Soppeng, Kabartujuhsatu.news,– Pemerintah Kelurahan Botto, Kecamatan Lalabata, Kabupaten Soppeng, melaksanakan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Kelurahan untuk Tahun Anggaran 2027 pada Kamis, 29 Januari 2026.
Kegiatan tersebut digelar di Aula Kantor Kelurahan Botto dan dimulai sekitar pukul 13.00 WITA.
Musrenbang berlangsung dalam suasana tertib, partisipatif, dan penuh semangat kebersamaan.
Kegiatan ini menjadi forum strategis bagi pemerintah kelurahan bersama masyarakat dan pemangku kepentingan untuk merumuskan arah serta prioritas pembangunan Kelurahan Botto di tahun mendatang.
Pada Musrenbang tahun ini, Kelurahan Botto mengangkat tema “Percepatan Pembangunan Ekonomi, Penguatan Infrastruktur, dan Pembangunan Manusia untuk Kemandirian Desa.”
Tema tersebut mencerminkan komitmen pemerintah kelurahan Botto dalam mendorong pertumbuhan ekonomi lokal, peningkatan kualitas infrastruktur, serta penguatan sumber daya manusia sebagai fondasi utama menuju kemandirian masyarakat.
Kegiatan Musrenbang dihadiri oleh Sekretaris Camat (Sekcam) Lalabata, perwakilan Bappelitbangda Kabupaten Soppeng, Lurah Botto, Ketua LPMK Kelurahan Botto, perwakilan SKPD terkait, tokoh masyarakat, serta sejumlah undangan lainnya yang memiliki peran penting dalam proses perencanaan pembangunan.
Musrenbang secara resmi dibuka oleh Lurah Botto, H. Munadir Nurdin, S.Sos. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa Musrenbang merupakan wadah penting bagi masyarakat untuk menyampaikan aspirasi, kebutuhan, serta permasalahan yang dihadapi di lingkungan masing-masing.
“Musrenbang ini adalah forum partisipatif yang harus dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh masyarakat.
"Usulan yang disampaikan diharapkan benar-benar mencerminkan kebutuhan riil warga dan mampu mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat Kelurahan Botto,” ujar Lurah Botto H Munadir.
Ia juga berharap agar seluruh usulan prioritas yang telah disepakati bersama dapat diperjuangkan dan diakomodir pada tahapan perencanaan pembangunan di tingkat yang lebih tinggi, sehingga dapat direalisasikan secara bertahap dan berkelanjutan.
Setelah sesi pembukaan, kegiatan dilanjutkan dengan pemaparan serta pembahasan usulan-usulan pembangunan yang berasal dari masing-masing lingkungan.
Proses diskusi berlangsung secara terbuka dan demokratis, dengan memberikan kesempatan kepada seluruh peserta untuk menyampaikan pendapat, masukan, maupun saran.
Berbagai usulan yang dibahas meliputi sektor infrastruktur, ekonomi kerakyatan, sosial, serta peningkatan kualitas sumber daya manusia.
Seluruh usulan kemudian diseleksi dan ditetapkan sebagai usulan prioritas pembangunan Kelurahan Botto untuk Tahun Anggaran 2027.
Melalui pelaksanaan Musrenbang ini, Pemerintah Kelurahan Botto berharap dapat menghasilkan dokumen perencanaan pembangunan yang tepat sasaran, realistis, dan selaras dengan kebutuhan masyarakat.
Selain itu, hasil Musrenbang diharapkan mampu menjadi dasar dalam mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan serta meningkatkan kesejahteraan dan kemandirian masyarakat Kelurahan Botto secara menyeluruh.
(Red)




