirangkaikan dengan panen perdana menggunakan mesin combine harvester.


    Panen dilakukan bersama Badan Riset dan Modernisasi Pertanian (BRMP) dan Kelompok Tani Karunia sebagai bagian dari implementasi teknologi pertanian modern di lapangan.


    Kepala Pusat Perakitan Pangan Modernisasi Pertanian dan Ketahanan Pangan, Dr. Ir. Haris Syahbuddin, DEA, dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan langkah strategis dalam mendukung terwujudnya kawasan mandiri benih padi di Kabupaten Soppeng.


    Menurutnya, panen perdana tersebut menjadi bukti nyata penerapan teknologi modern yang diinisiasi oleh Kementerian Pertanian Republik Indonesia.


    “Panen perdana ini merupakan bagian dari program modernisasi pertanian yang bertujuan meningkatkan produktivitas, efisiensi, serta kesejahteraan petani melalui pemanfaatan teknologi pertanian modern,” ujarnya.


    Ia menambahkan, modernisasi pertanian merupakan kebutuhan mendesak dalam menghadapi berbagai tantangan sektor pertanian saat ini, seperti berkurangnya tenaga kerja pertanian, meningkatnya biaya produksi, dampak perubahan iklim, serta tuntutan peningkatan daya saing produk pertanian.


    “Pertanian modern menjadi kunci untuk memastikan sektor pertanian tetap menjadi penopang utama ketahanan pangan nasional, sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani,” ungkap Haris.


    Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa kebutuhan pangan nasional terus meningkat seiring dengan pertumbuhan jumlah penduduk. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), sekitar tiga juta bayi lahir setiap tahun di Indonesia, yang seluruhnya membutuhkan pasokan pangan dari sektor pertanian.


    Ia juga memaparkan bahwa program pertanian modern sejalan dengan kebijakan strategis pemerintah pusat dalam mewujudkan swasembada pangan nasional. Berdasarkan data BPS, produksi beras nasional pada tahun 2025 diperkirakan mencapai 34,7 hingga 34,8 juta ton, atau meningkat sekitar 14 persen dibandingkan tahun sebelumnya, dengan luas panen mencapai 11,3 juta hektare.


    Sementara itu, khusus di Provinsi Sulawesi Selatan, produksi padi dalam bentuk gabah kering giling pada tahun 2025 tercatat mencapai 5,4 juta ton, atau meningkat 12,05 persen dibandingkan tahun 2024.


    Peningkatan tersebut turut mendorong produksi beras untuk konsumsi penduduk yang diperkirakan mencapai 3,1 juta ton.


    Wakil Bupati Soppeng, Ir. Selle KS Dalle, yang turut hadir dalam kegiatan tersebut, mengatakan bahwa Kabupaten Soppeng secara geografis memang memiliki potensi besar di sektor pertanian. Oleh karena itu, sektor ini perlu terus dikembangkan melalui penerapan inovasi dan teknologi modern.


    Menurutnya, penerapan sistem Arkansas di Kabupaten Soppeng diawali dengan pembentukan Brigade Pangan sebagai wadah untuk memperkuat kapasitas petani dalam mengadopsi teknologi pertanian modern.


    "Brigade Pangan diharapkan mampu menjadi motor penggerak perubahan pola budidaya menuju pertanian yang lebih efisien dan berkelanjutan".


    “Sebagai uji coba, tentu masih terdapat kekurangan. Namun hal ini menjadi pembelajaran penting untuk penyempurnaan di tahap selanjutnya,” ujar Wabup.


    Wabup Selle KS Dalle menegaskan bahwa keberhasilan modernisasi pertanian tidak hanya ditentukan oleh penggunaan teknologi semata, tetapi juga sangat bergantung pada sinergi antara pemerintah daerah, kelompok tani, serta seluruh pemangku kepentingan terkait.


    Wabup Soppeng berharap dukungan dan pendampingan dari BRMP serta Kementerian Pertanian Republik Indonesia dapat terus berlanjut guna memperkuat pengembangan pertanian modern yang berkelanjutan di daerah.


    "Hal ini dinilai sejalan dengan visi pembangunan nasional dan Asta Cita Presiden Republik Indonesia dalam memperkuat ketahanan pangan dan kedaulatan nasional, katanya.


    Dengan adanya kegiatan temu lapang dan uji terap ini, Pemerintah Kabupaten Soppeng optimistis penerapan sistem pertanian modern dapat semakin meluas dan memberikan dampak positif bagi peningkatan produksi pangan serta kesejahteraan petani di daerah.


    (Red) 

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini