Soppeng, Sulawesi Selatan, Kabartujuhsatu.news, Turnamen sepak bola Liga Ramadan Cup II resmi dimulai di Lapangan Hikmah Takalala, Kelurahan Tettikenrarae, Kecamatan Marioriwawo, Kabupaten Soppeng, pada Minggu (1/3/2026).
Turnamen ini berlangsung selama dua pekan, mulai 1 hingga 15 Maret 2026, dan menghadirkan tim-tim dari berbagai kecamatan di Kabupaten Soppeng.
Ketua panitia, Yudassirun, S.Sos., M.Si., menyatakan bahwa turnamen ini menjadi ajang silaturahmi sekaligus wadah menyalurkan bakat generasi muda di bidang olahraga, khususnya sepak bola.
“Liga Ramadan Cup II bukan sekadar ajang kompetisi, tetapi juga momentum untuk memperkuat kebersamaan dan persaudaraan antarwarga se-Kabupaten Soppeng,” ujar Yudassirun.
Pembukaan turnamen ini dihadiri sejumlah pejabat penting, antara lain Camat Marioriwawo Andi Ashar Afwan, S.STP., M.Si, Danramil 05 Marioriwawo Kodim 1423/Soppeng Letda Inf Muh. Asdar, Kapolsek Marioriwawo AKP Mas Udi, yang diwakili anggota Polsek setempat, Lurah Tettikenrarae Andi Parenrengi, Tokoh masyarakat Abu Hasnah.
Secara resmi, Camat Marioriwawo membuka turnamen dan menandai dimulainya pertandingan dengan tendangan bola pertama.
Sejak laga perdana, antusiasme warga terlihat sangat tinggi. Ratusan penonton memadati Lapangan Hikmah Takalala untuk menyaksikan tim favorit mereka bertanding.
Liga Ramadan Cup II menghadirkan tim-tim dari seluruh kecamatan di Kabupaten Soppeng.
Laga perdana langsung menarik perhatian karena mempertemukan tim-tim dengan kualitas permainan yang cukup kompetitif.
Dihari kedua, pertandingan yang paling dinantikan adalah antara Old Star Mantili versus PS Pelajar FC, yang digelar pada Senin (2/3/2026) pukul 16.30 WITA.
Kedua tim ini dikenal memiliki strategi permainan yang solid dan pemain-pemain muda berbakat.
“Kami berharap pertandingan ini bisa menjadi ajang bagi para pemain muda untuk menunjukkan kemampuan terbaik mereka, sekaligus menginspirasi generasi muda lainnya untuk lebih aktif di bidang olahraga,” kata salah seorang pelatih tim peserta.
Selain sebagai ajang olahraga, Liga Ramadan Cup II juga memiliki dampak sosial yang signifikan. Turnamen ini menjadi media untuk mempererat silaturahmi antar warga, meningkatkan partisipasi masyarakat dalam kegiatan positif selama bulan Ramadan, serta mendorong pengembangan bakat sepak bola lokal.
“Kegiatan ini sangat bermanfaat bagi masyarakat. Tidak hanya menonton pertandingan, tetapi juga menumbuhkan semangat kebersamaan di bulan suci Ramadan,” ungkap salah seorang penonton.
Panitia berharap seluruh pertandingan hingga partai final pada 15 Maret 2026 dapat berjalan lancar dan aman.
Lebih jauh, kegiatan ini diharapkan menjadi agenda tahunan yang semakin meriah, sekaligus memunculkan talenta-talenta muda berbakat dari Kabupaten Soppeng.
Partai final turnamen dijadwalkan pada 15 Maret 2026 di Lapangan Hikmah Takalala, dengan prediksi pertandingan yang lebih sengit karena tim-tim yang lolos ke babak akhir menunjukkan performa terbaik mereka.
“Kami ingin menjadikan Liga Ramadan Cup sebagai turnamen tahunan yang mampu meningkatkan prestasi sepak bola di Kabupaten Soppeng, sekaligus menjadi ajang hiburan masyarakat selama bulan Ramadan,” tambah Yudassirun.
Dengan strategi penyelenggaraan yang matang, dukungan pemerintah daerah, dan antusiasme masyarakat, Liga Ramadan Cup II diproyeksikan menjadi turnamen yang semakin dikenal dan ditunggu setiap tahunnya.
(Red)



