Jakarta, Kabartujuhsatu.news, Ikatan Wartawan Online (IWO) resmi menjalin kerja sama dengan Universitas Bung Karno (UBK) melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) yang berlangsung pada Kamis, 22 Januari 2026, di Jakarta.
Penandatanganan MoU tersebut menjadi langkah strategis dalam memperkuat sinergi antara dunia jurnalistik dan akademik, khususnya dalam mendukung pelaksanaan Tridarma Perguruan Tinggi, yang meliputi pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.
Kerja sama ini membuka peluang luas bagi kedua belah pihak untuk mengembangkan berbagai program bersama, baik yang bersifat akademis maupun profesional, dengan melibatkan pihak-pihak lain yang relevan sesuai kebutuhan.
MoU antara IWO dan UBK mencakup beragam kegiatan, antara lain:
Pendidikan dan pelatihan jurnalistik
Penelitian dan kajian kebijakan publik
Seminar, workshop, dan diskusi ilmiah
Kegiatan sosial dan pengabdian masyarakat
Advokasi dan penguatan kapasitas wartawan
Penandatanganan MoU dilakukan di Aula Dr. Ir. Soekarno, Kampus Universitas Bung Karno, Jalan Kimia, Jakarta Pusat. IWO diwakili langsung oleh Ketua Umum IWO, Dwi Christianto, S.H., M.Si., sementara dari pihak UBK diwakili oleh Wakil Rektor IV, Franky Paulus S.T. Roring, S.IP., M.Si., yang hadir mewakili Rektor UBK, Dr. Ir. Sri Mumpuni Ngesti Rahaju, M.Si.
Ketua Umum IWO, Dwi Christianto, menegaskan bahwa kerja sama ini merupakan bentuk komitmen organisasi dalam membuka ruang kolaborasi strategis demi kemajuan pers nasional, khususnya media online.
“Sebagai organisasi profesi wartawan yang bekerja di media online, IWO selalu membuka kerja-kerja baik untuk memajukan kebebasan pers di Indonesia,” ujar Dwi Christianto usai penandatanganan MoU.
Menurutnya, lembaga akademik seperti Universitas Bung Karno memiliki peran penting dalam memperkaya ekosistem pers melalui kajian ilmiah, riset kebijakan, serta pengembangan pemikiran kritis terhadap dinamika dunia jurnalistik.
“Sinergi antara IWO dan UBK dapat menghasilkan berbagai output strategis, seperti analisis kebijakan, riset media, hingga pembaruan terhadap perkembangan dunia jurnalistik,” jelasnya.
Dwi juga menyoroti potensi kolaborasi lintas fakultas di UBK, khususnya Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik yang memiliki program studi komunikasi.
“Akademisi dari berbagai fakultas bisa kami ajak mengembangkan buah pikir demi kemajuan kehidupan pers dan kebebasan pers. Termasuk melakukan advokasi terhadap berbagai persoalan yang melingkupi profesi wartawan, baik secara umum maupun khusus untuk anggota IWO,” tandasnya.
Sementara itu, Wakil Rektor IV UBK, Franky Roring, menyambut baik kerja sama tersebut dan menilai bahwa dunia jurnalistik dan akademik memiliki kesamaan nilai fundamental, yakni komitmen terhadap data dan kebenaran.
“Dunia jurnalisme dan dunia akademik memiliki komitmen yang sama pada data dan kebenaran. Oleh karena itu, Universitas Bung Karno memandang perlu menjalin kerja sama dengan Ikatan Wartawan Online,” kata Franky.
Ia menambahkan, MoU ini diharapkan mampu menjembatani kesenjangan antara realitas dunia profesional jurnalis dengan lingkungan perguruan tinggi, sehingga menghasilkan lulusan dan insan pers yang lebih adaptif, kritis, dan berintegritas.
“Penandatanganan nota kesepahaman ini menjadi langkah awal bagi kerja sama berkelanjutan antara UBK dan IWO ke depannya,” tutupnya.
Dengan adanya kerja sama ini, IWO dan Universitas Bung Karno diharapkan dapat menjadi contoh kolaborasi ideal antara organisasi profesi dan institusi pendidikan tinggi dalam membangun ekosistem pers yang sehat, beretika, dan berorientasi pada kepentingan publik.
Kerja sama ini juga diyakini akan memberikan kontribusi nyata dalam pengembangan sumber daya manusia di bidang jurnalistik, riset komunikasi, serta penguatan kebebasan pers sebagai salah satu pilar demokrasi di Indonesia.
(Red)




