Di Balik Riuh Pasar Cabbenge, Kehangatan Ramadhan dan Sentuhan Pengamanan yang Menenangkan
  • Jelajahi

    Copyright © kabartujuhsatu.news
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Layanan Publikasi Media Online : Iklan, Berita, Banner

    Layanan Publikasi Media Online : Iklan, Berita, Banner
    Klik Gambar Inaproc Kabartujuhsatu di Kolom Pencarian

    Daftar Blog Saya

    Di Balik Riuh Pasar Cabbenge, Kehangatan Ramadhan dan Sentuhan Pengamanan yang Menenangkan

    Kabartujuhsatu
    Jumat, 27 Februari 2026, Februari 27, 2026 WIB Last Updated 2026-02-27T09:46:08Z
    masukkan script iklan disini


    Soppeng, Kabartujuhsatu.news, Mentari pagi baru saja naik ketika denyut kehidupan mulai terasa di Pasar Sentral Cabenge, Kelurahan Pajalesang, Kecamatan Lilirilau, Kabupaten Soppeng, Jumat (27/2/2026).


    Di antara deretan lapak sayur, ikan, dan kebutuhan pokok, wajah-wajah penuh harap tampak sibuk menyiapkan diri menyambut bulan suci Ramadhan.


    Bagi warga Soppeng, pasar tradisional bukan sekadar tempat transaksi jual beli.


    Ia adalah ruang pertemuan, ruang cerita, dan ruang bertukar kabar.


    Menjelang Ramadhan, suasananya selalu lebih hidup. Pembeli datang lebih pagi, pedagang menata dagangan lebih rapi, dan percakapan tentang harga kebutuhan pokok terdengar di hampir setiap sudut.


    Di tengah riuh itu, hadir sosok berseragam yang berjalan perlahan menyusuri lorong pasar. Personel dari Polres Soppeng tampak menyapa pedagang satu per satu, menanyakan kabar sekaligus mengingatkan agar tetap waspada.


    Kehadiran aparat bukan untuk menakut-nakuti, melainkan memberi rasa aman di tengah meningkatnya aktivitas masyarakat.


    Seorang pedagang sembako, sebut saja Ibu Rahma, mengaku setiap tahun menjelang Ramadhan lapaknya selalu lebih ramai dari biasanya.


    “Alhamdulillah pembeli banyak. Tapi memang harus lebih hati-hati, apalagi kalau sudah padat sekali,” ujarnya sambil menimbang beras untuk pelanggan.


    Ia mengaku merasa lebih tenang ketika melihat polisi berpatroli di sekitar pasar.


    “Kalau ada polisi yang keliling begini, kami merasa diperhatikan. Pembeli juga jadi lebih nyaman,” tambahnya.


    Tak hanya pedagang, para pengunjung pun merasakan hal serupa. Andi, salah seorang warga yang datang bersama istrinya, mengatakan bahwa ia sengaja berbelanja lebih awal untuk menghindari lonjakan harga dan keramaian berlebih.


    “Sekarang sudah mulai ramai. Tapi karena ada pengamanan, kami tidak terlalu khawatir soal keamanan,” tuturnya.


    Dalam patroli dialogis tersebut, petugas tak sekadar mengawasi. Mereka berbincang santai, mengingatkan agar masyarakat tidak lengah terhadap barang bawaan, menyimpan uang di tempat aman, serta segera melapor jika menemukan hal mencurigakan.



    Pesan-pesan itu disampaikan dengan pendekatan humanis, tanpa jarak, seolah menjadi bagian dari keluarga besar pasar itu sendiri.


    Kapolres Soppeng, Aditya Pradana, menegaskan bahwa pengamanan selama Ramadhan bukan hanya soal penjagaan fisik, tetapi juga tentang membangun rasa percaya dan kedekatan dengan masyarakat.


    “Ramadhan adalah momen sakral dan penuh berkah. Kami ingin masyarakat bisa beribadah dan beraktivitas dengan tenang. Karena itu, kehadiran polisi di tengah masyarakat bukan hanya sebagai penjaga keamanan, tetapi juga sebagai sahabat yang siap membantu,” ujarnya.


    Ia menambahkan, titik-titik keramaian seperti pasar tradisional, pusat perbelanjaan, hingga tempat ibadah akan menjadi prioritas pengamanan selama bulan suci.


    Langkah ini diharapkan mampu meminimalisir potensi gangguan kamtibmas sekaligus memberikan rasa nyaman bagi warga.


    Menjelang siang, aktivitas di Pasar Sentral Cabenge semakin padat. Kantong-kantong belanja terisi, tawar-menawar tetap berlangsung hangat, dan senyum-senyum kecil terselip di sela kesibukan.


    Di antara semua itu, sinergi antara aparat dan masyarakat menjadi fondasi penting dalam menjaga suasana tetap kondusif.


    Ramadhan memang tentang ibadah dan pengendalian diri. Namun lebih dari itu, ia juga tentang kebersamaan. Di Pasar Cabbenge, kebersamaan itu terlihat jelas, antara pedagang dan pembeli, antara warga dan aparat, yang bersama-sama menjaga harapan agar bulan suci dapat disambut dengan rasa aman, nyaman, dan penuh keberkahan.


    (Red) 

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini