Ketua LSM SIDIK, Mahmud Cambang (ist).
Soppeng, Kabartujuhsatu.news, Peringatan Hari Buruh Internasional, 1 Mei 2026, kembali menjadi sorotan. Kali ini, Ketua LSM Sidik, Mahmud Cambang, menyampaikan pernyataan yang cukup menyita perhatian publik.
Dalam keterangannya, pada Jum'at (1/5) Mahmud mengingatkan bahwa Hari Buruh bukan sekadar rutinitas tahunan yang berlalu begitu saja tanpa makna.
“Ini bukan hanya seremoni. Ini adalah pengingat bahwa perjuangan buruh belum selesai,” tegasnya.
Menurut Mahmud, masih banyak pekerja yang menghadapi berbagai tantangan di lapangan, mulai dari persoalan upah, jaminan sosial, hingga kondisi kerja yang belum sepenuhnya layak.
Ia juga menegaskan bahwa semua pihak harus memiliki tanggung jawab yang sama dalam memperjuangkan hak-hak buruh.
“Pemerintah, pengusaha, dan masyarakat tidak boleh tutup mata. Kesejahteraan buruh adalah fondasi penting bagi pembangunan,” lanjutnya.
Tak hanya itu, Mahmud turut menyoroti pentingnya kebijakan yang benar-benar berpihak kepada pekerja, bukan sekadar janji atau formalitas belaka.
Ia menekankan bahwa peningkatan kesejahteraan buruh harus diwujudkan melalui langkah nyata, seperti penyesuaian upah yang adil, perlindungan kerja, serta jaminan kesehatan dan keselamatan kerja.
“Kalau buruh sejahtera, maka produktivitas juga akan meningkat. Ini harus dipahami bersama,” ujarnya.
Di akhir pernyataannya, Mahmud berharap momentum Hari Buruh tahun ini dapat menjadi titik balik bagi semua pihak untuk lebih serius memperhatikan kondisi tenaga kerja, khususnya di daerah seperti Soppeng.
“Semoga ini menjadi refleksi bersama. Jangan sampai kita terus mengulang masalah yang sama setiap tahun,” pungkasnya.
Pernyataan ini pun langsung menuai berbagai respons dari masyarakat, terutama di kalangan pekerja yang berharap adanya perubahan nyata ke depan.
(Red)
