Soppeng, Kabartujuhsatu.news, Momen kebersamaan dan persahabatan mewarnai pelaksanaan haul ke-40 wafatnya almarhum H Mannahawu, ayah kandung Dr Supriansa, SH, MH.
Kegiatan tersebut berlangsung khidmat di kediaman almarhum yang berlokasi di Desa Leworeng, Kecamatan Donri-Donri, Kabupaten Soppeng, Sulawesi Selatan, pada 20 Desember 2025 lalu.
Momen haul tersebut kembali menjadi perhatian publik setelah Dr Supriansa, yang juga dikenal sebagai mantan Anggota Komisi III DPR RI, membagikan ulang dokumentasi kegiatan tersebut melalui akun media sosial Facebook pribadinya pada Jumat (30/1/2026).
Dalam unggahannya, Supriansa menyertakan pesan reflektif bertajuk “Merawat Kebersamaan” yang menyoroti pentingnya nilai persahabatan, kekeluargaan, dan makna jabatan dalam kehidupan sosial.
Dalam foto yang diunggah, tampak sejumlah pimpinan daerah dan unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Soppeng hadir bersama Dr Supriansa.
Mereka antara lain Bupati Soppeng H Suwardi Haseng, Wakil Bupati Soppeng Ir Selle KS Dalle, Ketua DPRD Soppeng HA Muh Farid, Kapolres Soppeng AKBP Aditya Pradana, serta Dandim 1423 Soppeng Letkol Inf Eko Yulianto.
Kehadiran para pimpinan daerah tersebut mencerminkan eratnya hubungan personal dan kelembagaan yang terjalin di Kabupaten Soppeng.
Kebersamaan tersebut tidak hanya tampak dalam aktivitas pemerintahan, tetapi juga dalam momen-momen sosial dan kekeluargaan, termasuk kegiatan keagamaan seperti haul.
Melalui unggahannya, Dr Supriansa menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih atas kehadiran para pejabat daerah tersebut.
Ia menuliskan ucapan terima kasih secara langsung kepada Bupati, Wakil Bupati, Kapolres, Dandim, serta Ketua DPRD Soppeng atas kebersamaan yang terjalin dalam suasana duka dan doa.
Supriansa juga menjelaskan bahwa foto tersebut diambil beberapa hari setelah wafatnya sang ayah, di rumah orang tuanya yang berada di kawasan Kampung Desa Kessing-Leworeng.
Meski peristiwa itu telah berlalu, ia mengaku kembali menemukan foto tersebut dan merasakan makna kebersamaan yang mendalam.
Menurutnya, kebersamaan akan tetap indah apabila dirawat dengan baik, terlepas dari perbedaan jabatan maupun latar belakang.
Dalam refleksinya, Supriansa juga menyinggung sifat sementara dari jabatan dan kekuasaan.
Ia menuliskan bahwa jabatan dan kekuasaan pada akhirnya akan berakhir dan menjadi bagian dari sejarah, sementara persahabatan dan pertemanan dapat terus bertahan apabila dijaga dengan baik.
Pesan tersebut disampaikan dalam konteks suasana kekeluargaan, sehingga menambah nilai moral dan kemanusiaan dalam unggahan tersebut.
Selain refleksi tentang kebersamaan dan persahabatan, Dr Supriansa juga menyisipkan pesan singkat kepada sahabat-sahabatnya di media sosial.
Ia mengingatkan pentingnya menjaga kesehatan sebagai bentuk rasa syukur atas kehidupan dan masa sehat yang dimiliki.
Pelaksanaan haul ke-40 almarhum H Mannahawu ini tidak hanya menjadi sarana doa bagi keluarga, tetapi juga menjadi ruang silaturahmi lintas jabatan dan generasi.
Nilai kebersamaan, persahabatan, serta penghormatan terhadap orang tua dan leluhur menjadi pesan utama yang tercermin dari kegiatan tersebut.
Unggahan tersebut mendapat respons positif dari warganet dan dinilai mencerminkan sisi humanis dalam kehidupan tokoh publik, khususnya dalam memaknai hubungan sosial di luar aktivitas politik dan pemerintahan.
(Red)




