Kondisi Kumuh Kios UMKM di Gapis Soppeng Tuai Sorotan, Banyak Lapak Kosong Tidak Difungsikan
  • Jelajahi

    Copyright © kabartujuhsatu.news
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Layanan Publikasi Media Online : Iklan, Berita, Banner

    Layanan Publikasi Media Online : Iklan, Berita, Banner
    Klik Gambar Inaproc Kabartujuhsatu di Kolom Pencarian

    Daftar Blog Saya

    Kondisi Kumuh Kios UMKM di Gapis Soppeng Tuai Sorotan, Banyak Lapak Kosong Tidak Difungsikan

    Kabartujuhsatu
    Senin, 12 Januari 2026, Januari 12, 2026 WIB Last Updated 2026-01-12T11:21:54Z
    masukkan script iklan disini


    Soppeng, Kabartujuhsatu.news, Keberadaan kios UMKM yang berada di kawasan Gapis, Kelurahan Lalabata Rilau, Kecamatan Lalabata, Kabupaten Soppeng, Sulawesi Selatan, menuai sorotan dari masyarakat dan pemerhati usaha mikro.


    Area yang sejatinya dibangun sebagai pusat pengembangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) tersebut justru tampak kumuh, tidak terawat, bahkan sebagian kios terlihat kosong dan tidak difungsikan.


    Sorotan tersebut disampaikan oleh pemerhati UMKM Kabupaten Soppeng, Sahar, kepada wartawan pada Senin (12/1/2015).


    Ia menilai kondisi kios UMKM di area Gapis sangat memprihatinkan dan tidak sejalan dengan tujuan awal pembangunan fasilitas tersebut sebagai sarana pemberdayaan ekonomi masyarakat kecil.


    “Tujuan awal kios UMKM ini sangat baik, yakni untuk mendukung pelaku usaha kecil agar memiliki tempat usaha yang layak dan strategis. Namun faktanya di lapangan, kondisinya justru terlihat kumuh dan sebagian tidak terurus,” ujar Sahar.


    Berdasarkan pantauan media, sejumlah kios UMKM di kawasan tersebut tampak tertutup, kosong, bahkan ada yang mengalami kerusakan ringan.


    Cat kios terlihat kusam, lingkungan sekitar kurang bersih, serta penataan kawasan yang dinilai tidak menarik minat pelaku UMKM maupun pengunjung.


    Menurut Sahar, kondisi ini berpotensi menurunkan semangat pelaku UMKM untuk berusaha, sekaligus menciptakan kesan negatif terhadap program pemberdayaan UMKM yang digalakkan pemerintah daerah.


    “Kalau fasilitasnya tidak nyaman dan tidak dikelola dengan baik, tentu pengungjung UMKM enggan datang ke kios tersebut.,” jelasnya.


    Lebih lanjut, Sahar menyoroti lemahnya pengelolaan dan pengawasan terhadap kios UMKM di area Gapis.


    Ia menilai diperlukan evaluasi menyeluruh terkait sistem pengelolaan, pemeliharaan, serta mekanisme penempatan pelaku UMKM agar kios benar-benar difungsikan secara optimal.



    “Kami melihat kurangnya perhatian dalam hal perawatan dan pengelolaan. Padahal, jika dikelola secara serius, kios UMKM ini bisa menjadi pusat ekonomi rakyat dan ikon UMKM di Kabupaten Soppeng,” katanya.


    Sahar berharap Pemerintah Kabupaten Soppeng, khususnya melalui Dinas Perdagangan, Perindustrian, Koperasi, dan UKM, segera mengambil langkah konkret untuk melakukan penataan ulang kawasan kios UMKM tersebut.


    Ia mendorong adanya revitalisasi, pembinaan pelaku UMKM, serta pengawasan berkelanjutan agar fasilitas yang telah dibangun dengan anggaran negara tidak terbuang sia-sia.


    “Kami berharap pemerintah daerah segera turun tangan. Lakukan pembenahan, penataan lingkungan, serta libatkan pelaku UMKM agar kios ini kembali hidup dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” tegas Sahar.


    Sebagai informasi, sektor UMKM merupakan salah satu pilar utama perekonomian daerah, termasuk di Kabupaten Soppeng.


    Keberadaan kios UMKM yang representatif dan terkelola dengan baik dinilai mampu meningkatkan pendapatan masyarakat, menciptakan lapangan kerja, serta menggerakkan roda ekonomi lokal.


    Namun, tanpa pengelolaan yang maksimal, fasilitas UMKM justru berpotensi menjadi beban dan menimbulkan kesan pemborosan anggaran publik.


    Hingga berita ini diturunkan, pihak terkait dari Pemerintah Kabupaten Soppeng belum memberikan keterangan resmi terkait kondisi kios UMKM di kawasan Gapis Lalabata Rilau.


    (Red) 

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini