Diduga Mencabuli Murid, Orang Tua Desak Sekolah Ambil Tindakan Tegas
  • Jelajahi

    Copyright © kabartujuhsatu.news
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Layanan Publikasi Media Online : Iklan, Berita, Banner

    Layanan Publikasi Media Online : Iklan, Berita, Banner
    Klik Gambar Inaproc Kabartujuhsatu di Kolom Pencarian

    Daftar Blog Saya

    Diduga Mencabuli Murid, Orang Tua Desak Sekolah Ambil Tindakan Tegas

    Kabartujuhsatu
    Sabtu, 29 November 2025, November 29, 2025 WIB Last Updated 2025-11-30T04:40:47Z
    masukkan script iklan disini


    Sukabumi, Kabartujuhsatu.news, Kasus dugaan pencabulan kembali mencuat di sebuah sekolah Islam terkemuka di kawasan Jampang Surade, Sukabumi.


    Seorang guru berinisial ED, yang diketahui merupakan pelatih ekstrakurikuler bola voli, dilaporkan oleh beberapa orang tua murid karena diduga melakukan tindakan tidak pantas terhadap siswanya dengan dalih janji prestasi.


    Menurut informasi dari sejumlah narasumber, tindakan dugaan pelecehan tersebut tidak hanya terjadi sekali.


    Beberapa laporan serupa disebut pernah muncul sebelumnya, namun dinilai tidak ditindaklanjuti dengan tegas oleh pihak sekolah.


    Kondisi inilah yang memicu kekhawatiran serta kemarahan orang tua murid dan masyarakat setempat.


    Para orang tua menilai pihak sekolah terlalu lambat dan terkesan menutupi kasus ini demi menjaga nama baik lembaga.


    Mereka menegaskan bahwa keselamatan siswa harus menjadi prioritas tertinggi dibanding citra sekolah.


    “Ini bukan pertama kali terjadi. Kami minta sekolah bertanggung jawab dan mengambil tindakan yang sesuai,” tutur salah satu orang tua murid yang enggan disebutkan namanya. Sabtu (29/11/2025).


    Mereka meminta proses investigasi dilakukan secara transparan, profesional, dan berpihak pada perlindungan siswa agar kasus serupa tidak terulang kembali.


    Pihak sekolah dikabarkan telah berjanji akan melakukan investigasi internal dan bekerja sama dengan pihak berwenang untuk menindaklanjuti laporan tersebut.


    Namun, masyarakat menilai langkah tersebut harus dilakukan secara terbuka agar tidak menimbulkan kecurigaan adanya upaya penutupan informasi.


    Menurut narasumber yang mengetahui proses internal sekolah, oknum guru berinisial ED tersebut kini telah dikeluarkan dari sekolah.


    Meski demikian, orang tua murid menilai bahwa pemecatan saja tidak cukup tanpa adanya proses hukum dan kejelasan terhadap korban.


    Sebagai seorang pendidik, guru memegang tanggung jawab moral dan hukum untuk melindungi serta membimbing siswa.


    Tindakan tidak pantas terhadap murid, jika terbukti merupakan pelanggaran serius yang dapat menimbulkan dampak psikologis jangka panjang bagi korban.


    Masyarakat mendesak pihak sekolah untuk memperketat proses rekrutmen guru, termasuk evaluasi integritas dan kapasitas kepribadian pendidik.


    Mereka menilai penerapan aturan yang ketat hanya kepada siswa tidak cukup tanpa pengawasan ketat terhadap tenaga pengajar.


    Masyarakat juga berharap agar korban dalam kasus ini mendapatkan pendampingan dan perlindungan, baik secara hukum maupun psikologis.


    Mereka juga meminta aparat berwenang mengusut tuntas kasus ini demi keadilan dan pencegahan agar kejadian serupa tidak terus berulang di masa depan.


    Kasus ini kembali menjadi pengingat pentingnya pengawasan lingkungan pendidikan dan perlindungan anak.


    Orang tua dan masyarakat berkomitmen untuk terus memantau perkembangan penyelidikan hingga tindak tegas benar-benar diterapkan.


    Laporan: CIA / Sukabumi
    Published : HSW

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini