Makassar, Kabartujuhsatu.news, Munafri Arifuddin alias Appi resmi meninggalkan Partai Golkar dan bergabung dengan Partai Demokrat. Perpindahan politik Wali Kota Makassar itu menandai babak baru perjalanan politiknya sekaligus memunculkan perhatian terhadap peta kekuatan partai di Sulawesi Selatan.
Appi resmi menjadi kader Demokrat pada Kamis (8/10/2026). Penyerahan Kartu Tanda Anggota (KTA) dilakukan oleh Ketua DPD Partai Demokrat Sulawesi Selatan, Ni’matullah, dalam kegiatan pendidikan politik pengurus Demokrat di Hotel Claro Makassar.
Keputusan tersebut menyusul penyerahan surat pengunduran diri Appi dari Partai Golkar kepada Ketua DPD I Golkar Sulsel, Ilham Arief Sirajuddin, pada Senin (5/10/2026).
Dengan langkah itu, Appi mengakhiri kiprahnya sebagai kader sekaligus Ketua DPD II Partai Golkar Kota Makassar.
Bergabungnya Appi dengan Demokrat bukan tanpa latar belakang. Ia mengungkapkan, partai berlambang bintang mercy tersebut memiliki sejarah dukungan politik terhadap dirinya dalam dua kontestasi Pemilihan Wali Kota Makassar.
Pada Pilwalkot Makassar 2020, Demokrat mendukung pasangan Munafri Arifuddin dan Rahman Bando. Dukungan kembali diberikan pada Pilwalkot 2024 ketika Appi berpasangan dengan Aliyah Mustika Ilham.
Pasangan Munafri-Aliyah kemudian memenangkan Pilwalkot Makassar 2024 dan dipercaya memimpin Kota Makassar.
Appi menegaskan, keputusannya meninggalkan Golkar bukan dilandasi persoalan khusus dengan partai yang sebelumnya membesarkan karier politiknya. Ia menyebut perpindahan tersebut sebagai pilihan politik pribadi setelah mempertimbangkan perjalanan dan hubungan politiknya dengan Demokrat.
Namun, perpindahan seorang kepala daerah yang sebelumnya memimpin struktur partai di tingkat kota tentu bukan sekadar pergantian kartu keanggotaan. Langkah tersebut juga menjadi bagian dari dinamika politik yang berpotensi memengaruhi konfigurasi kekuatan partai di Makassar.
Setelah resmi bergabung, Appi menyatakan kesiapannya membangun komunikasi dan kebersamaan dengan pengurus serta kader Demokrat.
Menurutnya, soliditas organisasi menjadi faktor penting dalam membesarkan partai. Kekuatan politik, kata dia, tidak semata-mata bertumpu pada figur, tetapi juga pada kemampuan seluruh kader untuk bekerja bersama dan menjaga kesatuan langkah.
Appi juga menegaskan tidak membawa rombongan kader Golkar untuk ikut berpindah ke Demokrat. Keputusannya, ia menyatakan, merupakan pilihan pribadi dan tidak dimaksudkan untuk memengaruhi sikap politik orang lain.
Sikap tersebut menjadi penting di tengah perpindahan politik yang melibatkan figur dengan posisi strategis di pemerintahan dan organisasi partai.
Sementara itu, Ketua DPD Demokrat Sulsel, Ni’matullah, menyambut bergabungnya Appi sebagai bagian dari dinamika perkembangan partai di Sulawesi Selatan.
Bergabungnya Appi juga menjadi sorotan menjelang agenda Musyawarah Daerah (Musda) Demokrat Sulsel. Namun, ketika ditanya mengenai kemungkinan maju dalam kontestasi kepemimpinan partai tersebut, Appi belum memberikan kepastian.
Ia menegaskan bahwa dirinya baru bergabung sebagai kader dan belum membicarakan lebih jauh mengenai posisi dalam struktur kepengurusan Demokrat.
Dengan demikian, spekulasi mengenai arah politik Appi dalam Musda masih memerlukan kejelasan lebih lanjut. Statusnya sebagai kader baru belum dengan sendirinya memastikan apakah ia akan mengambil peran dalam perebutan kepemimpinan partai di tingkat provinsi.
Perpindahan Appi dari Golkar ke Demokrat kini menjadi salah satu perkembangan politik yang patut dicermati di Sulawesi Selatan. Selain menyangkut masa depan karier politiknya, langkah tersebut juga akan diuji melalui kemampuannya membangun konsolidasi bersama kader Demokrat.
Di atas semua dinamika itu, ada satu hal yang tidak boleh terabaikan: tanggung jawab Appi sebagai Wali Kota Makassar.
Perubahan afiliasi politik semestinya tidak mengganggu jalannya pemerintahan, pelayanan publik, maupun program pembangunan. Sebab, bagi masyarakat, ukuran utama kepemimpinan bukanlah partai tempat seorang wali kota bernaung, melainkan sejauh mana kebijakan dan kinerjanya memberikan manfaat nyata bagi warga.
Babak baru politik Appi telah dimulai. Kini, publik menanti bagaimana ia menjaga keseimbangan antara perjalanan politiknya bersama Demokrat dan amanah pemerintahan yang harus tetap dijalankan demi kepentingan masyarakat Makassar.
(Red)
