Brigade Pangan Maksimalkan KUR, Dorong Swasembada Pangan Nasional -->
  • Jelajahi

    Copyright © kabartujuhsatu.news
    Best Viral Premium Blogger Templates

     


    Daftar Blog Saya

    Brigade Pangan Maksimalkan KUR, Dorong Swasembada Pangan Nasional

    Kabartujuhsatu
    Kamis, 09 Oktober 2025, Oktober 09, 2025 WIB Last Updated 2025-10-12T11:52:30Z
    masukkan script iklan disini


    Gowa, Sulawesi Selatan, Kabartujuhsatu.news, Dalam upaya memperkuat ketahanan pangan nasional sekaligus mendorong kemandirian petani, Brigade Pangan terus berinovasi dalam mengelola permodalan usaha melalui program Kredit Usaha Rakyat (KUR).


    Program ini dinilai menjadi strategi efektif untuk meningkatkan produktivitas pertanian dan mempercepat terwujudnya swasembada pangan di Indonesia.


    Sebagai wujud dukungan terhadap inisiatif tersebut, Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Batangkaluku kembali menggelar kegiatan Bertani on Cloud (BOC) Volume 325 dengan tema “KUR Produktif: Kiat Brigade Pangan Kelola Modal Usaha Capai Swasembada Pangan.”


    Kegiatan yang berlangsung pada Kamis (9/10/2025) ini menghadirkan Manajer BP Lajonga sebagai narasumber dan dibuka langsung oleh Kepala BBPP Batangkaluku, Jamaluddin Al Afgani.


    Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa lembaga keuangan perbankan telah bergerak aktif mendukung upaya Brigade Pangan dalam memperkuat ketahanan pangan nasional.


    Menurut Amran, dukungan dari sektor perbankan sangat krusial untuk memastikan efektivitas penyaluran dana serta memantau hasil ekonomi yang diperoleh petani melalui KUR.


    “Perbankan berperan penting dalam menghitung seberapa besar kredit yang disalurkan dan berapa pendapatan petani yang dapat dihasilkan.


    "Sinergi ini sangat menentukan keberhasilan program swasembada pangan,” ujar Mentan.


    Sementara itu, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Idha Widi Arsanti menekankan pentingnya pendampingan berkelanjutan agar akses pembiayaan seperti KUR benar-benar memberikan dampak nyata bagi petani.


    Menurut Idha, peningkatan akses modal harus berjalan seiring dengan penguatan kapasitas sumber daya manusia, pendampingan lapangan, serta sinergi antar-pemangku kepentingan.


    “Pembiayaan pertanian tidak cukup hanya dengan menyediakan akses modal. Harus ada sinergi antara pemerintah, lembaga keuangan, dan petani agar hasilnya maksimal dan berkelanjutan,” ujarnya.


    Kepala BBPP Batangkaluku Jamaluddin Al Afgani menyampaikan bahwa kegiatan BOC menjadi wadah strategis bagi petani dan pelaku pertanian muda untuk memahami cara pengelolaan modal secara produktif melalui KUR.


    Jamal menilai, salah satu kendala utama petani selama ini adalah keterbatasan akses terhadap permodalan.


    Melalui program BOC dan dukungan lembaga keuangan, hambatan tersebut diharapkan dapat diatasi.


    “Mudah-mudahan kegiatan ini bisa menjadi inspirasi bagi semua petani, terutama generasi muda yang ingin terlibat di dunia pertanian tetapi masih terkendala modal,” kata Jamal.


    Ia juga berbagi hasil diskusi dengan anggota Brigade Pangan yang telah memanfaatkan alat mesin pertanian (alsintan) modern seperti rice transplanter.


    Menurutnya, jika dikelola dengan baik, satu unit alat dapat memberikan penghasilan signifikan dalam satu musim tanam.


    “Ketika rice transplanter ini dimaksimalkan oleh setiap anggota Brigade Pangan, kapasitas kerja per bulan bisa mencapai 300 hektar.


    "Dampaknya sangat besar terhadap peningkatan produktivitas,” jelasnya.


    Lebih lanjut, Jamaluddin menegaskan bahwa pemanfaatan KUR secara optimal dapat menjadi solusi nyata bagi petani untuk memiliki alsintan sendiri.


    "Selain mendukung peningkatan efisiensi kerja, kepemilikan alat juga dapat membuka peluang pendapatan tambahan.


    “Jika akses KUR dimanfaatkan untuk mendapatkan satu unit rice transplanter, petani tidak hanya memperoleh penghasilan yang lebih baik, tetapi juga turut berperan dalam meningkatkan indeks pertanaman nasional,” tutupnya.


    Program Bertani on Cloud (BOC) sendiri merupakan kegiatan rutin yang digelar BBPP Batangkaluku untuk memberikan pembelajaran digital bagi petani, penyuluh, dan pelaku usaha pertanian di seluruh Indonesia.


    Melalui platform ini, peserta dapat berbagi pengalaman, inovasi, dan strategi pengembangan usaha tani yang berkelanjutan.


    (Red) 

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini