Makassar, Kabartujuhsatu.news, Di tengah kondisi cuaca yang masih belum stabil dan genangan banjir yang merendam sejumlah wilayah, Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menunjukkan kepedulian langsung terhadap warganya dengan turun meninjau lokasi pengungsian banjir di Kecamatan Biringkanaya.
Kunjungan tersebut dilakukan pada Senin pagi, 12 Januari 2026, sekitar pukul 08.30 Wita. Wali Kota yang akrab disapa Appi itu meninjau dua titik pengungsian utama, yakni Kantor Kelurahan Katimbang dan UPT SPF SD Negeri Paccarekkang, sebagai bentuk kehadiran pemerintah di tengah masyarakat yang terdampak musibah.
Lokasi pertama yang dikunjungi adalah Kantor Kelurahan Katimbang di Jalan Keindahan Raya. Di tempat ini, Munafri berdialog langsung dengan para pengungsi, mendengarkan keluhan mereka, serta meninjau kondisi tempat pengungsian.
Ia memastikan bahwa kebutuhan dasar warga, mulai dari makanan, air bersih, hingga layanan kesehatan, terpenuhi dengan baik.
Usai meninjau Kantor Kelurahan Katimbang, Wali Kota Makassar melanjutkan kunjungan ke lokasi pengungsian di UPT SPF SD Negeri Paccarekkang, Jalan Paccerakkang.
Kehadiran Munafri di tengah para pengungsi disambut hangat oleh warga, terutama anak-anak dan kelompok rentan yang saat ini sangat membutuhkan perhatian khusus.
Dalam keterangannya, Munafri menegaskan bahwa pemenuhan kebutuhan dasar warga terdampak banjir menjadi prioritas utama Pemerintah Kota Makassar selama masa tanggap darurat.
“Hari ini saya turun langsung untuk memastikan bahwa suplai makanan, air bersih, toilet, layanan kesehatan, dan obat-obatan tersedia dengan baik bagi seluruh pengungsi,” ujar Munafri.
Ia juga menekankan bahwa pemerintah kota menjamin ketersediaan bantuan logistik dan layanan kesehatan di seluruh lokasi pengungsian. Menurutnya, pemerintah tidak ingin ada warga yang merasa terabaikan selama berada di tempat penampungan sementara.
Selain memastikan distribusi bantuan berjalan lancar, Munafri juga memberikan instruksi langsung kepada Camat Biringkanaya dan para lurah setempat agar terus memantau kondisi warga serta aktif melayani kebutuhan pengungsi hingga situasi benar-benar aman.
“Saya minta seluruh jajaran di kecamatan dan kelurahan untuk selalu hadir di tengah masyarakat, memastikan kondisi pengungsi terpantau dengan baik sampai mereka bisa kembali ke rumah masing-masing,” tegasnya.
Munafri juga berharap agar genangan banjir dapat segera surut sehingga warga dapat kembali beraktivitas secara normal.
“Kita berharap musibah ini bisa cepat berlalu dan warga bisa kembali ke rumah dengan aman,” ujarnya.
Tak hanya itu, Wali Kota Makassar juga memastikan bahwa seluruh SKPD terkait terus melakukan pemantauan berkala di seluruh titik pengungsian yang ada di Kota Makassar.
Pemantauan ini bertujuan agar tidak ada kebutuhan warga yang terlewat selama masa penanganan banjir.
“Kami akan terus memantau dan memastikan seluruh kebutuhan pengungsi benar-benar terpenuhi,” tambahnya.
Dalam kunjungan tersebut, Munafri juga memberikan arahan khusus kepada petugas kesehatan yang berjaga di lokasi pengungsian.
Ia menekankan pentingnya kesiapsiagaan tenaga medis, terutama dalam menjaga ketersediaan obat-obatan serta melakukan penanganan cepat jika ditemukan warga yang mengalami gangguan kesehatan.
“Jika ada warga yang menunjukkan gejala penyakit, harus segera ditangani. Bila perlu, langsung dirujuk ke puskesmas terdekat,” tuturnya.
Berdasarkan data sementara dari BPBD Kota Makassar, ratusan warga di Kecamatan Biringkanaya terpaksa mengungsi akibat banjir.
Para pengungsi tersebar di beberapa lokasi, di antaranya Kantor Lurah Katimbang, UPT SPF SD Negeri Paccarekkang, Masjid Nurul Ikhlas Kompleks Kodam III, dan Masjid Lailatul Qadar Blok AF.
Data tersebut menjadi acuan Pemerintah Kota Makassar dalam menyalurkan bantuan logistik, layanan kesehatan, serta memberikan perlindungan bagi kelompok rentan seperti anak-anak, balita, lansia, ibu hamil, dan bayi selama masa tanggap darurat banjir.
Kunjungan langsung Wali Kota Makassar ini menjadi bukti nyata komitmen pemerintah daerah dalam memberikan pelayanan maksimal dan memastikan keselamatan serta kesejahteraan warga di tengah bencana.
(Red)



