Soppeng, Kabartujuhsatu.news, Silaturahmi antar insan pers di Kabupaten Soppeng tidak hanya menjadi ajang mempererat hubungan, tetapi juga ruang berbagi nilai kehidupan. Salah satu prinsip yang mengemuka dalam perbincangan tersebut datang dari Firman, pimpinan media Ketik Terkini, yang menekankan pentingnya menghormati orang yang lebih tua dan menyayangi yang lebih muda. Jum'at (16/10/2026).
Perbincangan yang awalnya membahas suka duka menjalani profesi wartawan kemudian berkembang pada persoalan etika, sikap, dan cara membangun hubungan dengan sesama dalam kehidupan sehari-hari.
Bagi Firman, menjadi wartawan bukan semata-mata soal menjalankan tugas peliputan, mencari informasi, dan menyajikan berita kepada masyarakat. Lebih dari itu, profesi tersebut juga menuntut kedewasaan dalam bersikap serta kemampuan menjaga hubungan baik dengan berbagai kalangan.
Ia memegang prinsip bahwa setiap orang harus ditempatkan secara manusiawi, tanpa memandang status, latar belakang, maupun perbedaan yang ada.
Prinsip “hormati yang lebih tua dan sayangi yang lebih muda” menjadi pegangan Firman dalam menjalani kehidupan. Menurutnya, sikap saling menghargai merupakan salah satu kunci untuk menjaga keharmonisan dan memperkuat hubungan persaudaraan.
Sikap tersebut juga mencerminkan pentingnya membangun komunikasi yang baik di tengah dinamika kehidupan, termasuk dalam lingkungan profesi jurnalistik yang memiliki beragam karakter, pandangan, dan kepentingan.
Pandangan Firman mendapat apresiasi dari Alfred, jurnalis yang juga menjabat sebagai Ketua LPKN. Ia menilai prinsip tersebut memiliki makna penting, terutama dalam membangun hubungan antar sesama wartawan yang tidak hanya berlandaskan kepentingan profesi, tetapi juga nilai-nilai kemanusiaan.
Menurut Alfred, solidaritas insan pers harus dibangun melalui sikap saling menghormati, keterbukaan, dan kesediaan untuk menjaga hubungan baik meskipun terdapat perbedaan pandangan atau pilihan dalam menjalankan tugas jurnalistik.
Alfred menegaskan, kebersamaan antar awak media tidak harus menghilangkan sikap kritis maupun independensi. Sebaliknya, hubungan yang baik dapat menjadi fondasi untuk menciptakan iklim komunikasi yang sehat dan profesional.
Ia berharap nilai-nilai yang dipegang Firman dapat menjadi inspirasi bagi insan pers, khususnya di Kabupaten Soppeng, untuk terus menjaga etika, memperkuat silaturahmi, dan tidak menjadikan perbedaan sebagai alasan untuk menjauh satu sama lain.
Pada akhirnya, profesi jurnalistik bukan hanya tentang bagaimana seseorang menyampaikan informasi kepada publik, tetapi juga bagaimana ia menjaga sikap dan memperlakukan sesama dalam kehidupan bermasyarakat.
Silaturahmi tersebut menjadi pengingat bahwa di tengah kesibukan menjalankan tugas jurnalistik, persaudaraan dan sikap saling menghargai tetap menjadi nilai yang patut dijaga.
(Red)
