Soppeng, Kabartujuhsatu.news, Prestasi membanggakan kembali ditorehkan siswa Sekolah Luar Biasa Negeri (SLBN) 1 Soppeng. Herianto, siswa kelas X, berhasil meraih juara 1 sekaligus medali emas pada ajang Pekan Special Olympic Indonesia (Pesonas) II Tahun 2026 yang digelar di Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur, pada 14–18 Oktober 2026.
Herianto yang mewakili kontingen Provinsi Sulawesi Selatan sukses menjadi yang terbaik pada cabang olahraga tolak peluru klasifikasi disabilitas intelektual. Ia mencatatkan lemparan sejauh 6,35 meter, mengungguli peserta lainnya dalam kompetisi tingkat nasional yang diikuti kontingen dari 22 provinsi lainnya.
Capaian tersebut semakin istimewa karena sebelumnya Herianto juga berhasil meraih juara 1 pada tingkat Provinsi Sulawesi Selatan. Keberhasilan di Pesonas II 2026 menjadi bukti bahwa kerja keras, latihan, dan kesempatan yang tepat dapat mengantarkan siswa penyandang disabilitas meraih prestasi membanggakan.
Guru SLBN 1 Soppeng sekaligus pelatih yang mendampingi Herianto, Anzarul Samsu, S.Pd., berharap prestasi tersebut dapat menjadi motivasi bagi siswa penyandang disabilitas lainnya untuk terus mengembangkan kemampuan sesuai minat dan bakat masing-masing.
Menurutnya, kegiatan olahraga dan latihan yang terarah tidak hanya membuka peluang meraih prestasi, tetapi juga membangun rasa percaya diri, kemandirian, kedisiplinan, sportivitas, serta semangat pantang menyerah.
“Semoga seluruh siswa SLB mendapatkan dukungan, kesempatan, dan apresiasi untuk terus berkembang, berprestasi, serta membanggakan orang tua, sekolah, dan daerah,” harapnya.
Ia menegaskan, keterbatasan bukanlah penghalang untuk meraih cita-cita. Dengan pembinaan dan kesempatan yang setara, para siswa disabilitas memiliki peluang untuk menunjukkan kemampuan dan potensi terbaik mereka.
Kebanggaan serupa disampaikan Kepala SLBN 1 Soppeng, Suriadi, S.Pd., M.Pd. Ia mengaku bangga atas pencapaian Herianto yang berhasil membawa pulang medali emas dari ajang nasional tersebut.
“Sebagai kepala sekolah, saya berharap prestasi yang telah diukir oleh Herianto dapat dipertahankan. Tetap rendah hati dan jadilah inspirasi bagi teman-teman lainnya,” ujarnya.
Suriadi juga mengingatkan para siswa penyandang disabilitas agar tidak merasa rendah diri ataupun berkecil hati. Menurutnya, setiap anak memiliki potensi, kemampuan, dan keistimewaan masing-masing yang perlu dikembangkan melalui pendidikan, latihan, dan dukungan yang tepat.
“Teruslah belajar, berlatih, dan berusaha sesuai dengan kemampuan yang dimiliki,” pesannya.
Lebih jauh, ia berharap pemerintah terus memberikan perhatian dan dukungan nyata bagi peserta didik penyandang disabilitas. Dukungan tersebut, kata dia, dapat diwujudkan melalui penyediaan fasilitas pendidikan yang ramah disabilitas, sarana dan prasarana yang memadai, pendampingan, serta kesempatan mengikuti berbagai perlombaan untuk mengembangkan bakat dan potensi.
“Semoga semua siswa disabilitas mendapatkan kesempatan yang sama untuk berprestasi, berkarya, mandiri, dan meraih cita-cita. Karena prestasi bukan hanya tentang menjadi juara, tetapi juga tentang keberanian untuk mencoba, semangat untuk belajar, dan kemauan untuk terus berkembang,” tutupnya.
Prestasi Herianto menjadi kebanggaan bagi keluarga besar SLBN 1 Soppeng sekaligus menegaskan pentingnya pendidikan inklusif, pembinaan berkelanjutan, dan kesempatan yang setara bagi setiap peserta didik untuk berkembang serta mengharumkan nama daerah di tingkat nasional.
(Red)
