Soppeng, Kabartujuhsatu.news,– Pemerintah Desa Barae, Kecamatan Marioriwawo, Kabupaten Soppeng, secara resmi meluncurkan program Sekolah Lansia SMART pada Senin (12/1/2025).
Program ini menjadi langkah strategis pemerintah Desa dalam meningkatkan kualitas hidup serta kesejahteraan para lanjut usia (lansia) melalui pendidikan nonformal yang terstruktur dan berkelanjutan.
Peluncuran Sekolah Lansia SMART berlangsung di aula Kantor Desa Barae dan dihadiri oleh berbagai unsur pemerintah dan masyarakat.
Hadir dalam kegiatan tersebut Kepala DP3AP2KB Kabupaten Soppeng, Kepala Bidang KB KS DP3AP2KB beserta staf, Camat Marioriwawo, Ketua TP PKK Kecamatan Marioriwawo, Ketua dan anggota BPD Desa Barae, Kepala KUA Kecamatan Marioriwawo, Kepala UPTD Puskesmas Goarie, Ketua TP PKK Desa Barae bersama anggota, Koordinator Penyuluh KB Kecamatan Marioriwawo, PKB/PILKB Kecamatan Marioriwawo, serta PPKBD Desa Barae.
Sekolah Lansia SMART dirancang sebagai wadah pembelajaran bagi warga berusia 60 tahun ke atas agar tetap aktif, sehat, mandiri, dan produktif di usia lanjut.
Program ini menitikberatkan pada pendekatan holistik yang mencakup aspek kesehatan fisik, mental, spiritual, sosial, hingga peningkatan keterampilan hidup sehari-hari.
Dalam sambutannya, Kepala Desa Barae, Eka Sakti Amiruddin, menyampaikan bahwa Sekolah Lansia merupakan program pendidikan nonformal yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas hidup lansia melalui pengetahuan, keterampilan, serta penguatan peran sosial di tengah masyarakat.
“Sekolah Lansia adalah ruang belajar dan beraktivitas bagi para lansia agar tetap sehat, bahagia, dan produktif. Materinya mencakup edukasi kesehatan, kebugaran jasmani, pembinaan mental dan spiritual, pengelolaan keuangan sederhana, hingga pengenalan teknologi dasar. Kami ingin lansia di Desa Barae tetap berdaya dan menjadi teladan bagi generasi muda,” ujar Eka Sakti Amiruddin.
Ia menambahkan, program ini sejalan dengan kebijakan pemerintah pusat dan daerah dalam upaya mewujudkan lansia tangguh. Sekolah Lansia SMART juga mendapat dukungan dari berbagai pihak, termasuk BKKBN, Dinas Sosial, tenaga kesehatan, serta unsur PKK dan penyuluh keluarga berencana.
Sementara itu, Kepala DP3AP2KB Kabupaten Soppeng dalam kesempatan tersebut mengapresiasi inisiatif Desa Barae yang dinilai progresif dan responsif terhadap kebutuhan lansia. Menurutnya, kehadiran Sekolah Lansia SMART dapat menjadi contoh bagi desa-desa lain dalam membangun program pemberdayaan lansia yang berkelanjutan.
“Lansia bukan beban, tetapi potensi. Dengan pendampingan dan edukasi yang tepat, lansia dapat tetap berkontribusi dalam keluarga dan masyarakat. Program seperti ini sangat relevan untuk menjawab tantangan penuaan penduduk,” ujarnya.
Kegiatan launching berlangsung dengan suasana penuh antusias dan kebersamaan. Para lansia tampak bersemangat mengikuti rangkaian acara, mulai dari pembukaan, sambutan, hingga sesi perkenalan program. Kehangatan interaksi antara peserta, pemerintah Desa, dan para pemangku kepentingan mencerminkan tingginya dukungan masyarakat terhadap program tersebut.
Ke depan, Sekolah Lansia SMART Desa Barae diharapkan dapat berjalan secara berkelanjutan dengan kurikulum yang adaptif dan kegiatan rutin. Pemerintah desa juga berkomitmen melakukan evaluasi berkala agar program ini benar-benar memberikan dampak nyata bagi peningkatan kesejahteraan lansia.
Dengan diresmikannya Sekolah Lansia SMART, Desa Barae menegaskan komitmennya dalam menciptakan lansia yang sehat, tangguh, dan berdaya, sekaligus menjadi inspirasi bagi desa lain dalam upaya mewujudkan pembangunan yang inklusif dan berkeadilan bagi seluruh lapisan masyarakat.
(Red)



