Makassar, Kabartujuhsatu.news, Laskar Merah Putih (LMP) Markas Daerah (MADA) Sulawesi Selatan menegaskan eksistensinya sebagai satu-satunya kepengurusan yang sah dan diakui secara hukum di Sulsel.
Penegasan tersebut disampaikan langsung dalam pertemuan silaturahmi bersama Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, di Balai Kota Makassar.
Pertemuan ini menjadi momentum penting bagi LMP Sulsel untuk memperkuat komunikasi, konsolidasi, sekaligus menyatakan komitmen mendukung dan mengawal program-program Pemerintah Kota Makassar demi menjaga stabilitas, persatuan, dan kemajuan daerah.
Ketua LMP MADA Sulsel, Irwan Adnan, menegaskan bahwa Laskar Merah Putih merupakan organisasi kemasyarakatan berskala nasional yang memiliki struktur organisasi resmi, legal, dan satu kepemimpinan pusat hingga ke tingkat daerah.
“Kami menegaskan kepada Bapak Wali Kota bahwa Ormas Laskar Merah Putih hanya ada satu yang legal dan diakui oleh negara sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. LMP Sulsel siap membantu dan mengawal program-program Pemerintah Kota Makassar,” tegas Irwan.
Ia menjelaskan, secara nasional Laskar Merah Putih berada di bawah kepemimpinan Ketua Umum H. M. Arsyad Cannu, dengan struktur organisasi yang jelas dan berjenjang. Oleh karena itu, di Sulawesi Selatan hanya terdapat satu kepengurusan LMP yang sah dan memiliki Surat Keputusan (SK) resmi.
“Tidak ada kepengurusan lain. LMP MADA Sulsel hanya satu, dan itulah yang berada dalam struktur organisasi nasional,” ujarnya.
Irwan Adnan menambahkan, prinsip utama Laskar Merah Putih adalah pengabdian kepada bangsa dan negara, bela negara, serta keterlibatan aktif dalam kegiatan sosial dan kebencanaan.
“Laskar Merah Putih adalah ormas nasional yang fokus pada pengabdian, bela negara, dan kepedulian sosial, termasuk penanganan kebencanaan. Kami sangat ingin diberdayakan untuk membantu daerah-daerah, khususnya di Kota Makassar,” katanya.
Ia juga mengungkapkan rasa syukur karena jajaran pengurus LMP Sulsel diterima langsung oleh Wali Kota Makassar. Menurutnya, pertemuan ini menjadi awal kolaborasi yang lebih erat antara organisasi kemasyarakatan dan pemerintah daerah.
“Alhamdulillah kami diterima langsung oleh Pak Wali. Kami berharap ke depan Laskar Merah Putih bisa menjadi bagian dari upaya bersama membangun Kota Makassar,” ucap Irwan.
Dalam pertemuan tersebut, Irwan juga menyampaikan harapan agar Wali Kota Makassar memberikan arahan terkait pembentukan dan penguatan Markas Cabang (Marcab) Laskar Merah Putih di Kota Makassar.
“Kami ingin LMP di Kota Makassar benar-benar menjadi bagian dari Pak Wali. Orang-orang yang nanti ditunjuk harus mampu berkoordinasi langsung dan bekerja sejalan dengan Pemerintah Kota,” jelasnya.
Ia menyebutkan, pihaknya telah menyiapkan mandat untuk Markas Cabang Kota Makassar dan tinggal menunggu arahan lebih lanjut. Rencananya, pelantikan pengurus Marcab akan dilaksanakan setelah Lebaran.
Selain kegiatan sosial dan kemasyarakatan, LMP Sulsel juga menaruh perhatian besar pada pendampingan hukum bagi masyarakat. Saat ini, organisasi tersebut tengah mempersiapkan Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Laskar Merah Putih agar dapat berperan lebih maksimal.
“Kami sebenarnya sudah memiliki bantuan hukum, hanya saja belum terlalu eksis. Saat ini sedang kami siapkan agar LBH LMP bisa lebih optimal melayani masyarakat,” ungkap Irwan.
Ia juga menyebutkan bahwa sekretariat LMP MADA Sulawesi Selatan beralamat di Jalan Anuang Nomor 34, Kota Makassar.
Sementara itu, Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin menegaskan pentingnya sinergi antara Pemerintah Kota dan organisasi kemasyarakatan dalam menjalankan program pembangunan.
Menurutnya, keberhasilan pembangunan tidak hanya bergantung pada perencanaan pemerintah, tetapi juga pada keterlibatan aktif komunitas dan ormas yang bekerja langsung di tengah masyarakat.
“Program-program yang kita jalankan harus bisa berjalan seiring dengan komunitas masyarakat yang ada di bawah,” ujar Munafri.
Ia juga mendorong Laskar Merah Putih untuk memperkuat peran bantuan hukum bagi masyarakat, terutama dalam memberikan pendampingan kepada warga yang memiliki keterbatasan pengetahuan hukum.
“Banyak persoalan sosial muncul karena masyarakat kurang memahami hukum dan akhirnya dirugikan. Saya berharap Laskar Merah Putih memiliki tim bantuan hukum yang pro terhadap masyarakat,” tambahnya.
Munafri menilai, Laskar Merah Putih memiliki potensi besar karena telah memiliki struktur organisasi yang jelas hingga ke tingkat bawah. Oleh karena itu, ia berharap peran LMP tidak hanya terbatas pada kegiatan sosial dan kebencanaan, tetapi juga pada perlindungan hukum masyarakat.
“Salah satu jalannya adalah memberikan bantuan hukum melalui institusi yang terdaftar dan sah,” jelasnya.
Di akhir pernyataannya, Munafri berharap Laskar Merah Putih dapat menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari proses pembangunan Kota Makassar, baik pembangunan infrastruktur maupun pembangunan sumber daya manusia.
“Saya berharap Laskar Merah Putih hadir dan berkontribusi nyata dalam pembangunan Makassar,” tutupnya. (*)




