Jakarta, Kabartujuhsatu.news, Sebuah unggahan bernuansa nostalgia dari era 1980-an mendadak menyita perhatian warganet. Foto lama yang memperlihatkan kebersamaan Presiden ke-8 Republik Indonesia Prabowo Subianto dan Menteri Pertahanan RI Safri Syamsuddin saat masih muda kembali beredar luas di media sosial.
Unggahan tersebut dibagikan oleh akun bertema sejarah dan nostalgia era 1980-an pada Sabtu (17/1/2025).
Dalam foto itu, terlihat dua sosok muda yang kala itu telah menjalin persahabatan erat, sama-sama meniti karier di pasukan elite baret merah.
Hubungan Presiden Prabowo dan Menhan Safri Syamsuddin bukanlah kisah baru. Keduanya dikenal sebagai perwira yang tumbuh dan ditempa dalam tradisi keras, disiplin, serta loyalitas tinggi di lingkungan pasukan khusus TNI.
Kebersamaan mereka sejak masa muda menunjukkan ikatan persahabatan yang terbangun tidak hanya secara personal, tetapi juga profesional.
Nilai-nilai kepemimpinan, keberanian, dan pengabdian kepada negara menjadi fondasi kuat yang membentuk karakter keduanya hingga mencapai posisi strategis seperti saat ini.
Menariknya, dalam foto yang beredar, Prabowo dan Safri tampil mengenakan pakaian sipil. Meski tanpa seragam militer, aura ketegasan dan kewibawaan tetap terpancar.
Keduanya terlihat rapi, sederhana, namun berkelas, mencerminkan karakter perwira muda yang siap mengemban tanggung jawab besar.
Gaya berpakaian yang bersih dan formal juga menjadi cerminan kultur militer pada masa itu, di mana disiplin tidak hanya ditunjukkan di medan tugas, tetapi juga dalam kehidupan sehari-hari.
Unggahan nostalgia ini sontak menuai beragam komentar positif dari warganet. Banyak yang mengapresiasi perjalanan panjang dua tokoh nasional tersebut, dari prajurit muda hingga menjadi pemimpin negara dan penjaga pertahanan nasional.
“Ini bukti bahwa persahabatan dan integritas sejak muda bisa membawa seseorang ke puncak pengabdian,” tulis salah satu pengguna media sosial.
Tak sedikit pula yang menilai foto ini sebagai simbol kesinambungan sejarah dan kepemimpinan nasional, di mana pengalaman masa lalu menjadi modal penting dalam mengambil keputusan strategis untuk masa depan Indonesia.
Kisah Prabowo Subianto dan Safri Syamsuddin menjadi pengingat bahwa perjalanan menuju posisi puncak tidak instan. Proses panjang, disiplin, serta loyalitas terhadap bangsa dan negara menjadi kunci utama.
Bagi generasi muda, terutama yang bercita-cita mengabdi di dunia pertahanan dan kepemimpinan nasional, potret nostalgia ini menjadi sumber inspirasi bahwa kerja keras dan konsistensi akan menemukan jalannya sendiri.
(Red)




