Soppeng, Kabartujuhsatu.news, Pemerintah Kabupaten Soppeng menuai apresiasi atas langkah inklusif dalam penyelenggaraan Pasar Ramadhan Soppeng 2026.
Tidak seperti kebiasaan sebelumnya, kepanitiaan kegiatan berskala besar ini justru dipercayakan kepada kalangan muda dari Desa, bukan kepada figur elite atau keluarga pejabat.
Ketua Pemuda Muhammadiyah Kabupaten Soppeng, Ruslan Effendi, secara khusus menyampaikan apresiasi kepada Bupati Soppeng, Suwardi Haseng, atas keberhasilan pelaksanaan kegiatan yang dinilai tidak hanya sukses secara penyelenggaraan, tetapi juga berdampak langsung terhadap perekonomian masyarakat.
Menurut Ruslan, Pasar Ramadhan tahun ini menjadi bukti nyata bahwa generasi muda memiliki kapasitas untuk mengelola kegiatan besar yang melibatkan banyak pihak, termasuk pelaku UMKM dan ribuan pengunjung.
“Keberhasilan ini menunjukkan bahwa ketika pemuda diberi kepercayaan, mereka mampu menjalankan amanah dengan baik dan profesional,” ujarnya.
Ruslan menyoroti keputusan pemerintah daerah yang menunjuk Agus Copli (Agus, S.Kom), seorang pemuda asal Desa Umpungeng, sebagai ketua panitia.
Ia menilai langkah tersebut sebagai terobosan penting dalam membuka ruang partisipasi yang lebih luas bagi pemuda Desa.
“Biasanya kegiatan besar seperti ini identik dipimpin oleh nama-nama yang sudah dikenal atau memiliki kedekatan dengan pejabat. Namun kali ini berbeda, justru dipercayakan kepada pemuda desa. Ini menjadi pesan kuat bahwa kesempatan terbuka bagi siapa saja,” jelasnya.
Lebih lanjut, ia menilai kebijakan tersebut mencerminkan komitmen pemerintah daerah dalam mendorong pemerataan kesempatan serta membangun kepercayaan diri generasi muda di tingkat lokal.
Ruslan berharap pola seperti ini dapat terus dipertahankan ke depan, sehingga semakin banyak anak muda yang terlibat aktif dalam pembangunan daerah, tidak hanya sebagai penonton tetapi juga sebagai pelaku utama.
“Ini adalah contoh baik bagaimana pemerintah memberi panggung kepada pemuda. Ketika diberi ruang, mereka bisa menunjukkan kemampuan dan menghadirkan karya nyata,” tambahnya.
Pasar Ramadhan Soppeng 2026 sendiri menjadi salah satu kegiatan Ramadan paling semarak di daerah tersebut.
Setiap harinya, ratusan hingga ribuan pengunjung memadati area pasar, menciptakan perputaran ekonomi yang signifikan bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) lokal.
Selain menjadi pusat kuliner dan aktivitas masyarakat selama bulan suci, kegiatan ini juga berperan sebagai wadah pemberdayaan ekonomi sekaligus ajang pembuktian kapasitas generasi muda dalam mengelola event daerah secara mandiri dan profesional.
Keberhasilan ini diharapkan menjadi model bagi daerah lain dalam melibatkan pemuda secara aktif dalam berbagai program pembangunan berbasis masyarakat.
Sekedar diketahui dari catatan panitia penyelenggara, perputaran ekonomi selama pelaksanaan ramadhan sukses 2026 mencapai Rp. 3,2 Milliar.
UMKM Bakso Bakar meraih penjualan terbanyak capai penjualan ribuan lebih selama ramadhan sukses 2026 berlangsung.
(Red)




