Wali Kota Makassar Resmikan AMP PT Tujuh Wali Wali, Ajak Swasta Berperan dalam Pembangunan Infrastruktur yang Berkelanjutan
  • Jelajahi

    Copyright © kabartujuhsatu.news
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Layanan Publikasi Media Online : Iklan, Berita, Banner

    Layanan Publikasi Media Online : Iklan, Berita, Banner
    Klik Gambar Inaproc Kabartujuhsatu di Kolom Pencarian

    Daftar Blog Saya

    Wali Kota Makassar Resmikan AMP PT Tujuh Wali Wali, Ajak Swasta Berperan dalam Pembangunan Infrastruktur yang Berkelanjutan

    Kabartujuhsatu
    Jumat, 09 Januari 2026, Januari 09, 2026 WIB Last Updated 2026-01-10T02:05:50Z
    masukkan script iklan disini


    Makasssar, Kabartujuhsatu.news,  Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menegaskan komitmen Pemerintah Kota Makassar dalam mempercepat pembangunan dan pemeliharaan infrastruktur jalan dengan melibatkan sektor swasta secara profesional, transparan, dan akuntabel.


    Komitmen tersebut disampaikan Munafri saat menghadiri peresmian Asphalt Mixing Plant (AMP) milik PT Tujuh Wali Wali yang berlokasi di Kawasan Industri Makassar (KIMA), Jumat (9/1/2026).


    Kehadiran AMP ini dinilai strategis untuk mendukung kebutuhan material konstruksi, khususnya aspal, dalam pembangunan infrastruktur kota.


    Peresmian AMP ditandai dengan penandatanganan prasasti oleh Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin. Acara tersebut turut disaksikan oleh Pendidik Bosowa Group Aksa Mahmud, Director in Charge Bosowa Group Subhan Aksa, Ketua TP PKK Kota Makassar Melinda Aksa, serta mitra perbankan dan pengelola kawasan industri.


    Dalam sambutannya, Munafri mengungkapkan bahwa tingkat kemantapan jalan di Kota Makassar saat ini telah mencapai 97 persen. Pemerintah Kota Makassar menargetkan peningkatan hingga 98 persen pada tahun anggaran 2026 melalui pembangunan dan pemeliharaan jalan yang dilakukan secara berkelanjutan.


    “Setiap tahun kami membangun dan memelihara sekitar 50 kilometer jalan. Pembangunan baru berada di kisaran 32 sampai 33 kilometer, sementara sisanya adalah pemeliharaan. Ini menunjukkan kebutuhan material konstruksi, khususnya aspal, beton, dan paving, sangat besar,” ujar Munafri.


    Ia menambahkan, kondisi cuaca khususnya musim penghujan kerap menyebabkan kerusakan jalan di hampir seluruh wilayah kota. Oleh karena itu, ketersediaan material berkualitas menjadi faktor krusial agar perbaikan dapat dilakukan dengan cepat dan hasil yang tahan lama.


    Munafri menegaskan, keterlibatan sektor swasta dalam mendukung pembangunan infrastruktur Kota Makassar merupakan kebutuhan yang tidak terelakkan. Namun demikian, ia memastikan bahwa seluruh proses pengadaan proyek pemerintah tetap dilakukan secara terbuka dan kompetitif.


    Terlepas dari posisi personalnya sebagai menantu Founder Bosowa Corporindo, Munafri menyatakan telah menegaskan kepada jajaran Bosowa Group bahwa tidak ada perlakuan khusus dalam proyek pemerintah.


    “Semua proyek dilakukan melalui mekanisme lelang, baik e-katalog maupun mini kompetisi. Kami ingin memastikan bahwa pekerjaan dilaksanakan oleh perusahaan yang kompeten dan mampu menjamin mutu serta kualitas,” tegasnya.


    Menurut Munafri, prinsip transparansi dan profesionalisme menjadi fondasi utama agar pembangunan infrastruktur benar-benar memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat.


    Selain infrastruktur jalan, Pemerintah Kota Makassar juga terus menggenjot pembangunan fasilitas publik lainnya. Sejumlah proyek strategis yang menjadi prioritas antara lain pembangunan puskesmas, kantor camat, dan kantor lurah.


    Munafri menyebutkan, pada tahun 2026 Pemkot Makassar menargetkan pembangunan dua puskesmas baru sebagai upaya memperkuat layanan kesehatan masyarakat, terutama di wilayah dengan pertumbuhan penduduk yang tinggi.


    Di sektor pendidikan, Pemkot Makassar memperluas kerja sama dengan sekolah swasta unggulan. Program ini menyasar anak-anak dari keluarga kurang mampu agar tetap mendapatkan akses pendidikan berkualitas melalui skema beasiswa pemerintah daerah.


    Munafri juga memaparkan rencana besar pembangunan Stadion Makassar yang akan direalisasikan melalui skema multiyears. Stadion berkapasitas sekitar 15 hingga 17 ribu penonton tersebut direncanakan dibangun di kawasan Untia.


    “Pembangunan stadion ini akan menjadi trigger pengembangan kawasan baru. Ini membuka peluang besar bagi dunia usaha, khususnya perusahaan lokal, untuk terlibat dalam pembangunan infrastruktur kota,” jelasnya.


    Menurut Munafri, proyek stadion tidak hanya berfungsi sebagai sarana olahraga, tetapi juga akan mendorong pertumbuhan ekonomi kawasan melalui sektor jasa, perdagangan, dan pariwisata.


    Dalam kesempatan yang sama, Munafri mengungkapkan bahwa Pemkot Makassar mengalokasikan anggaran sekitar Rp5 miliar per bulan untuk mendukung penyelenggaraan event berskala nasional dan internasional.


    Langkah ini ditargetkan mampu mendatangkan lebih dari 20 ribu pengunjung setiap bulan, sehingga memberikan dampak langsung bagi UMKM, perhotelan, transportasi, dan sektor ekonomi kreatif.


    Dengan total belanja daerah tahun 2026 mencapai sekitar Rp3 triliun, Munafri menegaskan bahwa Kota Makassar terbuka luas bagi dunia usaha untuk berkolaborasi dalam pembangunan infrastruktur dan pengembangan sumber daya manusia.


    “Kami ingin Makassar terus tumbuh sebagai kota yang ramah investasi, memiliki infrastruktur yang andal, serta memberikan dampak ekonomi nyata bagi masyarakat,” pungkasnya.


    (Red)

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini