Soppeng, Kabartujuhsatu.news, Pembangunan Jembatan Desa Kessing, Kecamatan Donri-Donri, Kabupaten Soppeng, yang dibiayai melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun 2025, kini telah rampung dan mulai dimanfaatkan oleh masyarakat.
Kehadiran jembatan tersebut disambut dengan antusias dan rasa syukur oleh warga setempat, mengingat pembangunan infrastruktur ini telah lama dinantikan selama puluhan tahun.
Warga Desa Kessing menilai jembatan baru tersebut sangat membantu aktivitas sehari-hari, terutama dalam memperlancar mobilitas masyarakat, distribusi hasil pertanian, serta akses ekonomi antar wilayah.
Salah seorang warga, Amiruddin, menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Soppeng atas realisasi pembangunan jembatan tersebut.
“Sudah puluhan tahun kami menunggu pembangunan jembatan ini. Alhamdulillah akhirnya terwujud. Kami berterima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Soppeng, khususnya di bawah kepemimpinan Bapak Suwardi Haseng dan Wakil Bupati Selle KS Dalle,” ujarnya.
Meski demikian, di balik rasa syukur tersebut, masyarakat juga menyoroti adanya persoalan yang dinilai perlu segera mendapat perhatian serius dari pihak terkait.
Sorotan tersebut tertuju pada keberadaan kabel listrik induk berukuran besar yang melintang tepat di atas Jembatan Kessing.
Keberadaan kabel tersebut dinilai berpotensi membahayakan keselamatan pengguna jalan, khususnya kendaraan bertonase tinggi seperti truk pengangkut beras, gabah, maupun hasil panen pertanian lainnya.
Warga khawatir, jika tidak segera ditangani, kondisi tersebut dapat memicu kecelakaan lalu lintas yang berakibat fatal.
Sekretaris LSM Saluran Informasi dan Investigasi Korupsi (SIDIK), Andi Irfan, turut angkat bicara terkait persoalan tersebut.
Ia mengungkapkan bahwa pembangunan Jembatan Kessing mengalami perubahan ketinggian dibandingkan kondisi sebelumnya, sehingga jarak antara permukaan jembatan dan kabel listrik menjadi sangat dekat.
“Perubahan elevasi jembatan ini membuat bentangan kabel listrik berada terlalu rendah dan berisiko. Kondisi ini tentu membahayakan pengguna jalan, terutama kendaraan besar. Ini perlu segera dicarikan solusi,” ungkap Andi Irfan, Ahad (1/2/2026).
Ia menegaskan bahwa persoalan tersebut bukan untuk mengurangi apresiasi terhadap pembangunan jembatan, melainkan sebagai bentuk kepedulian terhadap keselamatan masyarakat.
Oleh karena itu, ia menghimbau agar pemerintah daerah segera melakukan koordinasi dengan pihak PLN guna mencari langkah teknis yang tepat, seperti penyesuaian ketinggian kabel atau relokasi jaringan listrik.
“Kami berharap pemerintah daerah bersama PLN bisa segera berkoordinasi agar potensi kecelakaan dapat dicegah sejak dini. Keselamatan masyarakat harus menjadi prioritas utama,” tegasnya.
Masyarakat Desa Kessing pun berharap agar persoalan kabel listrik tersebut dapat segera ditindaklanjuti, sehingga jembatan yang telah lama dinantikan ini benar-benar dapat memberikan manfaat maksimal tanpa menimbulkan kekhawatiran bagi para pengguna jalan.
(Red)




