Aceh Utara, Kabartujuhsatu.news, Hujan deras yang mengguyur wilayah Aceh Utara sejak Jumat malam menyebabkan sejumlah kecamatan terendam banjir dengan ketinggian air bervariasi, mulai dari setengah meter hingga mencapai dada orang dewasa.
Kondisi ini membuat ribuan warga harus mengungsi ke tempat yang lebih aman, sementara akses jalan utama dan fasilitas umum terputus akibat derasnya arus air.
Melihat kondisi yang semakin mengkhawatirkan, Komandan Kodim (Dandim) 0103/Aut turun langsung ke lokasi banjir pada meski di tengah air deras, Sabtu (28/11/2025) pagi.
Didampingi personel TNI, petugas BPBD, perangkat Desa, serta relawan, Dandim memimpin proses evakuasi warga di beberapa titik rawan banjir.
Sejak dini hari, Dandim bersama tim sudah berada di lapangan, menyusuri genangan air menggunakan perahu karet dan tali pengaman.
Dengan hujan yang tak kunjung reda serta arus deras yang sesekali menghanyutkan perabotan warga, proses evakuasi berjalan cukup menantang.
Meski demikian, para prajurit TNI menunjukkan dedikasi tinggi tanpa kenal lelah demikian juga Dandim dengan aksi Heroik terus melakukan penyelamatan warga terdampak.
Di beberapa lokasi, Dandim terlihat memberikan arahan langsung kepada anggota untuk memetakan jalur aman, sekaligus memastikan prioritas penyelamatan bagi kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, ibu hamil, dan perempuan.
Beberapa warga yang terjebak di lantai dua rumah mereka berhasil dievakuasi setelah prajurit membuka akses menggunakan peralatan khusus.
Selain memimpin evakuasi, Dandim juga melakukan koordinasi intensif dengan para kepala desa, camat, dan relawan lokal untuk mempercepat proses pemindahan warga ke posko sementara.
Titik pengungsian telah disiapkan di beberapa fasilitas publik seperti meunasah, sekolah, dan gedung serbaguna yang dinilai aman dari potensi kenaikan debit air.
Meski cuaca masih tidak bersahabat, upaya evakuasi terus dilakukan hingga malam hari.
Lampu penerangan portabel dan kendaraan taktis dikerahkan untuk memudahkan mobilisasi di area gelap dan berlumpur.
Para prajurit Kodim 0103/Aut juga membantu mengamankan barang berharga milik warga, sekaligus memastikan tidak ada warga yang tertinggal di rumah masing-masing.
Dandim menegaskan bahwa pihaknya akan tetap menyiagakan personel selama kondisi darurat berlangsung. Pemantauan debit air terus dilakukan, termasuk deteksi potensi luapan susulan dari sungai-sungai besar di wilayah Aceh Utara.
“Keselamatan masyarakat adalah prioritas utama. Kita akan terus berada di lapangan sampai situasi benar-benar aman,” tegas Komandan Kodim di sela-sela operasi evakuasi.
Hingga berita ini diturunkan, ratusan warga telah berhasil dievakuasi ke tempat pengungsian.
Pihak Kodim bersama pemerintah daerah juga telah menyiapkan bantuan logistik berupa makanan siap saji, selimut, dan kebutuhan darurat lainnya.
(Red)



