Makassar, Kabartujuhsatu.news, – SMPN 16 Makassar menggelar kegiatan Gladi Bersih Tes Kompetensi Akademik (TKA) yang berlangsung pada 9 hingga 13 Maret 2026.
Kegiatan ini menjadi bagian dari persiapan sekolah sebelum pelaksanaan ujian berbasis komputer tersebut.
Pelaksanaan gladi bersih TKA di SMPN 16 Makassar dibagi menjadi tiga gelombang, dengan masing-masing gelombang terdiri dari tiga sesi ujian.
Untuk menunjang kelancaran kegiatan, pihak sekolah menyiapkan 25 unit komputer yang digunakan secara bergantian oleh para siswa.
Kepala SMPN 16 Makassar, Amiruddin D, S.Pd., M.Pd., mengatakan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk memastikan seluruh perangkat serta jaringan internet di sekolah dapat berfungsi dengan baik saat pelaksanaan ujian nanti.
“Gladi bersih ini kami laksanakan untuk memastikan perangkat komputer dan jaringan internet di sekolah dapat berfungsi dengan baik saat pelaksanaan ujian nanti,” ujarnya.
Selain itu, kegiatan ini juga dimaksudkan agar para siswa terbiasa mengerjakan soal melalui sistem komputer sesuai prosedur yang telah ditetapkan.
Dengan demikian, para peserta didik tidak lagi merasa canggung saat mengikuti ujian yang sebenarnya.
Tidak hanya bagi siswa, gladi bersih ini juga menjadi sarana pemantapan bagi panitia pelaksana.
Melalui kegiatan tersebut, panitia, teknisi, proktor, dan pengawas dapat memahami tugas dan fungsi masing-masing selama pelaksanaan ujian.
“Melalui gladi bersih ini juga kami dapat mengidentifikasi berbagai kemungkinan kendala teknis, sehingga bisa segera diperbaiki sebelum hari pelaksanaan TKA,” tambah Amiruddin.
Meski secara umum kegiatan berjalan lancar, pihak sekolah mencatat beberapa kendala kecil selama pelaksanaan. Salah satunya adalah pemadaman listrik sekitar 10 menit pada hari kedua. Selain itu, pada hari pertama terdapat beberapa siswa yang datang terlambat mengikuti sesi ujian.
Namun demikian, kendala tersebut dapat segera diatasi sehingga kegiatan gladi bersih tetap berlangsung dengan baik hingga hari terakhir.
Melalui kegiatan ini, SMPN 16 Makassar berharap seluruh siswa dapat lebih siap, percaya diri, serta terbiasa dengan sistem ujian berbasis komputer saat menghadapi pelaksanaan Tes Kompetensi Akademik (TKA) yang sesungguhnya. (*)



