Soppeng, Kabartujuhsatu.news, Suasana Lapangan Pondok Pesantren SMP Perguruan Islam Ganra selama OSPEG Competition 2026 begitu hidup dan penuh energi, terlihat dari antusiasme peserta dan penonton yang hadir sejak pagi hari. Sabtu (31/1/2026).
Kegiatan yang berlangsung dari 28 hingga 31 Januari ini bukan sekadar kompetisi tahunan, tetapi menjadi cerminan pendidikan masa depan yang menekankan pengembangan jasmani, mental, dan karakter anak.
Mengusung tema “Fit and Fun: Sehat Jasmani, Jiwa Bahagia”, kompetisi ini diikuti puluhan Sekolah Dasar dari Kecamatan Ganra hingga Kecamatan Lalabata.
Dari sekian banyak peserta, SD Negeri 7 Salotungo berhasil mencuri perhatian publik dengan penampilan Senam Anak Indonesia Hebat.
Lima siswa yang menjadi duta energi sekolah, Askari Fathurahman, Syafa Faiza Fahrani, Attiya Amira Azzahra, Andi Khayla Almira Maritza, dan Andi Yasmin Alfira, tampil dengan penuh percaya diri.
Gerakan mereka kompak, senyum yang tulus, dan energi yang terpancar menunjukkan anak-anak ini dibesarkan dalam lingkungan yang mendukung keberanian dan kreativitas sejak dini.
“Anak-anak tidak dipaksa untuk tampil, mereka siap karena dibiasakan dalam budaya sekolah yang positif,” ujar Israwati, S.Pd, salah satu guru pendamping.
Bersama Dian Permata Sari, SE, dan Syamsul Rijal, S.Pd, para guru membimbing siswa dengan sabar, menekankan kesenangan dan kesehatan dalam setiap gerakan senam.
Kehadiran orang tua murid, teman sekelas, serta kepala sekolah menambah semarak kompetisi.
Tepuk tangan yang menggema, sorak penyemangat, dan mata yang berkaca-kaca menjadi energi tambahan yang mendorong keberanian anak-anak tampil maksimal di atas panggung.
OSPEG Competition 2026 menegaskan bahwa pendidikan terbaik tidak hanya menekankan pada kemampuan akademik, tetapi juga keseimbangan antara kesehatan jasmani dan kebahagiaan jiwa anak.
Kepala sekolah SD Negeri 7 Salotungo Abdul Asis, S.Pdi menyatakan, “Kami ingin anak-anak tumbuh menjadi pribadi yang berani, sehat, bahagia, dan percaya diri.
"Kompetisi ini menjadi salah satu cara kami menunjukkan bagaimana pendidikan dapat memanusiakan anak.” ujarnya.
Menurutnya, "Keberhasilan SD Negeri 7 Salotungo dalam menampilkan senam yang penuh energi sekaligus mencerminkan budaya sekolah yang hidup, menunjukkan bahwa pendidikan tidak berhenti di ruang kelas, tandasnya.
Aktivitas di lapangan, kegiatan ekstrakurikuler, dan dukungan guru serta orang tua menjadi kunci pembentukan karakter anak.
Bagi orang tua yang mendambakan pendidikan yang menyeluruh, menggabungkan aspek akademik, jasmani, dan pengembangan karakter SD Negeri 7 Salotungo hadir sebagai pilihan yang bisa diandalkan.
OSPEG Competition hanyalah salah satu panggung bagi anak-anak, namun di sekolah ini, panggung pendidikan dan pengembangan diri hadir setiap hari, di kelas maupun di lapangan.
(Red)




