Soppeng, Kabartujuhsatu.news, Perjalanan menuju panggung sepak bola internasional tidak selalu dimulai dari fasilitas mewah atau akademi besar. Bagi Ja’far Hadi, pemain muda binaan Sekolah Sepak Bola (SSB) Sewo Junior, mimpi itu tumbuh dari kedisiplinan, pengorbanan orang tua, serta ketulusan dalam proses pembinaan sepak bola usia dini.
Berasal dari Lonrong, Desa Jampu Kecamatan Liliriaja, Kabupaten Soppeng, Ja’far kini mendapat kesempatan berharga untuk tampil pada ajang International Youth Football di Malaysia bersama tim U-12. Langkah ini menjadi pencapaian tersendiri bagi pemain muda yang selama ini menempuh perjalanan panjang demi mengasah kemampuannya di lapangan.
Ja’far bukan anak yang lahir dan berasal dari wilayah Sewo. Namun, perbedaan wilayah tidak menjadi penghalang untuk berkembang bersama SSB Sewo Jr. Di klub inilah ia ditempa melalui latihan, kedisiplinan, dan kerja keras hingga tumbuh menjadi pemain muda yang memiliki karakter serta potensi untuk bersaing di level yang lebih tinggi.
Di balik perjalanan tersebut, terdapat pengorbanan besar keluarga. Setiap hari, orang tua Ja’far dengan setia mengantarnya berlatih, menempuh jarak sekitar 15 kilometer dengan waktu perjalanan kurang lebih 30 menit.
Pengorbanan itu tidak berhenti pada urusan antar-jemput. Saat libur sekolah, Ja’far bahkan kerap menginap di rumah pelatih demi menjaga konsistensi latihan. Sebuah gambaran tentang kesungguhan seorang anak mengejar cita-cita, sekaligus keteguhan orang tua dalam mendukung masa depan buah hatinya.
Manager Sewo Jr., Amrayadi, menilai perjalanan Ja’far menjadi contoh bahwa pembinaan sepak bola usia dini membutuhkan lebih dari sekadar kemampuan teknis. Dukungan keluarga, kedisiplinan pemain, serta hubungan yang sehat antara pemain dan manajemen klub menjadi bagian penting dalam membangun potensi seorang atlet muda.
Loyalitas Ja’far dan keluarganya kepada Sewo Jr. juga tercermin dari sikap mereka yang menyerahkan keputusan terkait masa depan sang pemain kepada manajemen klub ketika ada tawaran dari tim lain.
Sikap tersebut menjadi dasar bagi manajemen Sewo Jr. untuk mengambil keputusan saat SSB PESAT Sidrap datang memberikan kesempatan kepada Ja’far. Ia kemudian dilepas untuk memperkuat PESAT dalam turnamen ITC di Pinrang.
Keputusan itu berbuah manis. PESAT berhasil keluar sebagai juara dan meraih tiket untuk berlaga di Malaysia. Bagi Ja’far, capaian tersebut menjadi pintu menuju pengalaman baru, sekaligus kesempatan menguji kemampuan di tengah persaingan sepak bola usia dini yang lebih luas.
Kisah Ja’far menunjukkan bahwa pembinaan di tingkat akar rumput dapat membuka jalan bagi talenta muda untuk berkembang. Ketika klub mampu mengedepankan kepentingan pemain, keluarga memberikan dukungan tanpa henti, dan kesempatan diberikan pada waktu yang tepat, potensi seorang anak dapat tumbuh melampaui batas wilayah asalnya.
Kini, tantangan yang lebih besar menanti Ja’far di Malaysia. Perjalanan panjang dari Lonrong, latihan bersama Sewo Jr., hingga kesempatan tampil di panggung internasional menjadi bekal berharga untuk terus belajar dan berkembang.
Selamat berjuang, Ja’far Hadi! Semoga kesempatan ini menjadi langkah awal menuju prestasi yang lebih tinggi, sekaligus membawa nama baik keluarga, Sewo Junior, dan daerah asalmu.
Amrayadi Arafah, SH, MH
Manager Sewo Jr.
